Proyek MIFEE Mengutamakan Lahan Tidur

0
52
Korban Sawit di Mimika, Papua

Kementerian Pertanian mencanangkan lahan potensial untuk proyek food estate MIFEE di Merauke seluas 2,4 juta hektar, namun BKPRN berdasarkan analisa tata ruang dan sebagainya, merekomendasikan lahan proyek MIFEE sekitar 1,2 juta hektar.

Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan Ditjen PSP Kementan, Tunggul Imam Panudju MSc, dalam temu dialog dengan KOMALI dan utusan masyarakat di Kantor Kementerian Pertanian, Gedung D, Lantai 8, Ragunan, Jakarta Selatan, 9 Juni 2011, mengatakan, “Proyek Mifee mengutamakan lahan-lahan tidur ketimbang membuka hutan”, kata Tunggul.

Umumnya pengertian kategori lahan tidur adalah lahan yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif. Contohnya, lahan-lahan yang pernah dibuka untuk pertanian atau diambil kayunya untuk keperluan industri lalu tidak digunakan lagi atau terlantar. Kondisi lahan tersebut umumnya terbuka atau telah ditutupi oleh tumbuh-tumbuhan yang tidak produktif seperti alang-alang, semak belukar dan lain-lain.

Jika kategori lahan tidur ini yang dimaksudkan, maka dipastikan luas lahan tidur di Merauke sedikit sekali dan tidak mencapai ribuan hektar, “hanya ada lahan-lahan pertanian yang menjadi program eks proyek transmigrasi dan ditinggalkan oleh pemiliknya”, kata Stephanus dari Onggari. Kawasan padang rumput, hutan belukar dan hutan di Merauke, sudah sejak lama ada dan tempat hidup hewan dan tumbuhan, yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, tidak ada yang ditelantarkan.

Tunggul dengan cara komunikasi yang penuh humor, menanggapi, “jangan khawatir tidak ada kebijakan Pemerintah yang mencelakakan rakyatnya”, kata Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan Ditjen PSP. Tunggul juga berharap keterlibatan masyarakat dalam proyek tersebut dan menginformasikan bahwa Kementerian Pertanian sudah mengalokasikan dana sebesar Rp. 90 milliar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Merauke untuk pembangunan sarana dan prasarana pertanian.

Dalam Buku Grand Design food estate di Merauke (Juni 2010), disebutkan kriteria lahan MIFEE, yakni: tidak berada pada kawasan konservasi dan hutan produksi bervegetasi baik, tidak berada pada tempat penting masyarakat, tidak berada pada areal penting bagi lingkungan dan kesesuaian lahan.

Tunggul menghimbau supaya ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Tunggul memberikan nomor kontak telepon seluler (HP…..) dan menyampaikan, “jika ada hal-hal yang ingin disampaikan jangan segan menghubungi saya”, kata Tunggul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here