Konservasi Teluk Cenderawasih: Taman Nasional Wilayah I Nabire Papua

0
441

Ada beberapa Daya Tarik Wisata Alam di Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Nabire Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Kondisi alam yang masih alami dan jauh dari gangguan manusia menjadikan kawasan TNTC surga bagi wisatawan. Keberadaan Hiu Paus yang setiap hari dapat di temui di kawasan TNTC menjadi wisata unggulan. Berikut beberapa daya tarik wisata alam yang dapat di temui di BPTN Wilayah I Nabire :

Perairan Kwatisore

Perairan Kwatisore merupakan kawasan wisata andalan yang ada di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih khususnya pada Bidang Pengelolaan Wilayah I Nabire. Diving, dan snorkeling serta pengamatan atraksi ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) di sekitar perairan Kwatisore merupakan kegiatan wisata inti yang bisa ditawarkan disekitar kawasan ini. Keberadaan ikan gurano bintang/whale shark di sekitar perairan Kwatisore menjadi salah satu destinasi favorit untuk para wisatawan lokal dan mancanegara maupun peneliti. Selain itu juga, ada berbagai atraksi budaya dari masyarakat seperti upacara penyambutan tamu dengan ritual pecah/injak piring serta wisata tracking disekitar hutan bakau dan batu besar di atas bukit yaitu batu Akuidiomi.

Pulau Pepaya

Pulau ini dulunya merupakan habitat dari kelelawar, akan tetapi karena seringnya terjadi perburuan, maka jumlahnya semakin menurun dan kemungkinan telah bermigrasi ke pulau lain yang aman. Dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam memakai speedboat dari Nabire, kita dapat melakukan aktifitas berenang, snorkeling, diving, fishing, pengamatan burung dan vegetasi hutan daratan pulau.

Pulau Nusir

Perairan sekitar Pulau Nusir sebelah Timur Kampung Yaur memiliki potensi wisata berupa keindahan dan keunikan terumbu karang. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di Pulau Nusir adalah snorkeling dan diving.

Tanjung Napan Yaur & Perairan Napan yaur

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di tempat ini diantaranya yaitu pengamatan burung cenderawasih (Paradisea sp.) dan pengamatan Kima (Tridacna sp.) yang dikumpulkan masyarakat sehingga lebih memudahkan untuk melihat keanekaragaman jenis kima yang ada dalam kawasan.

Pulau Manimaje & Pulau Nurage

Kegiatan wisata yang dilakukan di tempat ini adalah wisata diving/ snorkeling dengan pengamatan keanekaragaman dan panorama terumbu karangnya.

Padang lamun merupakan ekosistem yang berada diantara mangrove dan terumbu karang. Lamun (seagrass) merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang memiliki rhizoma, daun dan akar sejati yang hidup terendam di dalam laut. Lamun mengkolonisasi suatu daerah melalui penyebaran buah (propagule) yang dihasilkan secara seksual (dioecious). Kegiatan Identifikasi dan Inventarisasi Lamun di Pulau Yoop ini dilakukan di dua titik lokasi pengamatan.

Titik lokasi ini menyesuaikan dengan titik lokasi pengamatan duyung yang telah dilakukan pada tahun 2010. Titik lokasi ini berada di sebelah timur (lokasi 1) dan barat daya Pulau Yoop (lokasi 2). Koordinat titik lokasi 1 kuadran 1 adalah 02o32’35,4” S, 134o23’33,0” sedangkan koordinat titik lokasi 2 kuadran 1 adalah 02o34’12,0” S, 134o22’55,0”. Pulau Yoop secara geografis terletak pada posisi 134o27’50’’ BT dan 02o43’15’’LS.

Posisi Pulau Yoop yang terletak di pintu masuk Kabupaten Teluk Wondama, menjadikannya sebagai suatu wilayah yang sangat strategis baik secara sosial, budaya maupun secara politik. Dalam pengelolaannya kawasan konservasi ini berada di bawah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah VI Windesi pada Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Ransiki Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Pulau Yoop berada dalam wilayah administrasi Distrik Windesi Kabupaten Teluk Wondama dan memiliki luas ± 1.100 ha. Dari Kota Manokwari dapat dijangkau dengan menggunakan speedboat ± 6 jam perjalanan namun yang perlu diperhatikan dalam perjalanan menuju ke Pulau Yoop adalah masalah cuaca dan gelombang laut, karena perjalanan laut sangat tergantung pada dua faktor tersebut. Selama perjalanan, pengunjung dapat menikmati keindahan gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang Teluk Cenderawasih.

berikut potret invesntarisasi kawasan diambil dari (astekita).

 Kondisi awal Titik Referensi di dekat Kampung Sima, SPTN Wilayah I Kwatisore
Kondisi awal Titik Referensi di dekat Kampung Sima, SPTN Wilayah I Kwatisore
Plat Titik Referensi TN 3408–Hamuku
Plat Titik Referensi TN 3408–Hamuku
Tiitik Referensi Pulau Anggromeos
Tiitik Referensi Pulau Anggromeos