THE MAHUZES (English Subtitles)

0
94

Since joining Indonesia officially in 1969, there were only seven oil palm companies in Papua until 2005. But in 2014 the number jumped to 21 companies, with another 20 companies is gearing up to start their operation.

In the midst of fierce conflicts between oil palm industry and indigenous peoples, central government in Jakarta launched one million hectares rice fields program known as Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE).
The idea is to create Papua as centre for export oriented food and energy production. This remind us to Dutch colonial ‘cultuur stelsel’ (1840-1870) program, where Java and Sumatra’s land was turned into plantations for the world’s popular commodities like sugarcane, coffee, and rubber.What will happen to Papua people, a hunting and gathering community who rely their lives by consuming sago from the forest? What will the consequences to the forest of their hunting ground and source of economy?
This documentary is part of Ekspedisi Indonesia Biru series. Product by WatchdoC Indonesia.

Sejak resmi bergabung dengan Indonesia tahun 1969, sampai tahun 2005, di Papua baru ada tujuh perusahaan kelapa sawit. Namun tahun 2014 jumlahnya telah mencapai 21 perusahaan, dengan 20 perusahaan lainnya dalam tahap siap beroperasi. Di tengah konflik sengit antara industri kelapa sawit dan masyarakat adat itulah, Jakarta kembali meluncurkan program sawah satu juta hektar, yang menjadi rangkaian dari apa yang disebut Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). Idenya adalah menjadikan Papua sebagai lumbung pangan (beras) dan energi untuk kepentingan ekspor. Mengingatkan kita pada ‘cultuur stelsel’ (1840-1870) di masa kolonial Belanda, di mana Jawa dan Sumatra dijadikan lahan perkebunan komoditi primadona dunia, seperti tebu, kopi, dan karet. Apa yang terjadi pada orang Papua yang mengonsumsi sagu dan hidup sebagai masyarakat peramu? Bagaimana pula dampaknya terhadap hutan sebagai ladang perburuan dan basis ekonomi mereka? Dokumenter ini adalah bagian dari rangkaian Ekspedisi Indonesia Biru, produksi WatchdoC Indonesia.