Kampung Nifasi Dalam RAN Bisnis dan HAM

1
78

Ketimpangan penguasaan tanah oleh korporasi sempat di soroti Komnas HAM beberapa waktu lalu, terkait penguasaan 5 juta ha lahan oleh Grup Sinarmas. Tema itupun kembali muncul dalam peluncuran Rencana Aksi Nasional (RAN) Bisnis dan HAM, Jumat (16/06) di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta.

Acara yang digelar Komnas HAM bekerjasama dengan Elsam tersebut, banyak persoalkan korporasi dalam memenuhi hak di internal dan eksternalnya. Pemenuhan hak pekerja di lingkungan korporasi dan menghormati hak atas tanah ulayat, dalam pandangan Komnas HAM masih jauh dari harapan.

Komisioner Komnas HAM, Nurcholis dalam sambutannya menyebut, bahwa yang berkuasa di negeri ini adalah korporasi. Dengan kekuatan modal yang mereka miliki, dan mudahnya akses terhadap pemangku kebijakan, menjadikan Negara sangat rentan dikendalikan oleh korporasi.

Dalam kesempatan sama, Robertino Hanebora dari perwakilan suku Yerisiam Goa, Nabire, Papua, menyampaikan bagaimana korporasi beroperasi diwilayahnya. Kini, ia bersama masyarakat Yerisiam berjuang mempertahankan dusun sagu dari cengkraman perkebunan sawit PT Nabire Baru dan menggalang solidaritas untuk suku Wate, Nifasi dari ancaman pertambangan.

Simak Pers Rilisnya :Siaran Pers Nifasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here