Aparat Brutal, Keroyok Pelajar di Wasior

0
258

Rabu (11 Oktober 2017) pagi hari, Yunus Manaruri, Pelajar Kelas X, SMUN 01 Wondama, berkendara motor dari Rado menuju sekolah. Hari nahas, Yunus tidak memiliki surat izin mengendara dicegat petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas), lokasinya tidak jauh dari sekolah.

Petugas Polantas mengambil kunci motor. Yunus meminta kembali kunci, “Saya minta beliau kembalikan kunci, karena kunci lemari ada didalam jok motor. Ketika kunci sudah ditangan, saya langsung hidupkan motor untuk lari sekolah namun, beliau menahan  belakang jok motor dan saya jatuh  kedalam parit”, cerita Yunus.

Setelah bangun dari parit, Yunus yang kesakitan meninju petugas Polantas. Petugas banyak  disitu ramai-ramai membalas, mendorong paksa Yunus ke dalam Kios, lalu mengeroyok, memukul dan menendang secara brutal, hingga Yunus tidak menyadarkan diri.

Korban Yunus diangkut ke mobil menuju Kantor Polres Teluk Wondama di Isei (Distrik Rasiei). Dalam perjalanan, petugas Polres di mobil memukul wajah korban dan mem foto dengan HP, terjadi beberapa kali. Saat diruang jaga, aparat Polres juga bertindak melakukan pemukulan Yunus. Petugas lain dengan menggunakan cincin batu akik memukul bagian kepala korban sehingga mengakibatkan bagian dahi kepala bengkak.

“Mereka ancam saya, katanya kaya-kaya begini  bagus bawah  ke lapangan tembak  dan tembak kasi mati kemudian saya disuruh angka tangan ke atas meja dan  ada anggota mengatakan akan memotong tangan saya dengan sangkur”, cerita Yunus.

Korban Yunus mengalami penyiksaan saat ditahan, “Petugas memukul saya dengan gagang sapu dari pipa besi dan membuat kepala saya luka, gagang sapu tersebut bengkok. Anggota lain menyuruh saya duduk merapat dekat pintu sel, lalu ia menendang rahang saya dengan sepatu. Saya masih rasa sakit dirahang. Ada juga petugas menikam kepala saya dengan gagang sapu, saya disiksa dipukul dengan menggunakan selang air hingga tangan saya bengkak, saya juga disuruh push up dan loncat jumping jack dalam sel”, ungkap Yunus.

Saat ini, korban merasakan kesakitan diseluruh badan, pinggang sakit, mata bengkak, gangguan pendengaran, bibir pecah mengeluarkan darah, hidung bengkak dan susah bernafas. Susah tidur dan makan, tenggorokan dan rahang terasa sakit.

Yunus masih dalam keadaan sakit serius, keluarga hanya melakukan pengobatan tradisional berupa daun-daun. Pemerintah dan aparat kepolisian setempat belum ada tanggapan.

Ank, Okt 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here