Ketua Klasis GKI Sorong: Jaga Tanah dan Hutan

1
270

Sorong – (27 Okt 2017), Ketua Klasis GKI Sorong, Pdt. Isak Samuel Kwaktolo, S.Th, dalam sambutannya pada acara Seminar Sehari di Kampung Klayili, dalam rangka HUT Pekabaran Injil di tanah Papua yang ke 61, mengatakan, “Masyarakat harus menjaga tanah dan hutan, karena ini menjadi persoalan besar dengan adanya kasus perampasan hak-hak pribumi orang asli Papua”, kata Pdt. Isak Samuel Kwaktolo.

Acara seminar ini diikuti ratusan warga jemaat GKI Elim Kampung Klayili, Jemaat Bethel Kampung Malalis, Pos Pelayanan Eden Kampung Klasuat, Pos Pelayanan Viadolorosa Kampung Malawer, Pos Pelayanan Rafidin Kampung Kwakeik dan Pos Pelayanan Abalyuk Kampung Malasagun

Pdt. Isak Samuel Kwaktolo menjelaskan hutan bagi masyarakat adat Papua adalah ibu, hutan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Jika hutan hilang akan berdampak pada kehidupan Orang Papua, khususnya Suku Moi di Sorong, secara luas berdampak terjadinya pemanasan global.

“Saya sebagai pendeta GKI dan sebagai orang Moi, sudah melihat bagaimana kota Sorong sudah menjadi contoh hutannya tidak ada dan pengrusakan lingkungan dimana-mana, karenanya kalau datang hujan kota Sorong banjir dimana-mana, panas debu dimana-mana, maka kami harus perlu menyuarakan ini ke Kabupaten Sorong agar hutan dilindungi dan dijaga. Pemerintah harus melindungi hak asasi manusia Papua di atas tanahnya sekaligus melindungi hutan mereka”, ungkap Pdt. Isak Samuel Kwaktolo.

Pdt. Isak Samuel Kwaktolo juga menyampaikan agar masyarakat tidak menjual tanah dan hutan, karena kalau dijual sama dengan menjual harga dirimu sendiri. Pdt. Isak Samuel Kwaktolo menyesalkan masyarakat adat sebagai pemilik hak atas tanah telah mengorbankan lahan tanah  untuk perkebunan kelapa sawit, ini kerugian Suku Moi yang identik dengan peramu dan hidup tergantung pada hutan serta dusun sagu.

“Kalau hari ini hutan di bongkar bagaimana nanti ke depan, generasi ini akan habis, generasi berikut akan susah, tanpa sadar kita generasi sekarang menciptakan kemiskinan untuk mereka generaso mendatang”, ungkap Pdt. Isak Samuel Kwaktolo.

Komitmen gereja adalah menyuarakan permasalahan ini kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selamatkan hutan hari ini. Gereja juga akan suarakan ini melalui KPKC bagian hukum tingkat Klasis GKI Sorong untuk perlindungan hutan dan masyarakat adat. Pdt. Isak Samuel Kwaktolo mengajak kepada Saya mahasiswa, pemuda dan pemudi Suku Moi, untuk buat pergerakan melindungi hutan dan tidak lagi menjual tanah.

Giqwo, Nop 2017