Pemuda Moi Menjaga Alam

0
3265

Malam ini (02 Maret 2018), saya dan beberapa pemuda dari Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat, berkesempatan menyaksikan penyu naik untuk bertelur ke pinggir pantai di Kampung Malaumkarta. Momen begini termasuk langka ditemukan.
Kemunculan penyu-penyu dikarenakan aksi konservasi Pemuda Moi untuk melindungi penyu. Mereka tidak lagi menangkap dan mengkonsumsi daging penyu. Mereka hanya menangkar dan merawat tempat penyu bertelur. Ada delapan titik tempat penyu bertelur di Maleumkarta sejak awal tahun 2018.
Menurut Robert Kalami, ketua kelompok pemuda di Malaumkarta, “Sejak tahun 2017 lalu, pemuda suku Moi asal Kampung Malaumkarta, Sawatur, Malagufuk, Kalalouk dan Mibi, menyepakati dan melakukan aktivitas penangkaran dan pelestarian penyu. Sampai akhir 2017 lalu, sudah 2000 tukik anakan penyu yang dilepaskan kembali ke laut”, ungkap Robert.
Dahulu, Kampung Malaumkarta terkenal penghasil daging dan telur penyu. Ada empat jenis penyu didaerah ini yakni Penyu Hijau, Penyu Belimbing, Penyu Sisik dan Penyu Lekang. Tapi kini, hanya ada dua jenis penyu tersisa yakni penyu belimbing dan penyu Hijau. Lainnya hilang, karena ditenggarai penyebabnya adalah tingginya konsumsi daging dan telur penyu.
“Kami berharap masyarakat adat Moi dan Kepala Suku Besar Moi dapat mendukung kegiatan kami untuk menjaga dan melindungi alam, termasuk binatang penyu”, kata Kalami.
Jika program menjaga alam berjalan baik, maka besar kemungkinan kita akan melihat kembali penyu belimbing dan penyu hijau pada 10 tahun mendatang.

Giqwo, 09 Maret 2018