Oleh: Binsar ritonga ( LMAL )

Menjelang Pilkada Aceh ini banyak proyek fisik seperti pelebaran jalan proyek APBA (Pemenang Proyek Haji To, sebutan untuk pengusaha), pembangunan tanggul sungai krueng Teunom mulai berjalan APBA 2011, serta perbaikan jalan lama Teunom – Meulaboh oleh PT.WASKITA (BUMN) yang memberikan rangsangan bagi para kontraktor material di Aceh jaya dan Aceh Barat. Kebutuhan material untuk jalan diperlukan material batu olahan sampai dengan 600.000 kubik, belum tanah timbun, pasir, dan lain-lain.

Gara-gara kontrak bisnis material ini, sudah terjadi kontak fisik lebih dari 3 kali di Aceh barat menyangkut mengenai kontrak pengadaan material yang diberikan kepada mantan Kombantan GAM di Aceh Barat. Aparat militer (KODIM ) dan Brimob juga bermain di arena ini, dalam bisnis keamanan dan pengadaan material. Dominasi permainan semuanya dikuasai oleh Pengusaha yang di back up (pendukung) mantan-mantan kombantan GAM untuk masalah pengadaan Material dan Transportasi.

Di masyarakat sendiri wacana PILKADA masih seperti biasa dan masyarakat bosan dan jenuh membahas mengenai PILKDA, beda halnya ditingkat politisi semakin panas dengan tidak mendaftarnya calon PA (Partai Aceh) pada pilkada kali ini, bukan hanya itu rumor dari Panglima GAM Muzakir Manaf, ada peluang konflik terjadi lagi sehingga menciptakan ketakutan dan trauma  di masyarakat. Isu politik ini ramai dibicarakan di warung kopi dan tempat umum lainnya.

Sudah ada  kasus pembunuhan misterius di kalangan kombantan pro dan kontra independent. Selain itu kejadian pemukulan Khatib jumat di Kabupaten Pidie, memberikan rasa trauma dimana tidak ada tindakan apa-apa kepada DPRK asal PA tersebut membuktikan trauma dimasyarakat pasca konflik belum hilang, Teror dan kekerasan berupa ancaman masih sering terjadi dibeberapa tempat khususnya didaerah Pucok (perbukitan) yang merupakan basis perjuangan Mantan GAM. Hal itu membuat masyarakat sudah jenuh dan malas untuk memilih siapa calon pemimpin mereka.

Beberapa kutipan seperti Wawancara dengan Pemuda, dan Staff Desa Alue Krueng (namanya kami tidak sebutkan disini)

Bagaimana situasi terkini menjelang PILKADA Aceh?

Oh ya, boleh kalau sekarang masyarakat Teunom banyak diam karena takut untuk bicara, karena kalau terlalu banyak bicara kita bisa hilang. Mereka tidak seperti dulu lagi mereka sudah seperti Tuhan saja.

Sikap masyarakat terhadap PILKADA saat ini bagaimana?

Biasa saja, cuek saja, suka-suka mereka sajalah (Partai Aceh/Kombantan) mereka sudah kelewatan dan suka pakai kekerasan. Tidak usah pikir politik, bisa makan dan punya modal sudah bersyukur, siapapun yang memimpin tidak ada perubahan saya jamin, tak akan ada perubahan.

Apa ada harapan masyarakat soal Pemimpin yang amanah, yang mendukung rakyat dan pro terhadap lingkungan?

Kita semua pingin harapan itu, tapi itu sulit terwujud kalau mereka masih hanya bisa janji dan bisa bicara dan demi kelompok mereka saja.

Maksudnya kelompok bagaimana Pak?

Ya kelompok mereka lah, sekarangkan banyak kelompok dan organisasi baru yang premanisme. Nyatanya semua proyek fisik di Aceh Jaya dikuasai oleh Kombantan dan Preman, mereka itu orang-orangnya Bupati, susah kita bergerak ya kita hanya bisa nonton paling bisa jaga beco. Yang banyak uang tetap mereka. Nah organisasi kemotoran (Organda) itu lagi sama saja kayak FORKAB itu semua mainan pemerintah dan militer mereka pakai mantan Kombantan didepan. Ujung-ujungnya dibelakang mereka main proyek juga, jadi susah ada perubahan kalau disemuanya masih mereka-mereka juga tak akan ada perubahan.

Apa ada isu baru dikampung menjelang pilkada ini pak?

Oh ya, sekarang Keuchik sudah ada yang hebat, di Tuwikareng dan beberapa Keuchik sudah ada yang mau menawarkan tanah transmigran seluas 7.000 hektar bersertifikat akan ditawarkan untuk dibeli Perusahan Perkebunan PT. Trans Corp dengan harga Rp. 4.000.000 per hektar.

 

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Oleh: Binsar ritonga ( LMAL )

    Menjelang Pilkada Aceh ini banyak proyek fisik seperti pelebaran jalan proyek APBA (Pemenang Proyek Haji To, sebutan untuk pengusaha), pembangunan tanggul sungai krueng Teunom mulai berjalan APBA 2011, serta perbaikan jalan lama Teunom – Meulaboh oleh PT.WASKITA (BUMN) yang memberikan rangsangan bagi para kontraktor material di Aceh jaya dan Aceh Barat. Kebutuhan material untuk jalan diperlukan material batu olahan sampai dengan 600.000 kubik, belum tanah timbun, pasir, dan lain-lain.

    Gara-gara kontrak bisnis material ini, sudah terjadi kontak fisik lebih dari 3 kali di Aceh barat menyangkut mengenai kontrak pengadaan material yang diberikan kepada mantan Kombantan GAM di Aceh Barat. Aparat militer (KODIM ) dan Brimob juga bermain di arena ini, dalam bisnis keamanan dan pengadaan material. Dominasi permainan semuanya dikuasai oleh Pengusaha yang di back up (pendukung) mantan-mantan kombantan GAM untuk masalah pengadaan Material dan Transportasi.

    Di masyarakat sendiri wacana PILKADA masih seperti biasa dan masyarakat bosan dan jenuh membahas mengenai PILKDA, beda halnya ditingkat politisi semakin panas dengan tidak mendaftarnya calon PA (Partai Aceh) pada pilkada kali ini, bukan hanya itu rumor dari Panglima GAM Muzakir Manaf, ada peluang konflik terjadi lagi sehingga menciptakan ketakutan dan trauma  di masyarakat. Isu politik ini ramai dibicarakan di warung kopi dan tempat umum lainnya.

    Sudah ada  kasus pembunuhan misterius di kalangan kombantan pro dan kontra independent. Selain itu kejadian pemukulan Khatib jumat di Kabupaten Pidie, memberikan rasa trauma dimana tidak ada tindakan apa-apa kepada DPRK asal PA tersebut membuktikan trauma dimasyarakat pasca konflik belum hilang, Teror dan kekerasan berupa ancaman masih sering terjadi dibeberapa tempat khususnya didaerah Pucok (perbukitan) yang merupakan basis perjuangan Mantan GAM. Hal itu membuat masyarakat sudah jenuh dan malas untuk memilih siapa calon pemimpin mereka.

    Beberapa kutipan seperti Wawancara dengan Pemuda, dan Staff Desa Alue Krueng (namanya kami tidak sebutkan disini)

    Bagaimana situasi terkini menjelang PILKADA Aceh?

    Oh ya, boleh kalau sekarang masyarakat Teunom banyak diam karena takut untuk bicara, karena kalau terlalu banyak bicara kita bisa hilang. Mereka tidak seperti dulu lagi mereka sudah seperti Tuhan saja.

    Sikap masyarakat terhadap PILKADA saat ini bagaimana?

    Biasa saja, cuek saja, suka-suka mereka sajalah (Partai Aceh/Kombantan) mereka sudah kelewatan dan suka pakai kekerasan. Tidak usah pikir politik, bisa makan dan punya modal sudah bersyukur, siapapun yang memimpin tidak ada perubahan saya jamin, tak akan ada perubahan.

    Apa ada harapan masyarakat soal Pemimpin yang amanah, yang mendukung rakyat dan pro terhadap lingkungan?

    Kita semua pingin harapan itu, tapi itu sulit terwujud kalau mereka masih hanya bisa janji dan bisa bicara dan demi kelompok mereka saja.

    Maksudnya kelompok bagaimana Pak?

    Ya kelompok mereka lah, sekarangkan banyak kelompok dan organisasi baru yang premanisme. Nyatanya semua proyek fisik di Aceh Jaya dikuasai oleh Kombantan dan Preman, mereka itu orang-orangnya Bupati, susah kita bergerak ya kita hanya bisa nonton paling bisa jaga beco. Yang banyak uang tetap mereka. Nah organisasi kemotoran (Organda) itu lagi sama saja kayak FORKAB itu semua mainan pemerintah dan militer mereka pakai mantan Kombantan didepan. Ujung-ujungnya dibelakang mereka main proyek juga, jadi susah ada perubahan kalau disemuanya masih mereka-mereka juga tak akan ada perubahan.

    Apa ada isu baru dikampung menjelang pilkada ini pak?

    Oh ya, sekarang Keuchik sudah ada yang hebat, di Tuwikareng dan beberapa Keuchik sudah ada yang mau menawarkan tanah transmigran seluas 7.000 hektar bersertifikat akan ditawarkan untuk dibeli Perusahan Perkebunan PT. Trans Corp dengan harga Rp. 4.000.000 per hektar.

     

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on