Jum’at, 02 Maret 2012

SMART Terima Kredit Bank Mandiri, Bakrie Perkuat Riset

Jakarta, Kompas – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk menambah lahan baru perkebunan kelapa sawit tahun ini seluas 20.000-30.000 hektar. Saat ini, luas perkebunan kelapa sawit SMART sekitar 460.000 hektar, yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

”Kami akan fokus di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” kata Chief Executive Officer PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) Susanto seusai penandatanganan kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jakarta, Kamis (1/3).

Rencana ekspansi itu, di antaranya, ke wilayah Kalimantan Barat seluas 10.000 hektar, Kalimantan Tengah seluas 5.000 hektar, Kalimantan Selatan seluas 2.000 hektar, dan sisanya wilayah Sumatera. Penyiapan lahan sampai dengan siap produksi membutuhkan biaya sebesar Rp 45 juta per hektar, yang memakan waktu sekitar empat tahun.

Dengan demikian, untuk ekspansi tahun ini, dana yang dibutuhkan SMART sekitar Rp 900 miliar-Rp 1,35 triliun. Sekitar 35 persen dana berasal dari modal perusahaan dan 65 persen menggunakan kredit bank. Selain memperluas lahan perkebunan, tambah Susanto, tahun ini SMART juga berencana menambah kapasitas olah kelapa sawit dari 1,5 juta ton menjadi 2,6 juta ton.

Kemarin, Bank Mandiri mengucurkan kredit Rp 189 miliar berupa Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan. Kredit diberikan kepada empat koperasi binaan Sinar Mas Grup, yakni Koperasi Mitra Puyang Gana, Mitra Bintang Moga, Mitra Cipta Sejahtera, dan Reantakam, yang anggotanya 1.700 petani.

Kredit itu untuk membangun kebun plasma seluas 3.422 hektar. Susanto berharap kredit sudah dapat diterima pada bulan Maret ini sehingga penyiapan lahan dapat selesai tepat waktu.

Direktur Perbankan Komersial dan Bisnis Bank Mandiri Sunarso menyampaikan, setiap petani akan menerima kredit Rp 90 juta, dengan bunga sekitar 5 persen di atas suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan.

Kerja sama riset

Selain SMART, bisnis kelapa sawit dan karet yang kian prospektif membuat PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, yang mengembangkan 124.734 hektar perkebunan di Sumatera dan Kalimantan, terus memperkuat riset. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, lewat Bakrie Agriculture Research Institute, bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan Pusat Penelitian Karet Sungai Putih di Medan, Sumatera Utara. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan peran Bakrie Agriculture Research Institute sebagai unit kerja yang produktif mengkaji dan menemukan paket teknologi terbaru yang aplikatif bagi perseroan.

Presiden Direktur PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Ambono Janurianto mengatakan, tantangan industri perkebunan kelapa sawit dan karet semakin berat. Indonesia harus memperkuat riset perkebunan agar tidak tertinggal dalam 10 tahun mendatang. Sejak berdiri 22 Juli 2011, Bakrie Agriculture Research Institute meneliti agronomi dan perlindungan tanaman dari hama, bekerja sama dengan lembaga penelitian pertanian Perancis, Cirad. (IDR/HAM)

http://cetak.kompas.com/read/2012/03/02/04463397/.lahan.sawit.makin.luas

 

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jum’at, 02 Maret 2012

    SMART Terima Kredit Bank Mandiri, Bakrie Perkuat Riset

    Jakarta, Kompas – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk menambah lahan baru perkebunan kelapa sawit tahun ini seluas 20.000-30.000 hektar. Saat ini, luas perkebunan kelapa sawit SMART sekitar 460.000 hektar, yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

    ”Kami akan fokus di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” kata Chief Executive Officer PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) Susanto seusai penandatanganan kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jakarta, Kamis (1/3).

    Rencana ekspansi itu, di antaranya, ke wilayah Kalimantan Barat seluas 10.000 hektar, Kalimantan Tengah seluas 5.000 hektar, Kalimantan Selatan seluas 2.000 hektar, dan sisanya wilayah Sumatera. Penyiapan lahan sampai dengan siap produksi membutuhkan biaya sebesar Rp 45 juta per hektar, yang memakan waktu sekitar empat tahun.

    Dengan demikian, untuk ekspansi tahun ini, dana yang dibutuhkan SMART sekitar Rp 900 miliar-Rp 1,35 triliun. Sekitar 35 persen dana berasal dari modal perusahaan dan 65 persen menggunakan kredit bank. Selain memperluas lahan perkebunan, tambah Susanto, tahun ini SMART juga berencana menambah kapasitas olah kelapa sawit dari 1,5 juta ton menjadi 2,6 juta ton.

    Kemarin, Bank Mandiri mengucurkan kredit Rp 189 miliar berupa Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan. Kredit diberikan kepada empat koperasi binaan Sinar Mas Grup, yakni Koperasi Mitra Puyang Gana, Mitra Bintang Moga, Mitra Cipta Sejahtera, dan Reantakam, yang anggotanya 1.700 petani.

    Kredit itu untuk membangun kebun plasma seluas 3.422 hektar. Susanto berharap kredit sudah dapat diterima pada bulan Maret ini sehingga penyiapan lahan dapat selesai tepat waktu.

    Direktur Perbankan Komersial dan Bisnis Bank Mandiri Sunarso menyampaikan, setiap petani akan menerima kredit Rp 90 juta, dengan bunga sekitar 5 persen di atas suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan.

    Kerja sama riset

    Selain SMART, bisnis kelapa sawit dan karet yang kian prospektif membuat PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, yang mengembangkan 124.734 hektar perkebunan di Sumatera dan Kalimantan, terus memperkuat riset. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, lewat Bakrie Agriculture Research Institute, bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan Pusat Penelitian Karet Sungai Putih di Medan, Sumatera Utara. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan peran Bakrie Agriculture Research Institute sebagai unit kerja yang produktif mengkaji dan menemukan paket teknologi terbaru yang aplikatif bagi perseroan.

    Presiden Direktur PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Ambono Janurianto mengatakan, tantangan industri perkebunan kelapa sawit dan karet semakin berat. Indonesia harus memperkuat riset perkebunan agar tidak tertinggal dalam 10 tahun mendatang. Sejak berdiri 22 Juli 2011, Bakrie Agriculture Research Institute meneliti agronomi dan perlindungan tanaman dari hama, bekerja sama dengan lembaga penelitian pertanian Perancis, Cirad. (IDR/HAM)

    http://cetak.kompas.com/read/2012/03/02/04463397/.lahan.sawit.makin.luas

     

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on