Konflik Mesuji

Bandar Lampung, Kompas – Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF kasus Mesuji menemukan indikasi maraknya calo atau spekulan tanah di balik konflik di hutan Register 45, Mesuji, Lampung. Calo-calo ini dari beragam pihak, seperti tokoh adat, kepala desa, dan politikus.

Hal itu diungkapkan Tisnanta, anggota TGPF demisioner asal Lampung, Kamis (8/3), mengomentari soal penangkapan Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang Wan Mauli oleh polisi terkait tuduhan menipu dan menjualbelikan tanah di kawasan Register 45.

Indikasi maraknya spekulan tanah ini merupakan salah satu hasil investigasi TGPF di lapangan selama Desember 2011-Februari 2012. ”Di sana (Register 45, Mesuji) ada korban, warga yang menumpang hidup, dan juga calo spekulan tanah. Situasinya cukup kompleks,” tuturnya.

Jumlah spekulan tanah ini cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah di Register 45 yang kini diduduki sejumlah pendatang. Sejak kasusnya mencuat pada akhir tahun lalu, hingga kini ada 7.850 warga menduduki 11 titik di kawasan hutan produksi seluas 43.100 hektar itu.

Menurut dia, carut-marutnya pengelolaan kawasan hutan juga terjadi di wilayah hutan produksi terbatas yang lainnya di Lampung, yaitu di Register 43b (Lampung Barat) dan hutan Register 44b (Way Kanan). Di kawasan hutan produksi itu ditengarai kerap terjadi praktik sewa lahan oleh pengelola kawasan.

Kementerian Kehutanan harus turun langsung mengatasi carut-marut pengelolaan hutan itu sesuai yang direkomendasikan TGPF. ”Jadi, hal mendasar bukan pada ditangkapnya Wan Mauli. Dia hanya bertanggung jawab di satu titik saja, yaitu di (wilayah) Tugu Roda. Di depan dan belakang masih ada pihak lainnya,” ujar Tisnanta.

Soal kasus jual beli tanah dan penipuan di hutan Register 45, Mesuji, menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Yohanes Widada, sudah diperiksa 20 saksi. Kemungkinan ada tersangka lain. (jon)

sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/03/09/02463530/tgpf.akui.ada.calo.tanah

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Konflik Mesuji

    Bandar Lampung, Kompas – Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF kasus Mesuji menemukan indikasi maraknya calo atau spekulan tanah di balik konflik di hutan Register 45, Mesuji, Lampung. Calo-calo ini dari beragam pihak, seperti tokoh adat, kepala desa, dan politikus.

    Hal itu diungkapkan Tisnanta, anggota TGPF demisioner asal Lampung, Kamis (8/3), mengomentari soal penangkapan Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang Wan Mauli oleh polisi terkait tuduhan menipu dan menjualbelikan tanah di kawasan Register 45.

    Indikasi maraknya spekulan tanah ini merupakan salah satu hasil investigasi TGPF di lapangan selama Desember 2011-Februari 2012. ”Di sana (Register 45, Mesuji) ada korban, warga yang menumpang hidup, dan juga calo spekulan tanah. Situasinya cukup kompleks,” tuturnya.

    Jumlah spekulan tanah ini cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah di Register 45 yang kini diduduki sejumlah pendatang. Sejak kasusnya mencuat pada akhir tahun lalu, hingga kini ada 7.850 warga menduduki 11 titik di kawasan hutan produksi seluas 43.100 hektar itu.

    Menurut dia, carut-marutnya pengelolaan kawasan hutan juga terjadi di wilayah hutan produksi terbatas yang lainnya di Lampung, yaitu di Register 43b (Lampung Barat) dan hutan Register 44b (Way Kanan). Di kawasan hutan produksi itu ditengarai kerap terjadi praktik sewa lahan oleh pengelola kawasan.

    Kementerian Kehutanan harus turun langsung mengatasi carut-marut pengelolaan hutan itu sesuai yang direkomendasikan TGPF. ”Jadi, hal mendasar bukan pada ditangkapnya Wan Mauli. Dia hanya bertanggung jawab di satu titik saja, yaitu di (wilayah) Tugu Roda. Di depan dan belakang masih ada pihak lainnya,” ujar Tisnanta.

    Soal kasus jual beli tanah dan penipuan di hutan Register 45, Mesuji, menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Yohanes Widada, sudah diperiksa 20 saksi. Kemungkinan ada tersangka lain. (jon)

    sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/03/09/02463530/tgpf.akui.ada.calo.tanah

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on