Konferensi

Yogyakarta, Kompas – Wakil Presiden Boediono menyatakan, kekayaan alam bukan sumber utama kemajuan suatu bangsa. Sumber penting yang menentukan kemajuan bangsa ialah inovasi.

”Inovasi merupakan hasil daya kreasi warga bangsa itu. Jadi, kemampuan pikir menjadi penentu nasib dan masa depan bangsa,” ujar Boediono, Senin (19/3), di Bantul, Provinsi DI Yogyakarta.

Wapres mengatakan hal tersebut ketika membuka Konferensi Internasional Inovasi Berkelanjutan, di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim hadir dalam kesempatan itu.

Wapres mengingatkan, sebuah gagasan atau pemikiran tidak bisa disebut sebagai inovasi jika belum diadopsi serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ”Daya kreasi itu tidak mempunyai konsekuensi apa-apa apabila tidak diterjemahkan ke dalam karya-karya konkret,” katanya.

Wapres menyampaikan, untuk mendorong inovasi agar meningkat pesat, perlu dibuat sistem insentif. Insentif ini nanti selalu diberikan kepada pemikiran-pemikiran yang diperkirakan berujung pada inovasi yang berkelanjutan.

Boediono juga mengingatkan agar inovasi didorong dalam kerangka atau arah tertentu. Proses inovasi tanpa arah sebenarnya menyerahkan proses inovasi kepada pasar.

Dengan demikian, invensi atau penemuan hanya akan diadopsi, menjadi inovasi, jika memberikan keuntungan ekonomis bagi mereka yang mengadopsinya. ”Menyerahkan sepenuhnya kepada proses seleksi pasar tidaklah benar jika kita menginginkan kemajuan yang berlanjut, yang sustainable,” tutur Boediono.

Alasannya, pasar cenderung tidak memiliki visi jangka panjang. ”Jadi harus ada institusi yang dengan jernih menyusun rencana jangka panjang, dan melaksanakannya,” ujar Wapres.

Din Syamsuddin mengatakan, kemajuan suatu bangsa ditentukan kemajuan ekonomi. ”Kemajuan ekonomi ini tidak hanya ditentukan sumber daya alam, tetapi juga teknologi berbasis industri. Ini memerlukan inovasi berkelanjutan,” katanya.

Dalam konteks itu, menurut Din, pendidikan memegang peranan penting untuk menghasilkan manusia yang bisa menciptakan inovasi. (Ato)

sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/03/20/05202163/wapres.kekayaan.alam.bukan.sumber.kemajuan

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Konferensi

    Yogyakarta, Kompas – Wakil Presiden Boediono menyatakan, kekayaan alam bukan sumber utama kemajuan suatu bangsa. Sumber penting yang menentukan kemajuan bangsa ialah inovasi.

    ”Inovasi merupakan hasil daya kreasi warga bangsa itu. Jadi, kemampuan pikir menjadi penentu nasib dan masa depan bangsa,” ujar Boediono, Senin (19/3), di Bantul, Provinsi DI Yogyakarta.

    Wapres mengatakan hal tersebut ketika membuka Konferensi Internasional Inovasi Berkelanjutan, di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim hadir dalam kesempatan itu.

    Wapres mengingatkan, sebuah gagasan atau pemikiran tidak bisa disebut sebagai inovasi jika belum diadopsi serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ”Daya kreasi itu tidak mempunyai konsekuensi apa-apa apabila tidak diterjemahkan ke dalam karya-karya konkret,” katanya.

    Wapres menyampaikan, untuk mendorong inovasi agar meningkat pesat, perlu dibuat sistem insentif. Insentif ini nanti selalu diberikan kepada pemikiran-pemikiran yang diperkirakan berujung pada inovasi yang berkelanjutan.

    Boediono juga mengingatkan agar inovasi didorong dalam kerangka atau arah tertentu. Proses inovasi tanpa arah sebenarnya menyerahkan proses inovasi kepada pasar.

    Dengan demikian, invensi atau penemuan hanya akan diadopsi, menjadi inovasi, jika memberikan keuntungan ekonomis bagi mereka yang mengadopsinya. ”Menyerahkan sepenuhnya kepada proses seleksi pasar tidaklah benar jika kita menginginkan kemajuan yang berlanjut, yang sustainable,” tutur Boediono.

    Alasannya, pasar cenderung tidak memiliki visi jangka panjang. ”Jadi harus ada institusi yang dengan jernih menyusun rencana jangka panjang, dan melaksanakannya,” ujar Wapres.

    Din Syamsuddin mengatakan, kemajuan suatu bangsa ditentukan kemajuan ekonomi. ”Kemajuan ekonomi ini tidak hanya ditentukan sumber daya alam, tetapi juga teknologi berbasis industri. Ini memerlukan inovasi berkelanjutan,” katanya.

    Dalam konteks itu, menurut Din, pendidikan memegang peranan penting untuk menghasilkan manusia yang bisa menciptakan inovasi. (Ato)

    sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/03/20/05202163/wapres.kekayaan.alam.bukan.sumber.kemajuan

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on