KEHUTANAN

Jakarta, Kompas – Bisnis pangan dan energi terbarukan di kawasan hutan akan menjadi primadona investor. Bisnis ini semakin prospektif karena kenaikan permintaan akibat penambahan populasi membutuhkan lebih banyak pasokan pangan dan energi.

Sekjen Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto di Jakarta, Rabu (4/4), mengatakan, investasi hutan tanaman, biomassa, dan tanaman sumber energi terbarukan di hutan tanaman rakyat kian prospektif. Pemerintah sudah menyediakan lahan hutan yang rusak bagi investor yang ingin menanam tanaman pangan atau energi terbarukan.

Negara maju juga mengembangkan insentif bagi produksi biomassa untuk kebutuhan energi mereka. Indonesia bisa meraih peluang memanfaatkan hutan rusak seluas 35,4 juta hektar.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kini memprioritaskan investasi kehutanan untuk kebutuhan pangan dan energi terbarukan. Kementerian Kehutanan mempermudah perizinan untuk investasi pembangkit listrik mikrohidro dan geotermal.

Untuk mendekatkan potensi bisnis dan investor, Kementerian Kehutanan kembali menggelar pameran Indogreen Forestry 2012 di Balai Sidang Jakarta, Kamis (5/4) hingga Minggu (8/4).

Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Kehutanan Sumarto Suharno menjelaskan, pameran diikuti 125 peserta dengan target 17.000 pengunjung. Menhut akan membuka pameran. Pameran bertema ”Green Growth Economy Toward 2020” akan memaparkan investasi seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. (ham)

sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/04/05/03485878/bisnis.pangan.dan.energi.prospektif

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    KEHUTANAN

    Jakarta, Kompas – Bisnis pangan dan energi terbarukan di kawasan hutan akan menjadi primadona investor. Bisnis ini semakin prospektif karena kenaikan permintaan akibat penambahan populasi membutuhkan lebih banyak pasokan pangan dan energi.

    Sekjen Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto di Jakarta, Rabu (4/4), mengatakan, investasi hutan tanaman, biomassa, dan tanaman sumber energi terbarukan di hutan tanaman rakyat kian prospektif. Pemerintah sudah menyediakan lahan hutan yang rusak bagi investor yang ingin menanam tanaman pangan atau energi terbarukan.

    Negara maju juga mengembangkan insentif bagi produksi biomassa untuk kebutuhan energi mereka. Indonesia bisa meraih peluang memanfaatkan hutan rusak seluas 35,4 juta hektar.

    Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kini memprioritaskan investasi kehutanan untuk kebutuhan pangan dan energi terbarukan. Kementerian Kehutanan mempermudah perizinan untuk investasi pembangkit listrik mikrohidro dan geotermal.

    Untuk mendekatkan potensi bisnis dan investor, Kementerian Kehutanan kembali menggelar pameran Indogreen Forestry 2012 di Balai Sidang Jakarta, Kamis (5/4) hingga Minggu (8/4).

    Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Kehutanan Sumarto Suharno menjelaskan, pameran diikuti 125 peserta dengan target 17.000 pengunjung. Menhut akan membuka pameran. Pameran bertema ”Green Growth Economy Toward 2020” akan memaparkan investasi seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. (ham)

    sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/04/05/03485878/bisnis.pangan.dan.energi.prospektif

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on