Sabtu, 14 April 2012 | 01:20
Seorang anak kecil menaiki seekor Gajah Sumatera terlatih dengan diawasi seorang pawang saat mengelilingi hutan di kawasan hutan wisata alam Taman Nasional Gunung Leuser di Tangkahan, Langkat, Sumut, selain berwisata alam hutan, para pengunjung juga bisa menikmati petualangan perjalanan keliling hutan dengan menunggangi gajah patroli yang telah dilatih (23/1/12). FOTO ANTARA/Septianda Perdana/ (sumber: FOTO ANTARA/Septianda Perdana)

Rawa Tripa merupakan habitat penting bagi satwa langka dilindungi, termasuk orangutan

Tim investigasi dari satgas REDD+ menemukan adanya pelanggaran terkait dengan laporan mengenai pembukaan lahan yang sistematis dan  terencana melalui pembakaran hutan di Rawa Tripa, di Kawasan Ekosistem  Leuser (KEL) dan berbatasan dengan Taman Nasional Leuser, Nangroe Aceh  Darussalam.

“Kejadian ini menimbulkan keprihatinan dan kegusaran masyarakat di dalam  dan di luar negeri. Hal ini didasari atas kesadaran mengenai peranan  penting pelestarian lahan gambut dalam mencegah bencana perubahan iklim  yang akan berakibat buruk bagi seluruh umat manusia,” kata Kuntoro Mangkusubroto, ketua Satgas REDD+,  dalam rilis resmi, Jumat (13/4).

Kuntoro  menambahkan bahwa Rawa Tripa merupakan habitat penting bagi satwa langka dilindungi, termasuk orangutan.

Laporan adanya pelanggaran tersebut diserahkan oleh masyarakat pada  akhir Maret lalu yang menyatakan bahwa kebakaran lahan yang terjadi di  wilayah PT Kalista Alam (PT KA) dan PT Surya Panen Subur 2 yang saling  bersebelahan karena aktivitas pembakaran.

“Dari pengamatan kasat mata, kebakaran tersebut terkesan dilakukan  secara teratur dan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem,” demikian temuan investigasi tersebut.

Penulis: Fidelis E. Satriastanti/Feriawan Hidayat
sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/42489-satgas-redd-temukan-pelanggaran-di-kawasan-rawa-tripa.html
Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sabtu, 14 April 2012 | 01:20
    Seorang anak kecil menaiki seekor Gajah Sumatera terlatih dengan diawasi seorang pawang saat mengelilingi hutan di kawasan hutan wisata alam Taman Nasional Gunung Leuser di Tangkahan, Langkat, Sumut, selain berwisata alam hutan, para pengunjung juga bisa menikmati petualangan perjalanan keliling hutan dengan menunggangi gajah patroli yang telah dilatih (23/1/12). FOTO ANTARA/Septianda Perdana/ (sumber: FOTO ANTARA/Septianda Perdana)

    Rawa Tripa merupakan habitat penting bagi satwa langka dilindungi, termasuk orangutan

    Tim investigasi dari satgas REDD+ menemukan adanya pelanggaran terkait dengan laporan mengenai pembukaan lahan yang sistematis dan  terencana melalui pembakaran hutan di Rawa Tripa, di Kawasan Ekosistem  Leuser (KEL) dan berbatasan dengan Taman Nasional Leuser, Nangroe Aceh  Darussalam.

    “Kejadian ini menimbulkan keprihatinan dan kegusaran masyarakat di dalam  dan di luar negeri. Hal ini didasari atas kesadaran mengenai peranan  penting pelestarian lahan gambut dalam mencegah bencana perubahan iklim  yang akan berakibat buruk bagi seluruh umat manusia,” kata Kuntoro Mangkusubroto, ketua Satgas REDD+,  dalam rilis resmi, Jumat (13/4).

    Kuntoro  menambahkan bahwa Rawa Tripa merupakan habitat penting bagi satwa langka dilindungi, termasuk orangutan.

    Laporan adanya pelanggaran tersebut diserahkan oleh masyarakat pada  akhir Maret lalu yang menyatakan bahwa kebakaran lahan yang terjadi di  wilayah PT Kalista Alam (PT KA) dan PT Surya Panen Subur 2 yang saling  bersebelahan karena aktivitas pembakaran.

    “Dari pengamatan kasat mata, kebakaran tersebut terkesan dilakukan  secara teratur dan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem,” demikian temuan investigasi tersebut.

    Penulis: Fidelis E. Satriastanti/Feriawan Hidayat
    sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/42489-satgas-redd-temukan-pelanggaran-di-kawasan-rawa-tripa.html
    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on