EKSPEDISI KHATULISTIWA

BARABAI, KOMPAS – Tim Ekspedisi Khatulistiwa menemukan flora dan fauna serta masalah kehutanan saat melakukan penjelajahan dan penelitian tahap pertama di sebelah utara dan selatan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama sekitar sebulan itu melibatkan TNI, peneliti, dan mahasiswa.

Temuan meliputi 50 jenis fauna, 18 flora, dan 4 masalah kehutanan. ”Untuk jenis fauna terdiri atas amfibi, reptil, serangga, dan mamalia,” kata Perwira Sejarah Subkoordinator Wilayah 08/HST Mayor Sus Komaruddin, Sabtu (12/5), di pos komando Desa Murung B, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah.

Untuk jenis amfibi, menurut Kukuh Indra Kusuma, Asisten Dosen Universitas Gadjah Mada, tim menemukan, antara lain, katak kecil berduri (Ansonia spinulifer), katak daun (Leptolalax gracilis), katak bertanduk (Megophrys nasuta), katak batu (Limnonectes laticeps), dan katak berlumut (Rhacophorus everetti).

Jenis reptil ditemukan cicak terbang berjenggot oranye (Draco fimbriatus), bunglon sisir (Gonocephalus borneensis), cicak batu (Cyrtodactylus malayanus), ular pucuk (Ahaetulla prasina), dan ular viper daun (Trimeresurus borneensis), serta viper sumatera (Trimeresurus sp).

Ada pula spesies kukang, rubah gunung, dan tupai kerdil. Jenis flora ditemukan, antara lain, meranti putih diameter batang bawah 3,8 meter, jamur lampion, dan berbagai tanaman obat. ”Dari yang ditemukan tidak semuanya merupakan temuan baru. Ada pula yang sudah terpublikasi. Yang temuan baru umumnya amfibi, serangga, dan reptil,” ujar A Haris Mustari, pengajar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, yang juga masuk dalam tim.

Disinggung tentang pohon ulin, tim menjumpai pohon tersebut, tetapi lokasinya jauh di puncak. Jenis kayu ini makin sulit ditemukan lantaran sifatnya sebagai kayu kelas satu. ”Kami menemukan satu-dua pohon. Kayu ulin termasuk favorit sehingga dieksploitasi sejak zaman Belanda,” ujar Haris. (WER)

 

sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/05/14/02465259/ditemukan.68.jenis.flora.dan.fauna

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    EKSPEDISI KHATULISTIWA

    BARABAI, KOMPAS – Tim Ekspedisi Khatulistiwa menemukan flora dan fauna serta masalah kehutanan saat melakukan penjelajahan dan penelitian tahap pertama di sebelah utara dan selatan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama sekitar sebulan itu melibatkan TNI, peneliti, dan mahasiswa.

    Temuan meliputi 50 jenis fauna, 18 flora, dan 4 masalah kehutanan. ”Untuk jenis fauna terdiri atas amfibi, reptil, serangga, dan mamalia,” kata Perwira Sejarah Subkoordinator Wilayah 08/HST Mayor Sus Komaruddin, Sabtu (12/5), di pos komando Desa Murung B, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah.

    Untuk jenis amfibi, menurut Kukuh Indra Kusuma, Asisten Dosen Universitas Gadjah Mada, tim menemukan, antara lain, katak kecil berduri (Ansonia spinulifer), katak daun (Leptolalax gracilis), katak bertanduk (Megophrys nasuta), katak batu (Limnonectes laticeps), dan katak berlumut (Rhacophorus everetti).

    Jenis reptil ditemukan cicak terbang berjenggot oranye (Draco fimbriatus), bunglon sisir (Gonocephalus borneensis), cicak batu (Cyrtodactylus malayanus), ular pucuk (Ahaetulla prasina), dan ular viper daun (Trimeresurus borneensis), serta viper sumatera (Trimeresurus sp).

    Ada pula spesies kukang, rubah gunung, dan tupai kerdil. Jenis flora ditemukan, antara lain, meranti putih diameter batang bawah 3,8 meter, jamur lampion, dan berbagai tanaman obat. ”Dari yang ditemukan tidak semuanya merupakan temuan baru. Ada pula yang sudah terpublikasi. Yang temuan baru umumnya amfibi, serangga, dan reptil,” ujar A Haris Mustari, pengajar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, yang juga masuk dalam tim.

    Disinggung tentang pohon ulin, tim menjumpai pohon tersebut, tetapi lokasinya jauh di puncak. Jenis kayu ini makin sulit ditemukan lantaran sifatnya sebagai kayu kelas satu. ”Kami menemukan satu-dua pohon. Kayu ulin termasuk favorit sehingga dieksploitasi sejak zaman Belanda,” ujar Haris. (WER)

     

    sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/05/14/02465259/ditemukan.68.jenis.flora.dan.fauna

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on