Kamis, 12 Juli 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Empat warga tewas dalam bentrokan yang ditenggarai perebutan lahan yang mengandung emas di Pulau Buru, Maluku.

Peristiwa bentrokan tersebut terjadi kemarin siang, Rabu (11/7/2012) sekitar pukul 13.30 Wita. Baku hantam antara dua kelompok tersebut berawal ketika puluhan warga dari Kecamatan Ambalau menyerang masyarakat adat yang ada di daerah Pulau Buru.

“Mereka membawa senjata tajam, parang, dan tombak dan langsung melakukan penyerangan,” ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2012).

Akibat bentrokan antar warga tersebut menurut Agus empat orang warga meninggal dunia akibat terkena benda tajam dan satu orang terluka.

“Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban luka dan meninggal dunia. Empat orang meninggal diantaranya satu masyarakat Ambalau, satu masyarakat adat Pulau Buru, satu orang pendatang dari Tasikmalaya, dan satu orang pendatang asal Manado. Sementara yang terluka dari masyarakat Ambalau,” ungkap Agus.

Menurut Agus, peritiwa bentrokan berdarah tersebut merupakan kelanjutan dari bentrokan yang terjadi dua bulan lalu di daerah tersebut yang juga menimbulkan korban jiwa. Masalahnya dilatarbelakangi perebutan lahan karena dilokasi kejadian memiliki sumberdaya alam cukup tinggi berupa emas.

“Masyarakat di sana mengklaim dan merasa itu miliki mereka, sehingga kelompok lain tidak senang dan akhirnya timbulah konflik yang memakan korban,” terangnya.

Polisi bersama dengan TNI pun diturunkan untuk meredam konflik tersebut dan saat ini keadaan sudah bisa terkendali.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/07/12/berebut-tambang-emas-empat-tewas-di-pulau-buru
Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    3 Comments

    1. Anak Buru 19 Juli 2012 at 21:52 - Reply

      Pertanyaan saya : benarkah jumlah korban tewas pada bulan februari lalu (babak I) hanya 2 orang…?????,tgl 12 juli 2012 yang baru saja berlalu benarkah statement Bupati mengatakan korban tewas 7 orang..??? benarkah itu dipicu oleh bentrok antar penambang..??? Mengapa penambang selalu disalahkan dan dijadikan kambing hitam. Mengapa pasukan suku Ambalau yang berjihad masuk melalui Kayeli bisa lolos demikian mudahnya ke wilayah Wamsait (Anhoni dan G. Botak)..??? Pake bawa bom rakitan segala…..lebih jauh saya mempertanyakan : ADA APA DI PULAU BURU(EMAS) ??????

      • Yayasan Pusaka 23 Juli 2012 at 22:24

        Trims, komentarnya, kalo bung punya info yang lengkap tentang kejadian ini, mohon di share untuk memperkaya pengetahuan dan informasi tentang kasus ini.
        salam

    2. Anak Buru 19 Juli 2012 at 21:37 - Reply

      Wartawan harus berani turun langsung ke G.Botak,Sungai Anhoni,Wamsait,jalur A hingga E,serta Dafa.Lihat dengan mata kepala sendiri serta katakan “kebenaran”sekalipun itu menyakitkan dan akan memalukan pihak tertentu.Buka dan katakan juga kebenaran tentang perang antar suku ambalau dan suku waitimun,nurlatu babak I pada bulan februari 2012,buka dan katakan dengan sebenarnya juga berapa jumlah korban saling bantai di perang suku babak II pada 12 feb 2012 yg berlangsung hingga beberapa hari,sampai sampai pasukan tambahan TNI/Polri harus di datangkan dari ambon.Jangan jangan banyak “tangan” ikut bermain di Bulau Buru. JAKARTA,…oooiiiii ale jangan diem aja donk…..ntar dicaplok asing lgi tuh Pulau Emas….

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Kamis, 12 Juli 2012

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Empat warga tewas dalam bentrokan yang ditenggarai perebutan lahan yang mengandung emas di Pulau Buru, Maluku.

    Peristiwa bentrokan tersebut terjadi kemarin siang, Rabu (11/7/2012) sekitar pukul 13.30 Wita. Baku hantam antara dua kelompok tersebut berawal ketika puluhan warga dari Kecamatan Ambalau menyerang masyarakat adat yang ada di daerah Pulau Buru.

    “Mereka membawa senjata tajam, parang, dan tombak dan langsung melakukan penyerangan,” ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2012).

    Akibat bentrokan antar warga tersebut menurut Agus empat orang warga meninggal dunia akibat terkena benda tajam dan satu orang terluka.

    “Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban luka dan meninggal dunia. Empat orang meninggal diantaranya satu masyarakat Ambalau, satu masyarakat adat Pulau Buru, satu orang pendatang dari Tasikmalaya, dan satu orang pendatang asal Manado. Sementara yang terluka dari masyarakat Ambalau,” ungkap Agus.

    Menurut Agus, peritiwa bentrokan berdarah tersebut merupakan kelanjutan dari bentrokan yang terjadi dua bulan lalu di daerah tersebut yang juga menimbulkan korban jiwa. Masalahnya dilatarbelakangi perebutan lahan karena dilokasi kejadian memiliki sumberdaya alam cukup tinggi berupa emas.

    “Masyarakat di sana mengklaim dan merasa itu miliki mereka, sehingga kelompok lain tidak senang dan akhirnya timbulah konflik yang memakan korban,” terangnya.

    Polisi bersama dengan TNI pun diturunkan untuk meredam konflik tersebut dan saat ini keadaan sudah bisa terkendali.

    Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/07/12/berebut-tambang-emas-empat-tewas-di-pulau-buru
    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      3 Comments

      1. Anak Buru 19 Juli 2012 at 21:52 - Reply

        Pertanyaan saya : benarkah jumlah korban tewas pada bulan februari lalu (babak I) hanya 2 orang…?????,tgl 12 juli 2012 yang baru saja berlalu benarkah statement Bupati mengatakan korban tewas 7 orang..??? benarkah itu dipicu oleh bentrok antar penambang..??? Mengapa penambang selalu disalahkan dan dijadikan kambing hitam. Mengapa pasukan suku Ambalau yang berjihad masuk melalui Kayeli bisa lolos demikian mudahnya ke wilayah Wamsait (Anhoni dan G. Botak)..??? Pake bawa bom rakitan segala…..lebih jauh saya mempertanyakan : ADA APA DI PULAU BURU(EMAS) ??????

        • Yayasan Pusaka 23 Juli 2012 at 22:24

          Trims, komentarnya, kalo bung punya info yang lengkap tentang kejadian ini, mohon di share untuk memperkaya pengetahuan dan informasi tentang kasus ini.
          salam

      2. Anak Buru 19 Juli 2012 at 21:37 - Reply

        Wartawan harus berani turun langsung ke G.Botak,Sungai Anhoni,Wamsait,jalur A hingga E,serta Dafa.Lihat dengan mata kepala sendiri serta katakan “kebenaran”sekalipun itu menyakitkan dan akan memalukan pihak tertentu.Buka dan katakan juga kebenaran tentang perang antar suku ambalau dan suku waitimun,nurlatu babak I pada bulan februari 2012,buka dan katakan dengan sebenarnya juga berapa jumlah korban saling bantai di perang suku babak II pada 12 feb 2012 yg berlangsung hingga beberapa hari,sampai sampai pasukan tambahan TNI/Polri harus di datangkan dari ambon.Jangan jangan banyak “tangan” ikut bermain di Bulau Buru. JAKARTA,…oooiiiii ale jangan diem aja donk…..ntar dicaplok asing lgi tuh Pulau Emas….

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on