Rabu, 3 Juli 2012

Jayapura, Kompas – Panglima Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka wilayah Mamta, Lambert Peukikir, membantah bahwa pasukannya menembak mati Johanes Yanupron (30), Kepala Kampung Sawytami, Distrik Arso Timur, Keerom.

Dihubungi Senin (2/7), Lambert Peukikir mengatakan, ia sangat mengenal Johanes Yanupron, begitu juga anak buahnya. Ia menyayangkan pihak TNI yang selalu menuduh TPN-OPM sebagai biang kekerasan di Papua.

Peukikir mengatakan, pasukannya memang berada di wilayah Sawytami. Pasukan itu berada di sana sebagai bagian dari pengamanan upacara peringatan hari ulang tahun TPN-OPM. ”Kami mau memperingatinya secara damai, dan kami telah memberitahukan hal itu kepada TNI/Polri. Masyarakat pun telah kami beritahukan untuk tidak keluar rumah,” kata Peukikir.

Ditemui wartawan seusai mengikuti upacara Hari Bhayangkara, kemarin, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal BL Tobing menuding pelaku penembakan itu dari pihak OPM di bawah pimpinan Peukikir. Karena itu, menurut Tobing, Peukikir harus bertanggung jawab. Diduga, korban dengan pelaku setidaknya pernah bertemu dan ia dianggap sebagai saksi kunci.

Menurut dia, patut diduga yang menembak Johanes Yanupron adalah kelompok bersenjata yang menghadang kendaraan yang ditumpangi Letkol Indarto. Saat ini polisi dan TNI terus mengejar kelompok itu.

Dihubungi terpisah, pegiat hak asasi manusia di Keerom, John Jonga, mengatakan, jenazah Johanes Yanupron akan dimakamkan pada Selasa ini. Pihak keluarga masih menunggu istri korban yang berada di Biak.

Menurut cacatan Kompas, dari 2009 hingga pertengahan 2012 ini aksi kekerasan di Papua telah menelan korban sedikitnya 42 orang dari kalangan sipil dan aparat keamanan. (JOS)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/07/03/04515122/opm.bantah.tembak.kepala.kampung

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Rabu, 3 Juli 2012

    Jayapura, Kompas – Panglima Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka wilayah Mamta, Lambert Peukikir, membantah bahwa pasukannya menembak mati Johanes Yanupron (30), Kepala Kampung Sawytami, Distrik Arso Timur, Keerom.

    Dihubungi Senin (2/7), Lambert Peukikir mengatakan, ia sangat mengenal Johanes Yanupron, begitu juga anak buahnya. Ia menyayangkan pihak TNI yang selalu menuduh TPN-OPM sebagai biang kekerasan di Papua.

    Peukikir mengatakan, pasukannya memang berada di wilayah Sawytami. Pasukan itu berada di sana sebagai bagian dari pengamanan upacara peringatan hari ulang tahun TPN-OPM. ”Kami mau memperingatinya secara damai, dan kami telah memberitahukan hal itu kepada TNI/Polri. Masyarakat pun telah kami beritahukan untuk tidak keluar rumah,” kata Peukikir.

    Ditemui wartawan seusai mengikuti upacara Hari Bhayangkara, kemarin, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal BL Tobing menuding pelaku penembakan itu dari pihak OPM di bawah pimpinan Peukikir. Karena itu, menurut Tobing, Peukikir harus bertanggung jawab. Diduga, korban dengan pelaku setidaknya pernah bertemu dan ia dianggap sebagai saksi kunci.

    Menurut dia, patut diduga yang menembak Johanes Yanupron adalah kelompok bersenjata yang menghadang kendaraan yang ditumpangi Letkol Indarto. Saat ini polisi dan TNI terus mengejar kelompok itu.

    Dihubungi terpisah, pegiat hak asasi manusia di Keerom, John Jonga, mengatakan, jenazah Johanes Yanupron akan dimakamkan pada Selasa ini. Pihak keluarga masih menunggu istri korban yang berada di Biak.

    Menurut cacatan Kompas, dari 2009 hingga pertengahan 2012 ini aksi kekerasan di Papua telah menelan korban sedikitnya 42 orang dari kalangan sipil dan aparat keamanan. (JOS)

    Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/07/03/04515122/opm.bantah.tembak.kepala.kampung

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on