Rabu, 3 Oktober 2012

JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan hutan primer rawa dan gambut di wilayah Rawa Tripa, Aceh, terus berkurang akibat pembukaan lahan dengan cara pembakaran oleh sejumlah perusahaan perkebunan.

“Setidaknya sepanjang 2012, kawasan hutan seluas 2.145 hektar hilang di Rawa Tripa akibat pembukaan konsesi lahan dengan cara dibakar,” ujar Pengacara Walhi Aceh Kamarudin saat pemaparan acara “Save Tripa, Save Indonesia Forest” di Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Data Walhi menunjukkan luas kawasan hutan di wilayah Rawa Tripa, Aceh pada 2011 lalu masih seluas 12.666 hektar, sementara data terakhir September 2012 lalu kawasan hutan Rawa Tripa tinggal seluas 10.521 hektar.

“Masih terdapat 28 titik api di sana, meskipun kawasan ini sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung,” ujar Kamarudin.

Ia mencatat, 28 titik api tersebut berasal dari lima perusahaan seperti PT. Surya Panen Subur dengan izin konsesi 11.000 hektar, PT. Dua Perkasa Lestari (7000 ha), Kalista Alam (6888 ha), Cemerlang Abadi (7516 ha), Gelora Swita Makmur (8.604 ha).

Ahli Tata Ruang Geographic Information System (GIS) dari Yayasan Ekosistem Leuser (YEL) Riswan Zen khawatir jika keadaan ini terus berlanjut, maka hutan gambut di Rawa Tripa akan rusak dan habis terbakar.

“Apalagi tahun depan moratorium sudah habis masanya, sementara hingga Juni Juli pembakaran terus terjadi di kawasan kawah gambut Rawa Tripa. Selain menghilangkan habitat ekosistem, pembakaran juga bisa menyumbang pemanasan global.”

Rawa Tripa adalah salah satu hutan rawa yang berada di pantai barat pulau Sumatera dengan Luas mencapai 61.803 hektar. Sekitar 60 persen luas hutan Rawa Tripa berada di kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Sementara sisanya berada di wilayah Babahrot, Aceh Barat Daya.

Wilayah tersebut berada dalam kawasan ekosistem Leuser dan telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional untuk pelestarian lingkungan hidup.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2012/10/03/23264635/2.145.Hektar.Hutan.Rawa.Tripa.Hilang
Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Rabu, 3 Oktober 2012

    JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan hutan primer rawa dan gambut di wilayah Rawa Tripa, Aceh, terus berkurang akibat pembukaan lahan dengan cara pembakaran oleh sejumlah perusahaan perkebunan.

    “Setidaknya sepanjang 2012, kawasan hutan seluas 2.145 hektar hilang di Rawa Tripa akibat pembukaan konsesi lahan dengan cara dibakar,” ujar Pengacara Walhi Aceh Kamarudin saat pemaparan acara “Save Tripa, Save Indonesia Forest” di Jakarta, Rabu (3/10/2012).

    Data Walhi menunjukkan luas kawasan hutan di wilayah Rawa Tripa, Aceh pada 2011 lalu masih seluas 12.666 hektar, sementara data terakhir September 2012 lalu kawasan hutan Rawa Tripa tinggal seluas 10.521 hektar.

    “Masih terdapat 28 titik api di sana, meskipun kawasan ini sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung,” ujar Kamarudin.

    Ia mencatat, 28 titik api tersebut berasal dari lima perusahaan seperti PT. Surya Panen Subur dengan izin konsesi 11.000 hektar, PT. Dua Perkasa Lestari (7000 ha), Kalista Alam (6888 ha), Cemerlang Abadi (7516 ha), Gelora Swita Makmur (8.604 ha).

    Ahli Tata Ruang Geographic Information System (GIS) dari Yayasan Ekosistem Leuser (YEL) Riswan Zen khawatir jika keadaan ini terus berlanjut, maka hutan gambut di Rawa Tripa akan rusak dan habis terbakar.

    “Apalagi tahun depan moratorium sudah habis masanya, sementara hingga Juni Juli pembakaran terus terjadi di kawasan kawah gambut Rawa Tripa. Selain menghilangkan habitat ekosistem, pembakaran juga bisa menyumbang pemanasan global.”

    Rawa Tripa adalah salah satu hutan rawa yang berada di pantai barat pulau Sumatera dengan Luas mencapai 61.803 hektar. Sekitar 60 persen luas hutan Rawa Tripa berada di kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Sementara sisanya berada di wilayah Babahrot, Aceh Barat Daya.

    Wilayah tersebut berada dalam kawasan ekosistem Leuser dan telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional untuk pelestarian lingkungan hidup.

    Sumber: http://sains.kompas.com/read/2012/10/03/23264635/2.145.Hektar.Hutan.Rawa.Tripa.Hilang
    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on