SINABANG – Puluhan hektare kebun kelapa di Pulau Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue, dilaporkan terserang hama yang belum diketahui namanya. Serangan hama tersebut selain menyebabkan daun kelapa berlubang-lubang, juga jumlah buah menurun drastis. Akibatnya pendapatan masyarakat tani pun merosot rata-rata di atas 50 persen. Hingga kini petani setempat belum tahu cara membasmi hama tersebut.

Salah seorang agen penampung kelapa di Simeulue Cut, Saiyan (42) kepada Serambi, Minggu (30/9) mengatakan, serangan hama itu sudah berlangsung sejak setahun terakhir namun tidak pernah dilakukan penanggulangan ataupun pencegahan oelh pihak manapun. Sementara petani kelapa, tidak mengetahui hama yang menyerang tanaman mereka. “Daun kelapanya kuning dan berlobang seperti digigit ulat,” kata Saiyan.

Dampak dari serangan hama tersebut, kata dia, berpengaruh terhadap hasil produksi kebun kelapa milik masyarakat yang ada di Pulau Simeulue Cut. “Sebelumnya hasil produksi kelapa lebih 600 ton tiap sekali panen dalam waktu tiga bulan dan saat ini terjadi penurunan di atas lima puluh persen,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, selain diserang hama yang belum diketahui asal usulnya itu, kebun kelapa milik masyarakat sering diserang hewan liar seperti monyet dan tupai. “Hewan liar juga meyerang buah kelapa, sedangkan untuk mengusir monyet yang jumlahnya ratusan ekor dan hidup berkelompok petani kelapa di pulau kewalahan. Karena sering menjatuhkan buah kelapa yang masih muda sebelum dipanen,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, ketua panitia pembangunan Pulau Simeulue Cut, Julkifli menambahkan, pihaknya berharap persoalan ini mendapat respons cepat dari pihak terkait sehingga apapun hama yang menyerang kebun kelapa milik masyarakat bisa tertangani.

“Kalau tidak cepat ditangani akan cepat menyerang tanaman lain yang belum diserang hama penyakit dan yang rugi pemilik kebun yang masih awam yang namanya hama penyakit kelapa,” ujar Julkifli.

Pihak panitia, kata dia, tidak bisa berbuat banyak mencegah hama yang menyerang kelapa di pulau Simeulue Cut lantaran tidak ada anggota panitia yang ahli di bidang kelapa.

Sedangkan menyangkut harga jual kelapa di Simeulue Cut, kata dia, saat ini hanya ditampung Rp 2.000 per kilogram yang sudah dijadikan kopra atau turun harga dari sebelumnnya yang mencapai Rp 4.500 sekilo.(c48)

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2012/10/01/hama-aneh-serang-pohon-kelapa-di-simeulue
Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    SINABANG – Puluhan hektare kebun kelapa di Pulau Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue, dilaporkan terserang hama yang belum diketahui namanya. Serangan hama tersebut selain menyebabkan daun kelapa berlubang-lubang, juga jumlah buah menurun drastis. Akibatnya pendapatan masyarakat tani pun merosot rata-rata di atas 50 persen. Hingga kini petani setempat belum tahu cara membasmi hama tersebut.

    Salah seorang agen penampung kelapa di Simeulue Cut, Saiyan (42) kepada Serambi, Minggu (30/9) mengatakan, serangan hama itu sudah berlangsung sejak setahun terakhir namun tidak pernah dilakukan penanggulangan ataupun pencegahan oelh pihak manapun. Sementara petani kelapa, tidak mengetahui hama yang menyerang tanaman mereka. “Daun kelapanya kuning dan berlobang seperti digigit ulat,” kata Saiyan.

    Dampak dari serangan hama tersebut, kata dia, berpengaruh terhadap hasil produksi kebun kelapa milik masyarakat yang ada di Pulau Simeulue Cut. “Sebelumnya hasil produksi kelapa lebih 600 ton tiap sekali panen dalam waktu tiga bulan dan saat ini terjadi penurunan di atas lima puluh persen,” ujarnya.

    Lebih lanjut kata dia, selain diserang hama yang belum diketahui asal usulnya itu, kebun kelapa milik masyarakat sering diserang hewan liar seperti monyet dan tupai. “Hewan liar juga meyerang buah kelapa, sedangkan untuk mengusir monyet yang jumlahnya ratusan ekor dan hidup berkelompok petani kelapa di pulau kewalahan. Karena sering menjatuhkan buah kelapa yang masih muda sebelum dipanen,” imbuhnya.

    Pada kesempatan yang sama, ketua panitia pembangunan Pulau Simeulue Cut, Julkifli menambahkan, pihaknya berharap persoalan ini mendapat respons cepat dari pihak terkait sehingga apapun hama yang menyerang kebun kelapa milik masyarakat bisa tertangani.

    “Kalau tidak cepat ditangani akan cepat menyerang tanaman lain yang belum diserang hama penyakit dan yang rugi pemilik kebun yang masih awam yang namanya hama penyakit kelapa,” ujar Julkifli.

    Pihak panitia, kata dia, tidak bisa berbuat banyak mencegah hama yang menyerang kelapa di pulau Simeulue Cut lantaran tidak ada anggota panitia yang ahli di bidang kelapa.

    Sedangkan menyangkut harga jual kelapa di Simeulue Cut, kata dia, saat ini hanya ditampung Rp 2.000 per kilogram yang sudah dijadikan kopra atau turun harga dari sebelumnnya yang mencapai Rp 4.500 sekilo.(c48)

    Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2012/10/01/hama-aneh-serang-pohon-kelapa-di-simeulue
    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on