Minggu, 23 September 2012 10:30 WIB.Aceh Singkil – Sepekan terakhir, pasukan monyet dilaporkan menyerbu kebun warga Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil. Tumbuhan sasaran perusakan gerombolan monyet itu, antara lain palawija, kelapa sawit muda dan jabon yang setahun ini, menjadi primadona baru petani di daerah ini, sebagai tanaman produksi.
Tingkah laku hewan pemanjat pohon itu, tergolong iseng. Pasalnya tanaman jabon hanya dipatahkan batangnya, setelah itu ditinggalkan begitu saja.”Gangguan monyet nakal, masa tanaman jabon dipatah-patahkah. Begitu kami tanam ulang, sudah dipatahkan lagi. Sebelumnya monyet hanya mencuri palawija, tapi ini mematahkan jabon bahkan sawit baru tanam,” kata Kepala Desa Gosong Telaga Barat, Arfan, Sabtu (22/9/2012).

Akibat serbuan monyet iseng para petani jabon mengalami kerugian, mereka harus menanam ulang dengan tambahan biaya baru. Apesnya lagi, begitu tanaman tumbuh bagus, akan dipatahkan lagi. Tanaman jabon dan sawit yang dipatahkan monyet, mencapai ribuan.

“Punya saya habis dipatahkan separuh lebih. Saya menanam 3.000 batang, kalau separuh lebih dipatahkan jumlahnya mencapai 2.000 batang,” ujar seorang petani.

Warga berharap perhatian Pemkab Aceh Singkil mengatasi permasalahan tersebut. Mengingat biaya dikeluarkan untuk berkebun cukup besar, belum lagi tenaga perawatan sehari-hari oleh petani sendiri, yang terkadang tak dihitung.

“Perusak kebun warga yang perlu segera diatasi saat ini, monyet dan babi hutan,” ujar Arfan.

Babi Hutan

Fenomena kawanan babi masuk kota dan menebar ketakutan di tujuh gampong dalam dua kecamatan di Banda Aceh membuat Pemerintah Kota berpikir keras. Pasalnya, hingga kini pihak Pemko belum menemukan solusi efektif memberantas kawanan babi tersebut.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengaku, pihaknya masih berupaya mencari jalan keluar.  “Secara teknis saya tidak mengerti, babi ini spesifik, jadi masyarakat harus diberi pengertian agar tidak ada yang menjadi korban,” katanya.

Menurut Illiza, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat melibatkan instansi terkait lintas sektoral. “Setelah ini kita akan rapat. Ini sesuatu hal yang sangat meresahkan. Kita akan melakukan koordinasi secara lintas sektoral untuk memberi rasa aman kepada masyarakat,” ujar Illiza yang mengaku kaget dengan adanya berita kawanan babi masuk kota.

Seperti diberitakan kemarin, kawanan babi yang biasanya dijumpai di wilayah sekitar hutan, kini mulai menyerang tujuh gampong di dua kecamatan di Kota Banda Aceh.

Ketujuh gampong yang diserang hama babi tersebut yaitu Emperom, Bitai, Lampoh Daya, Lamteumen Timur, dan Ulee Pata (Kecamatan Jaya Baru). Dua gampong lainnya yaitu Surien dan Lamjabat (Kecamatan Meuraxa).

(007-tribune)

Sumber: http://www.theglobejournal.com/Lingkungan/monyet-liar-serbu-aceh-singkil-babi-hutan-ganggu-banda-aceh/index.php

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    Minggu, 23 September 2012 10:30 WIB.Aceh Singkil – Sepekan terakhir, pasukan monyet dilaporkan menyerbu kebun warga Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil. Tumbuhan sasaran perusakan gerombolan monyet itu, antara lain palawija, kelapa sawit muda dan jabon yang setahun ini, menjadi primadona baru petani di daerah ini, sebagai tanaman produksi.
    Tingkah laku hewan pemanjat pohon itu, tergolong iseng. Pasalnya tanaman jabon hanya dipatahkan batangnya, setelah itu ditinggalkan begitu saja.”Gangguan monyet nakal, masa tanaman jabon dipatah-patahkah. Begitu kami tanam ulang, sudah dipatahkan lagi. Sebelumnya monyet hanya mencuri palawija, tapi ini mematahkan jabon bahkan sawit baru tanam,” kata Kepala Desa Gosong Telaga Barat, Arfan, Sabtu (22/9/2012).

    Akibat serbuan monyet iseng para petani jabon mengalami kerugian, mereka harus menanam ulang dengan tambahan biaya baru. Apesnya lagi, begitu tanaman tumbuh bagus, akan dipatahkan lagi. Tanaman jabon dan sawit yang dipatahkan monyet, mencapai ribuan.

    “Punya saya habis dipatahkan separuh lebih. Saya menanam 3.000 batang, kalau separuh lebih dipatahkan jumlahnya mencapai 2.000 batang,” ujar seorang petani.

    Warga berharap perhatian Pemkab Aceh Singkil mengatasi permasalahan tersebut. Mengingat biaya dikeluarkan untuk berkebun cukup besar, belum lagi tenaga perawatan sehari-hari oleh petani sendiri, yang terkadang tak dihitung.

    “Perusak kebun warga yang perlu segera diatasi saat ini, monyet dan babi hutan,” ujar Arfan.

    Babi Hutan

    Fenomena kawanan babi masuk kota dan menebar ketakutan di tujuh gampong dalam dua kecamatan di Banda Aceh membuat Pemerintah Kota berpikir keras. Pasalnya, hingga kini pihak Pemko belum menemukan solusi efektif memberantas kawanan babi tersebut.

    Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengaku, pihaknya masih berupaya mencari jalan keluar.  “Secara teknis saya tidak mengerti, babi ini spesifik, jadi masyarakat harus diberi pengertian agar tidak ada yang menjadi korban,” katanya.

    Menurut Illiza, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat melibatkan instansi terkait lintas sektoral. “Setelah ini kita akan rapat. Ini sesuatu hal yang sangat meresahkan. Kita akan melakukan koordinasi secara lintas sektoral untuk memberi rasa aman kepada masyarakat,” ujar Illiza yang mengaku kaget dengan adanya berita kawanan babi masuk kota.

    Seperti diberitakan kemarin, kawanan babi yang biasanya dijumpai di wilayah sekitar hutan, kini mulai menyerang tujuh gampong di dua kecamatan di Kota Banda Aceh.

    Ketujuh gampong yang diserang hama babi tersebut yaitu Emperom, Bitai, Lampoh Daya, Lamteumen Timur, dan Ulee Pata (Kecamatan Jaya Baru). Dua gampong lainnya yaitu Surien dan Lamjabat (Kecamatan Meuraxa).

    (007-tribune)

    Sumber: http://www.theglobejournal.com/Lingkungan/monyet-liar-serbu-aceh-singkil-babi-hutan-ganggu-banda-aceh/index.php

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on