Oknum TNI di Papua Sebut Wartawan Teroris

0
346
dua-wartawan-papua-diteror-orang-tak-dikenal
dua-wartawan-papua-diteror-orang-tak-dikenal

8 Nopember 2012

JAYAPURA – Kebebasan pers kembali terusik di Papua, Esau Miram salah seorang wartawan media lokal di Papua mendapat intimidasi yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum TNI XVII/Cenderawasih, Kamis siang tadi.

Peritiswa ini terjadi ketika Esau, wartawan yang bertugas di bidang Pemerintahan itu, hendak meliput acara ramah tamah Panglima Kodam XVII/Cenderawasih bersama seluruh kepala Daerah se-Papua yang berlangsung di aula Tony Rompis Kodam XVII/Cenderawasih.

“Saat itu saya datang mengendarai sepeda motor. Sesampainya di pos Provost, saya liat mereka ada bertiga yang jaga. Saya lalu berniat akan melapor dan meminta izin untuk meliput kegiatan ramah tamah di dalam aula, tetapi saya belum meminta izin tiba-tiba salah satu dari tiga petugas jaga meneriaki saya dengan ketus. Hei, kau teroris y? Padahal saat itu kartu identitas saya sedang saya pegang dan akan ditunjukkan kepada mereka,” papar Esau kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).

Usai dimaki dengan kata-kata Teroris oleh oknum TNI itu, Esau lantas menjelaskan maksud kedatangannya dengan baik kepada oknum TNI itu, meski sempat dipersulit, Esau lalu dizinkan masuk oleh anggota TNI lainnya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Jansen Simanjuntak yang dikonfirmasi wartawan usai acara ramah tamah, mengaku tidak mengetahui insiden tersebut. Namun atas nama Kodam XVII/Cenderawasih, dirinya meminta maaf atas kejadian itu dan ketidaknyamanan yang dilakukan prajuritnya.

“Saya pribadi memohon maaf atas insiden ini. Jangan karena saudara kita Esau Miram ini adalah putra asli Papua lantas anggota tersebut mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Sekali lagi saya mohon maaf. Yang bersangkutan juga akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Jansen.

Sementara itu, Saleh, salah seorang anggota Provost yang bertugas di pos jaga Kodam XVII/Cenderawasih kepada wartawan mengaku melihat insiden itu, namun dirinya tidak ambil pusing karena dikiranya kedua antara oknum anggota TNI dan Esau adalah sahabat.

“Memang tadi sewaktu abang wartawan ini mau masuk ke pos, teman kami itu meneriaki dia dengan kata-kata teroris. Saya pikir mereka saling kenal sehingga saya biarkan. Eh, tau-taunya kasus jadi panjang seperti ini.” Terang Saleh.

Kasus intimidasi oleh oknum TNI XVII/Cenderawasi ini bukan yang pertama kali. Pada 2010 lalu, kasus serupa dilakukan juga oleh oknum TNI XVII/Cenderawasih berpangkat Pelda. Puluhan wartawan dihardik dengan cacian bahkan diancam akan merusak kamera wartawan jika tetap ingin meliput aksi protes guru-guru di Yayasan Persit.
(ris)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2012/11/08/340/715647/oknum-tni-di-papua-sebut-wartawan-teroris