8 Nopember 2012

SEOUL, RABU – Komisi Keamanan dan Keselamatan Nuklir Korea Selatan mengumumkan akan menggelar penyelidikan rinci dan menyeluruh terhadap semua reaktor nuklir di negara itu.

Penyelidikan dilakukan menyusul terungkapnya penggunaan sejumlah besar suku cadang bersertifikat palsu di dua reaktor nuklir, Senin lalu. Skandal itu diduga melibatkan praktik ”kongkalikong” antara penyuplai suku cadang dan pejabat di perusahaan negara Korea Hydro and Nuclear Power (KHNP).

Dalam pernyataan resmi, Rabu (7/11), komisi menyebut telah membentuk sejumlah tim yang terdiri atas 58 penyelidik swasta dan pemerintah untuk menginspeksi total 23 unit reaktor nuklir di sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Korsel.

”Tim itu akan menginspeksi 23 reaktor, yang tentunya bakal makan waktu. Mereka akan meneliti sistem suplai (suku cadang), mekanisme kontrol kualitas, dan audit eksternal,” ujar juru bicara komisi, Shim Eun-jung.

Saat ini terdapat dua unit reaktor yang dihentikan operasinya sejak Senin di PLTN Yeonggwang. Sementara lima unit reaktor lain berhenti beroperasi karena menjalani proses perawatan rutin.

Kondisi itu diperkirakan berdampak pada menurunnya jumlah pasokan listrik menjelang musim dingin.

Produksi listrik dari seluruh PLTN yang ada itu memasok sekitar sepertiga dari total kebutuhan listrik di ”Negeri Ginseng” itu.

Dugaan skandal kali ini muncul menyusul temuan mengejutkan bahwa delapan perusahaan penyuplai suku cadang untuk PLTN di Korsel telah memalsukan 60 sertifikat, meliputi sedikitnya 7.000 bagian suku cadang.

Seluruh bagian suku cadang bersertifikat palsu itu dipakai di dua reaktor yang ada sepanjang tahun 2003-2012. Suku-suku cadang itu seperti sensor panas, sekring, dan berbagai sakelar.

Dalam penjelasannya di parlemen, Menteri Ekonomi Korsel Hong Suk-woo menjelaskan, sebagian besar dokumen yang dipalsukan mengatasnamakan lembaga sertifikasi AS (UCI).

Meski demikian, delapan perusahaan yang diduga terlibat praktik pemalsuan sertifikat itu tak satu pun diperiksa. Bahkan, nama kedelapan perusahaan itu juga tak kunjung diumumkan.

Otoritas terkait hanya menekankan suku-suku cadang bersertifikat palsu itu tak berdampak signifikan atau bisa menimbulkan risiko keselamatan.

Mengundurkan diri

Sementara itu, Presiden dan CEO perusahaan listrik Korea Electric Power Corp (Kepco), Kim Joong-kyum, mengajukan surat pengunduran diri setelah kehebohan yang terjadi akibat skandal tersebut.

Dalam surat pengunduran dirinya, Kim menyebut ”alasan pribadi” sebagai dasar dirinya mundur. Kepco adalah perusahaan induk KHNP.

Pihak kantor kepresidenan Korsel diperkirakan bakal membuat keputusan apakah akan menerima pengunduran diri Kim pada akhir pekan ini.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Presiden KHNP Kim Kyun-seop, di depan sidang dengar pendapat di parlemen Korsel, Rabu, mengaku juga akan mengundurkan diri begitu persoalan tersebut selesai.

”Saya siap turun dari jabatan saya kapan pun. Saya tak akan mempertahankan posisi saya. Saya akan tetap bertanggung jawab atas semua kejadian ini,” ujar Kim.

Tak pengaruhi keyakinan

Walau kasus ini terus menjadi kontroversi, dukungan masyarakat Korsel terhadap keberadaan PLTN di negeri mereka masih tetap kuat.

Bahkan, pascabencana nuklir yang terjadi di PLTN Fukushima di Jepang akibat bencana gempa bumi dan gelombang tsunami dahsyat tahun lalu, tingkat keyakinan warga Korsel tak surut.

Hingga tahun 2024, negara tersebut bahkan masih akan membangun tambahan 11 reaktor lagi.

Meski demikian, pendapat berlawanan juga muncul, seperti disampaikan Na Seung-man, Ketua dewan pengawas keselamatan nuklir setempat di daerah Yeonggwang. Menurut Na, warga yang tinggal di dekat PLTN di kawasan itu semakin khawatir dengan keamanan dan keselamatan mereka.

(REUTERS/AFP/DWA)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/11/08/06500234/semua.reaktor.nuklir.di.korsel.diperiksa

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    8 Nopember 2012

    SEOUL, RABU – Komisi Keamanan dan Keselamatan Nuklir Korea Selatan mengumumkan akan menggelar penyelidikan rinci dan menyeluruh terhadap semua reaktor nuklir di negara itu.

    Penyelidikan dilakukan menyusul terungkapnya penggunaan sejumlah besar suku cadang bersertifikat palsu di dua reaktor nuklir, Senin lalu. Skandal itu diduga melibatkan praktik ”kongkalikong” antara penyuplai suku cadang dan pejabat di perusahaan negara Korea Hydro and Nuclear Power (KHNP).

    Dalam pernyataan resmi, Rabu (7/11), komisi menyebut telah membentuk sejumlah tim yang terdiri atas 58 penyelidik swasta dan pemerintah untuk menginspeksi total 23 unit reaktor nuklir di sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Korsel.

    ”Tim itu akan menginspeksi 23 reaktor, yang tentunya bakal makan waktu. Mereka akan meneliti sistem suplai (suku cadang), mekanisme kontrol kualitas, dan audit eksternal,” ujar juru bicara komisi, Shim Eun-jung.

    Saat ini terdapat dua unit reaktor yang dihentikan operasinya sejak Senin di PLTN Yeonggwang. Sementara lima unit reaktor lain berhenti beroperasi karena menjalani proses perawatan rutin.

    Kondisi itu diperkirakan berdampak pada menurunnya jumlah pasokan listrik menjelang musim dingin.

    Produksi listrik dari seluruh PLTN yang ada itu memasok sekitar sepertiga dari total kebutuhan listrik di ”Negeri Ginseng” itu.

    Dugaan skandal kali ini muncul menyusul temuan mengejutkan bahwa delapan perusahaan penyuplai suku cadang untuk PLTN di Korsel telah memalsukan 60 sertifikat, meliputi sedikitnya 7.000 bagian suku cadang.

    Seluruh bagian suku cadang bersertifikat palsu itu dipakai di dua reaktor yang ada sepanjang tahun 2003-2012. Suku-suku cadang itu seperti sensor panas, sekring, dan berbagai sakelar.

    Dalam penjelasannya di parlemen, Menteri Ekonomi Korsel Hong Suk-woo menjelaskan, sebagian besar dokumen yang dipalsukan mengatasnamakan lembaga sertifikasi AS (UCI).

    Meski demikian, delapan perusahaan yang diduga terlibat praktik pemalsuan sertifikat itu tak satu pun diperiksa. Bahkan, nama kedelapan perusahaan itu juga tak kunjung diumumkan.

    Otoritas terkait hanya menekankan suku-suku cadang bersertifikat palsu itu tak berdampak signifikan atau bisa menimbulkan risiko keselamatan.

    Mengundurkan diri

    Sementara itu, Presiden dan CEO perusahaan listrik Korea Electric Power Corp (Kepco), Kim Joong-kyum, mengajukan surat pengunduran diri setelah kehebohan yang terjadi akibat skandal tersebut.

    Dalam surat pengunduran dirinya, Kim menyebut ”alasan pribadi” sebagai dasar dirinya mundur. Kepco adalah perusahaan induk KHNP.

    Pihak kantor kepresidenan Korsel diperkirakan bakal membuat keputusan apakah akan menerima pengunduran diri Kim pada akhir pekan ini.

    Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Presiden KHNP Kim Kyun-seop, di depan sidang dengar pendapat di parlemen Korsel, Rabu, mengaku juga akan mengundurkan diri begitu persoalan tersebut selesai.

    ”Saya siap turun dari jabatan saya kapan pun. Saya tak akan mempertahankan posisi saya. Saya akan tetap bertanggung jawab atas semua kejadian ini,” ujar Kim.

    Tak pengaruhi keyakinan

    Walau kasus ini terus menjadi kontroversi, dukungan masyarakat Korsel terhadap keberadaan PLTN di negeri mereka masih tetap kuat.

    Bahkan, pascabencana nuklir yang terjadi di PLTN Fukushima di Jepang akibat bencana gempa bumi dan gelombang tsunami dahsyat tahun lalu, tingkat keyakinan warga Korsel tak surut.

    Hingga tahun 2024, negara tersebut bahkan masih akan membangun tambahan 11 reaktor lagi.

    Meski demikian, pendapat berlawanan juga muncul, seperti disampaikan Na Seung-man, Ketua dewan pengawas keselamatan nuklir setempat di daerah Yeonggwang. Menurut Na, warga yang tinggal di dekat PLTN di kawasan itu semakin khawatir dengan keamanan dan keselamatan mereka.

    (REUTERS/AFP/DWA)

    Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/11/08/06500234/semua.reaktor.nuklir.di.korsel.diperiksa

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on