Konflik Lahan: Jalan Kaki Menuntut Lahan

0
254

Kamis, 20 Desember 2012

PALEMBANG, KOMPAS – Aksi jalan kaki warga, petani, dan aktivis agraria sepanjang 1.000 kilometer dari Jambi menuju Istana Merdeka di Jakarta untuk menuntut pengelolaan lahan yang berkeadilan mengundang simpati.

Setibanya di Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (19/12), rombongan yang dikoordinasi oleh Serikat Tani Nusantara (STN) itu disambut sejumlah elemen organisasi.

Mereka, di antaranya, Aliansi Jurnalis Independen, Partai Rakyat Demokratik, Serikat Rakyat Miskin Indonesia, Serikat Pekerja Carrefour Indonesia, dan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia.

”Aksi jalan kaki itu wujud belum mampunya pemerintah pusat dan daerah melindungi masyarakat dari ketertindasan akibat kebijakan yang tak prorakyat. Aksi perlawanan seperti itu akan terus terjadi,” kata Ketua AJI Palembang Imron Supriyadi.

Sejak rombongan berangkat Rabu (12/12) dari Jambi, warga di sepanjang jalan tak sungkan turun tangan membantu, mulai dari tempat penginapan, obat-obatan, hingga dana.

”Ada juga beberapa orang yang ikut jalan kaki sehingga rombongan bertambah dari 31 orang menjadi 38 orang,” kata koordinator aksi, Andi Saputra.

Ketua Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional Yoris Sindhu Sunarjan mengatakan, aksi tersebut diikuti sebagian warga dan petani di tiga desa di Batanghari, Sarolangun, dan Suku Anak Dalam 113. Hingga kini, mereka masih menuntut lahan dari perusahaan pengelola hutan tanaman industri dan sawit.

Direncanakan, setibanya di Jakarta, rombongan akan bergabung dengan warga Jambi yang sebelumnya telah menginap di depan Kementerian Kehutanan. (ire)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/12/20/04272292/jalan.kaki.menuntut.lahan