17 Januari 2012

Jakarta, Kompas – Banjir melumpuhkan berbagai aktivitas di Jakarta dan sekitarnya lantaran air menggenangi pusat perbelanjaan, jalan, jalur angkutan massal bus transjakarta, serta rel kereta, Rabu (16/1).

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta M Akbar mengatakan, sejak Selasa hingga kemarin, perjalanan bus berjalur khusus ini di tiga koridor terganggu.

”Di Koridor III Harmoni-Kalideres, Koridor VII Kampung Rambutan-Kampung Melayu, dan Koridor VIII Lebak Bulus- Harmoni, sedikitnya ada tujuh halte yang ditutup karena kawasan sekitarnya tergenang hingga di atas 30 sentimeter,” kata Akbar.

Menurut dia, akibat kejadian ini, jumlah penumpang turun, jumlah perjalanan bus menyusut, dan tentu saja fisik bus bakal terganggu jika sering terendam banjir.

Sri Ulina Pinem dari bagian Humas BLU Transjakarta mengatakan, di tiap halte di semua koridor bus transjakarta terjadi antrean panjang calon penumpang. ”Rata-rata waktu tunggu bisa di atas 1 jam karena pergerakan bus terhadang genangan,” katanya.

Banjir juga melanda Depo KRL Bukit Duri, Jakarta Selatan. Air sempat menggenangi depo sampai 1,5 meter. Aktivitas perawatan KRL di depo ini dipindahkan ke Balai Yasa Manggarai dan Depo Depok. Kepala Balai Yasa Manggarai Alberth Tarra mengatakan, pihaknya masih menunggu air surut sebelum melakukan pembersihan depo. ”Untuk pembersihan depo dibutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu karena ada lumpur yang menumpuk di area depo dan alat-alat kerja. Ini harus dibersihkan sebelum depo difungsikan lagi nantinya,” ujar Alberth.

Seluruh pekerja di Depo Bukit Duri juga dipindahkan sementara ke Balai Yasa dan Depo Depok untuk mengerjakan perawatan KRL.

Di Stasiun Tanah Abang, air juga menggenangi rel di jalur 6. Namun, genangan ini masih bisa dilewati kereta karena ketinggian air belum melampaui permukaan rel. Kepala Stasiun Tanah Abang Edi Sarwono mengatakan, air mulai menggenangi rel sejak pukul 06.30. ”Genangan di jalur 6 yang paling tinggi dibandingkan rel lain, tapi masih bisa dilewati,” ujarnya.

Selain rel di area stasiun, genangan juga terjadi di tempat penyimpanan kereta Tanah Abang. Tetapi, genangan ini tidak mengganggu penyimpanan kereta.

Kepala Humas PT KAI Mateta Rijalulhaq mengatakan, genangan di sekitar Stasiun Kampung Bandan mulai susut sehingga bisa dilewati KRL sekitar pukul 10.00 kemarin. Sebelumnya, stasiun ini ditutup sejak Selasa pagi karena sejumlah jalur rel menuju stasiun itu digenangi air.

Lantai dasar

Hingga pukul 17.00, Rabu (16/1), banjir dengan ketinggian 1 meter melanda Mega Bekasi Hypermall, Kota Bekasi. Operasional pusat perbelanjaan dihentikan sampai banjir surut dari area parkir dan lantai dasar.

Di lantai dasar itu, ada 500 toko dan kios yang dilanda banjir. Dagangan berupa pakaian, mainan, bahkan onderdil kendaraan rusak. Restoran, arena bermain, kantor bank, dan mesin ATM tidak bisa beroperasi. Area parkir tidak bisa digunakan.

Sunarto, salah satu pedagang pakaian di Mega Bekasi Hypermall, mengatakan, seluruh dagangannya basah. Kerugian belum bisa ditaksir sebab pakaian yang basah harus dipilah terlebih dahulu. Yang rusak tidak akan dijual. Yang basah bisa dicuci kembali dan dijual meskipun harganya jatuh. ”Kalau nilai dagangan saya lima puluh juta. Kalau semua rusak, itu kerugian saya,” katanya.

Direktur Operasional Mega Bekasi Hypermall Gunarso Ismail menaksir kerugian akibat banjir yang menghentikan kegiatan bisnis di mal itu Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar. ”Perputaran uang di sini amat besar sehingga kerugian bisa lebih besar apabila besok banjir tidak juga surut,” katanya menjelaskan.

Banjir juga melumpuhkan aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan Hasim Ashari, Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Banjir kemarin juga menewaskan Mujiyo (46) dan Muhamad Haikal (2), warga RT 005 RW 005, Kedaung Kaliangke, Cengkareng. Mujiyo tewas tersengat listrik di tengah genangan, sementara Haikal jatuh dari ranjang dan tenggelam di genangan air setinggi sekitar 1 meter di rumahnya. Peristiwa itu terjadi pukul 16.00. Demikian disampaikan anggota Bimas Kedaung Kaliangke Ajun Inspektur Satu Ahmad Muntofik.

(NEL/BRO/ART/PIN/WIN/NDY/K11)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2013/01/17/04455515/air.genangi.pusat.perbelanjaan

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    17 Januari 2012

    Jakarta, Kompas – Banjir melumpuhkan berbagai aktivitas di Jakarta dan sekitarnya lantaran air menggenangi pusat perbelanjaan, jalan, jalur angkutan massal bus transjakarta, serta rel kereta, Rabu (16/1).

    Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta M Akbar mengatakan, sejak Selasa hingga kemarin, perjalanan bus berjalur khusus ini di tiga koridor terganggu.

    ”Di Koridor III Harmoni-Kalideres, Koridor VII Kampung Rambutan-Kampung Melayu, dan Koridor VIII Lebak Bulus- Harmoni, sedikitnya ada tujuh halte yang ditutup karena kawasan sekitarnya tergenang hingga di atas 30 sentimeter,” kata Akbar.

    Menurut dia, akibat kejadian ini, jumlah penumpang turun, jumlah perjalanan bus menyusut, dan tentu saja fisik bus bakal terganggu jika sering terendam banjir.

    Sri Ulina Pinem dari bagian Humas BLU Transjakarta mengatakan, di tiap halte di semua koridor bus transjakarta terjadi antrean panjang calon penumpang. ”Rata-rata waktu tunggu bisa di atas 1 jam karena pergerakan bus terhadang genangan,” katanya.

    Banjir juga melanda Depo KRL Bukit Duri, Jakarta Selatan. Air sempat menggenangi depo sampai 1,5 meter. Aktivitas perawatan KRL di depo ini dipindahkan ke Balai Yasa Manggarai dan Depo Depok. Kepala Balai Yasa Manggarai Alberth Tarra mengatakan, pihaknya masih menunggu air surut sebelum melakukan pembersihan depo. ”Untuk pembersihan depo dibutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu karena ada lumpur yang menumpuk di area depo dan alat-alat kerja. Ini harus dibersihkan sebelum depo difungsikan lagi nantinya,” ujar Alberth.

    Seluruh pekerja di Depo Bukit Duri juga dipindahkan sementara ke Balai Yasa dan Depo Depok untuk mengerjakan perawatan KRL.

    Di Stasiun Tanah Abang, air juga menggenangi rel di jalur 6. Namun, genangan ini masih bisa dilewati kereta karena ketinggian air belum melampaui permukaan rel. Kepala Stasiun Tanah Abang Edi Sarwono mengatakan, air mulai menggenangi rel sejak pukul 06.30. ”Genangan di jalur 6 yang paling tinggi dibandingkan rel lain, tapi masih bisa dilewati,” ujarnya.

    Selain rel di area stasiun, genangan juga terjadi di tempat penyimpanan kereta Tanah Abang. Tetapi, genangan ini tidak mengganggu penyimpanan kereta.

    Kepala Humas PT KAI Mateta Rijalulhaq mengatakan, genangan di sekitar Stasiun Kampung Bandan mulai susut sehingga bisa dilewati KRL sekitar pukul 10.00 kemarin. Sebelumnya, stasiun ini ditutup sejak Selasa pagi karena sejumlah jalur rel menuju stasiun itu digenangi air.

    Lantai dasar

    Hingga pukul 17.00, Rabu (16/1), banjir dengan ketinggian 1 meter melanda Mega Bekasi Hypermall, Kota Bekasi. Operasional pusat perbelanjaan dihentikan sampai banjir surut dari area parkir dan lantai dasar.

    Di lantai dasar itu, ada 500 toko dan kios yang dilanda banjir. Dagangan berupa pakaian, mainan, bahkan onderdil kendaraan rusak. Restoran, arena bermain, kantor bank, dan mesin ATM tidak bisa beroperasi. Area parkir tidak bisa digunakan.

    Sunarto, salah satu pedagang pakaian di Mega Bekasi Hypermall, mengatakan, seluruh dagangannya basah. Kerugian belum bisa ditaksir sebab pakaian yang basah harus dipilah terlebih dahulu. Yang rusak tidak akan dijual. Yang basah bisa dicuci kembali dan dijual meskipun harganya jatuh. ”Kalau nilai dagangan saya lima puluh juta. Kalau semua rusak, itu kerugian saya,” katanya.

    Direktur Operasional Mega Bekasi Hypermall Gunarso Ismail menaksir kerugian akibat banjir yang menghentikan kegiatan bisnis di mal itu Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar. ”Perputaran uang di sini amat besar sehingga kerugian bisa lebih besar apabila besok banjir tidak juga surut,” katanya menjelaskan.

    Banjir juga melumpuhkan aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan Hasim Ashari, Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang.

    Banjir kemarin juga menewaskan Mujiyo (46) dan Muhamad Haikal (2), warga RT 005 RW 005, Kedaung Kaliangke, Cengkareng. Mujiyo tewas tersengat listrik di tengah genangan, sementara Haikal jatuh dari ranjang dan tenggelam di genangan air setinggi sekitar 1 meter di rumahnya. Peristiwa itu terjadi pukul 16.00. Demikian disampaikan anggota Bimas Kedaung Kaliangke Ajun Inspektur Satu Ahmad Muntofik.

    (NEL/BRO/ART/PIN/WIN/NDY/K11)

    Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2013/01/17/04455515/air.genangi.pusat.perbelanjaan

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on