Perindustrian: Investor AS Mintai Pengolahan Etanol

0
324

Rabu, 16 Januari 2012

Jakarta, Kompas-Celanese Corporation, perusahaan dari Amerika Serikat, berminat menggarap proyek pengolahan batubara menjadi etanol di Indonesia. Pembangunan proyek berkapasitas produksi 1,1 juta ton etanol tersebut menurut rencana dimulai tahun ini.

Hal ini mengemuka seusai pertemuan antara Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat dan perwakilan Celanese Corporation, di Jakarta, Selasa (15/1). Perusahaan tersebut diwakili Wakil Presiden Senior untuk Urusan Usaha Mark Oberle dan Wakil Presiden Bidang Pengembangan Bisnis dan Perdagangan James T Jones.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) Scot Marciel turut mendampingi dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) itu.

Hidayat menuturkan, lokasi proyek pengolahan etanol tersebut menurut rencana di Kalimantan. Insentif yang dapat diberikan pemerintah, antara lain berupa keringanan pajak (tax holiday).

Scot Marciel mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cepat dan berkelanjutan merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan investor memilih Indonesia untuk menanamkan modal. ”Di samping itu, kami juga memiliki teknologi untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Produk etanol yang dihasilkan akan digunakan untuk kebutuhan di Indonesia,” kata Marciel.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto menuturkan, nilai investasi proyek pengolahan etanol ini berkisar 2 miliar-2,5 miliar dollar AS. ”Ini merupakan proyek gasifikasi batubara sehingga nanti dapat menjadi etanol. Etanol tersebut akan dikonsentrasikan untuk campuran bahan bakar yang ramah lingkungan,” kata Panggah.

Menurut Panggah, proyek ini juga sejalan dengan program hilirisasi industri yang digagas Kemenperin. Melalui kegiatan tersebut mineral batubara dapat diolah menjadi produk yang bernilai tambah tinggi.

Panggah enggan menyebutkan lokasi persis proyek pengolahan etanol tersebut dengan alasan tim masih mengkaji. Saat ini sedang dilakukan studi kelayakan secara detail setelah sebelumnya studi kelayakan secara umum dirampungkan. ”Ada beberapa kemungkinan lokasi. Persisnya belum ditentukan, tetapi pasti ada pertimbangan seperti lokasinya harus dekat dengan bahan baku serta ketersediaan infrastruktur,” kata Panggah.

Pembangunan proyek pengolahan etanol tersebut diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. Selain insentif berupa keringanan pajak, Panggah mengatakan bahwa fasilitas yang juga dapat diberikan adalah pembebasan bea masuk untuk barang modal. (CAS)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2013/01/16/04245075/investor.as.minati..pengolahan.etanol