14 Januari 2013

Metrotvnews.com, Tegal: Menteri Pertanian Suswono mengaku kesulitan untuk mewujudkan perluasan areal tebu di luar Jawa karena masalah hak ulayat dan gugatan para pemilik hak guna usaha (HGU) yang tidak ingin lahannya dijadikan areal tebu.

“Memang kami  perlu 300 ribu hektare lahan baru untuk tebu di luar Jawa, tetapi sulit diwujudkan karena lahan itu masih dikuasai rakyat dengan hak ulayat, sementara lahan HGU yang telantar juga terkendala dari sisi hukum,” katanya usai meninjau Pabrik Gula Sragi di Kabupaten Pekalongan, Minggu (13/1).

Seperti diketahui Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Pertanian dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah mempersiapkan lahan seluas 300 ribu hektare untuk kepentingan revitalisasi industri gula.

Suswono mencontohkan, di Merauke, Papua, lahan memang tersedia, namun terkendala hak ulayat karena masyarakat belum mau melepaskan untuk perkebunan tebu. “Ternyata, kami banyak kalah ketika digugat balik para pemilik HGU yang telantar sehingga perluasan areal tebu itu terkendala,” katanya.

Ia meminta peran swasta untuk terjun mencari terobosan agar swasembada gula bisa terwujud. Suswono mengungkapkan, perluasan areal tebu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi gula dan hal itu juga menjadi kendala di sejumlah pabrik gula termasuk di Pabrik Gula Sragi, Pekalongan. “Waktu giling di sini hanya 110 hari, karena keterbatasan pasokan bahan baku, akibat luas lahan yang terbatas,” katanya.

Administratur PG Sragi Djoko Wahyudiono mengakui, perluasan lahan pada 2013 hanya 100 hektare di Kabupaten Pekalongan dan 150 hektare di Kabupaten Pemalang. Padahal, untuk mencapai kapasitas giling optimal masih perlu pasokan tambahan dari areal sekitar 2.000 hektare.

“Kami berupaya mencapai 6.000 hektare areal tebu dan berupaya mengganti boiler supaya biaya produksi bisa ditekan,” katanya yang mengaku tahun lalu masih merugi.

Akibat kurangnya lahan untuk budi daya tebu, akhirnya pasokan bahan baku gula itu menjadi berkurang dibanding kapasitas produksi di pabrik-pabrik yang sudah menjalani proses revitalisasi dengan perbaikan mesin. Oleh karena itu, pemerintah merevisi target swasembada gula pada 2014 dari 5,7 juta ton menjadi hanya 3,1 juta ton. (Ant/OL-04)

Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/14/2/122465/Perluasan-Lahan-Tebu-Terkendala-Hak-Ulayat

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    14 Januari 2013

    Metrotvnews.com, Tegal: Menteri Pertanian Suswono mengaku kesulitan untuk mewujudkan perluasan areal tebu di luar Jawa karena masalah hak ulayat dan gugatan para pemilik hak guna usaha (HGU) yang tidak ingin lahannya dijadikan areal tebu.

    “Memang kami  perlu 300 ribu hektare lahan baru untuk tebu di luar Jawa, tetapi sulit diwujudkan karena lahan itu masih dikuasai rakyat dengan hak ulayat, sementara lahan HGU yang telantar juga terkendala dari sisi hukum,” katanya usai meninjau Pabrik Gula Sragi di Kabupaten Pekalongan, Minggu (13/1).

    Seperti diketahui Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Pertanian dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah mempersiapkan lahan seluas 300 ribu hektare untuk kepentingan revitalisasi industri gula.

    Suswono mencontohkan, di Merauke, Papua, lahan memang tersedia, namun terkendala hak ulayat karena masyarakat belum mau melepaskan untuk perkebunan tebu. “Ternyata, kami banyak kalah ketika digugat balik para pemilik HGU yang telantar sehingga perluasan areal tebu itu terkendala,” katanya.

    Ia meminta peran swasta untuk terjun mencari terobosan agar swasembada gula bisa terwujud. Suswono mengungkapkan, perluasan areal tebu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi gula dan hal itu juga menjadi kendala di sejumlah pabrik gula termasuk di Pabrik Gula Sragi, Pekalongan. “Waktu giling di sini hanya 110 hari, karena keterbatasan pasokan bahan baku, akibat luas lahan yang terbatas,” katanya.

    Administratur PG Sragi Djoko Wahyudiono mengakui, perluasan lahan pada 2013 hanya 100 hektare di Kabupaten Pekalongan dan 150 hektare di Kabupaten Pemalang. Padahal, untuk mencapai kapasitas giling optimal masih perlu pasokan tambahan dari areal sekitar 2.000 hektare.

    “Kami berupaya mencapai 6.000 hektare areal tebu dan berupaya mengganti boiler supaya biaya produksi bisa ditekan,” katanya yang mengaku tahun lalu masih merugi.

    Akibat kurangnya lahan untuk budi daya tebu, akhirnya pasokan bahan baku gula itu menjadi berkurang dibanding kapasitas produksi di pabrik-pabrik yang sudah menjalani proses revitalisasi dengan perbaikan mesin. Oleh karena itu, pemerintah merevisi target swasembada gula pada 2014 dari 5,7 juta ton menjadi hanya 3,1 juta ton. (Ant/OL-04)

    Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/14/2/122465/Perluasan-Lahan-Tebu-Terkendala-Hak-Ulayat

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on