Sekitar 0,2 % penduduk Indonesia yang adalah pemilik modal dapat menguasai 56 % asset agraria, seperti: properti, tanah, perkebunan, kehutanan dan sebagainya. Sebaliknya, sebagian besar masyarakat Indonesia utamanya di pedesaan yang hidup sangat tergantung pada sumber agraria tidak mempunyai hak dan akses terhadap sumber agraria, tanah, kekayaan alam, permodalan dan teknologi. Mereka hidup miskin dan dieksploitasi oleh sistem upah yang tidak adil.

Situasi ketimpangan penguasaan sumber agraria, ketidakadilan dan eksploitasi menyebabkan konflik, terjadinya kekerasan yang terus berkelanjutan dan menurunnya tingka kesejahteraan masyarakat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, seharusnya pemerintah mengembangkan dan melaksanakan program reforma agraria, menata kembali penguasaan dan pemanfaatan tanah, memberikan hak dan akses tanah kepada rakyat miskin, melindungi dan menghormati hak-hak masyarakat adat dalam menguasai dan mengelola sumber agraria, mengembangkan teknologi dan pengetahuan inovatif yang dikehendaki rakyat dalam usaha agraria.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sekitar 0,2 % penduduk Indonesia yang adalah pemilik modal dapat menguasai 56 % asset agraria, seperti: properti, tanah, perkebunan, kehutanan dan sebagainya. Sebaliknya, sebagian besar masyarakat Indonesia utamanya di pedesaan yang hidup sangat tergantung pada sumber agraria tidak mempunyai hak dan akses terhadap sumber agraria, tanah, kekayaan alam, permodalan dan teknologi. Mereka hidup miskin dan dieksploitasi oleh sistem upah yang tidak adil.

    Situasi ketimpangan penguasaan sumber agraria, ketidakadilan dan eksploitasi menyebabkan konflik, terjadinya kekerasan yang terus berkelanjutan dan menurunnya tingka kesejahteraan masyarakat.

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, seharusnya pemerintah mengembangkan dan melaksanakan program reforma agraria, menata kembali penguasaan dan pemanfaatan tanah, memberikan hak dan akses tanah kepada rakyat miskin, melindungi dan menghormati hak-hak masyarakat adat dalam menguasai dan mengelola sumber agraria, mengembangkan teknologi dan pengetahuan inovatif yang dikehendaki rakyat dalam usaha agraria.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on