(Bali, 6/12/2013) Meski kawasan Nusa Dua Bali dijaga ketat aparat kepolisian, sekitar tiga puluh peserta aksi dari Indonesian Peoples Aliance (IPA) dan Internasional League of Peoples Struggle (ILPS) berhasil menerobos ke kawasan BTDC Nusa Dua tempat dilakukannya KTM WTO, Jumat (6/12). Peserta aksi, terdiri dari perwakilan organisasi  Petani, Buruh, Perempuan, Pemuda dan Mahasiswa nasional maupun internasional membentangkan spanduk berisi tuntutan sambil berteriak “ Junk WTO ! Bubarkan WTO !”.

Asian Peasant Coalition (APC), dalam orasinya mengatakan, Amerika Serikat sebagai promotor utama WTO merupakan teroris nomor satu di Dunia yang harus dilawan oleh seluruh rakyat, terutama oleh Negara-Negara miskin dan Berkembang.

Sehari sebelumnya, gabungan peserta perempuan berencana menggelar aksi ke Nusa Dua, namun barisan aksi tersebut dihadang aparat kepolisian di GOR Lila Buana, Ngurah Rai. Otoritas setempat berdalih, berbagai kegiatan penyampaian aspirasi hanya diizinkan pihak kepolisian di sekitar Denpasar.

Sebagian peserta unjuk rasa tertahan dipintu gerbang Nusa Dua, mereka tidak diperbolehkan masuk untuk bergabung dengan kawan-kawannya. Namun diantara mereka ada yang nekad menerobos penjagaan tersebut.

Meski sempat terjadi adu seret antara peserta unjuk rasa dengan pihak kepolisian, namun hal itu tidak menyebabkan bentrok.

Unjuk rasa penolakan terhadap WTO terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sejauh ini, Amerika CS yang tergabung dalam G-20 tidak mau memenuhi tuntutan Negara berkembang yang di motori oleh India terkait kebijakan subsidi pertanian. Meski penolakan WTO dan tuntutan WTO dibubarkan terus bergema, kegiatan KTM WTO untuk menyepakati paket Bali yang mestinya berakhir Jumat (6/12) diperpanjang menjadi Sabtu (7/12). Kondisi yang seharusnya deadlock itu, dikhawatirkan akan berbuah kesepakatan yang akan merugikan Negara-negara berkembang. (AP)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    (Bali, 6/12/2013) Meski kawasan Nusa Dua Bali dijaga ketat aparat kepolisian, sekitar tiga puluh peserta aksi dari Indonesian Peoples Aliance (IPA) dan Internasional League of Peoples Struggle (ILPS) berhasil menerobos ke kawasan BTDC Nusa Dua tempat dilakukannya KTM WTO, Jumat (6/12). Peserta aksi, terdiri dari perwakilan organisasi  Petani, Buruh, Perempuan, Pemuda dan Mahasiswa nasional maupun internasional membentangkan spanduk berisi tuntutan sambil berteriak “ Junk WTO ! Bubarkan WTO !”.

    Asian Peasant Coalition (APC), dalam orasinya mengatakan, Amerika Serikat sebagai promotor utama WTO merupakan teroris nomor satu di Dunia yang harus dilawan oleh seluruh rakyat, terutama oleh Negara-Negara miskin dan Berkembang.

    Sehari sebelumnya, gabungan peserta perempuan berencana menggelar aksi ke Nusa Dua, namun barisan aksi tersebut dihadang aparat kepolisian di GOR Lila Buana, Ngurah Rai. Otoritas setempat berdalih, berbagai kegiatan penyampaian aspirasi hanya diizinkan pihak kepolisian di sekitar Denpasar.

    Sebagian peserta unjuk rasa tertahan dipintu gerbang Nusa Dua, mereka tidak diperbolehkan masuk untuk bergabung dengan kawan-kawannya. Namun diantara mereka ada yang nekad menerobos penjagaan tersebut.

    Meski sempat terjadi adu seret antara peserta unjuk rasa dengan pihak kepolisian, namun hal itu tidak menyebabkan bentrok.

    Unjuk rasa penolakan terhadap WTO terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sejauh ini, Amerika CS yang tergabung dalam G-20 tidak mau memenuhi tuntutan Negara berkembang yang di motori oleh India terkait kebijakan subsidi pertanian. Meski penolakan WTO dan tuntutan WTO dibubarkan terus bergema, kegiatan KTM WTO untuk menyepakati paket Bali yang mestinya berakhir Jumat (6/12) diperpanjang menjadi Sabtu (7/12). Kondisi yang seharusnya deadlock itu, dikhawatirkan akan berbuah kesepakatan yang akan merugikan Negara-negara berkembang. (AP)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on