Kekerasan di Okaba Oleh Aparat Polisi dan Satpam Perusahaan Perkebunan Tebu PT. Astra

2
471
Warga Okaba, Merauke, yang sedang merayakan natal dan Tahun Baru 2014, mestinya penuh suka cita dan damai, tetapi berubah menjadi resah, menyusul kekerasan penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan oleh aparat polisi Polsek Okaba dan petugas Satpam perusahaan PT. Dharma Agro Lestari (DAL), milik Astra Group, dengan korban Roby, warga asal Kampung Sanggase, hingga meninggal dunia pada hari menjelang awal tahun baru 2014.
Menurut keterangan yang dihimpun dari beberapa sumber. Awalnya korban Roby mabuk minuman dan diamankan petugas Polsek, selanjutnya Roby diketahui dipukul dan dianiaya oleh anggota Polsek bernama Max dan Satpam PT. DAL, bernama Andri Paat. Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat, tetapi diperkirakan korban sudah meninggal di tempat kejadian dengan luka lebam disekujur tubuh, badannya penuh darah dan diperkirakan mengalami geger otak.
Belum ada kejelasan apa sebab musabab terjadinya tindakan penganiayaan, namun diduga kekerasan ini masih ada hubungannya dengan keberadaan perusahaan perkebunan tebu PT. Dharma Agro Lestari, Astra Group, yang sedang melakukan negosiasi perolehan tanah warga. Korban merupakan salah satu pihak yang menentang pemberian tanah kepada perusahaan Astra, sedangkan Andri Paat, warga setempat, yang deserse TNI, pada posisi pendukung perusahaan.
Pihak keluarga korban masih belum bisa dihubungi untuk mendapatkan kejelasan tentang upaya hukum atas kasus kekerasan tersebut. Selain itu, nampaknya keluarga dan warga di Okaba mengalami tekanan dan ketakutan untuk melaporkan tindakan kekerasan yang tidak wajar dengan melibatkan aparat kepolisian tersebut.
Aktivis Masyarakat di Merauke, Simon Balagaize, mengharapkan adanya penyelidikan dan penuntasan kasus tersebut dengan adil dan memulihkan hak-hak keluarga korban.
Semoga ada resolusi dan harapan perubahan berarti untuk hak perlindungan dan rasa aman bagi Orang Papua di tahun yang baru. (Ank)