Warga Okaba, Merauke, yang sedang merayakan natal dan Tahun Baru 2014, mestinya penuh suka cita dan damai, tetapi berubah menjadi resah, menyusul kekerasan penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan oleh aparat polisi Polsek Okaba dan petugas Satpam perusahaan PT. Dharma Agro Lestari (DAL), milik Astra Group, dengan korban Roby, warga asal Kampung Sanggase, hingga meninggal dunia pada hari menjelang awal tahun baru 2014.
Menurut keterangan yang dihimpun dari beberapa sumber. Awalnya korban Roby mabuk minuman dan diamankan petugas Polsek, selanjutnya Roby diketahui dipukul dan dianiaya oleh anggota Polsek bernama Max dan Satpam PT. DAL, bernama Andri Paat. Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat, tetapi diperkirakan korban sudah meninggal di tempat kejadian dengan luka lebam disekujur tubuh, badannya penuh darah dan diperkirakan mengalami geger otak.
Belum ada kejelasan apa sebab musabab terjadinya tindakan penganiayaan, namun diduga kekerasan ini masih ada hubungannya dengan keberadaan perusahaan perkebunan tebu PT. Dharma Agro Lestari, Astra Group, yang sedang melakukan negosiasi perolehan tanah warga. Korban merupakan salah satu pihak yang menentang pemberian tanah kepada perusahaan Astra, sedangkan Andri Paat, warga setempat, yang deserse TNI, pada posisi pendukung perusahaan.
Pihak keluarga korban masih belum bisa dihubungi untuk mendapatkan kejelasan tentang upaya hukum atas kasus kekerasan tersebut. Selain itu, nampaknya keluarga dan warga di Okaba mengalami tekanan dan ketakutan untuk melaporkan tindakan kekerasan yang tidak wajar dengan melibatkan aparat kepolisian tersebut.
Aktivis Masyarakat di Merauke, Simon Balagaize, mengharapkan adanya penyelidikan dan penuntasan kasus tersebut dengan adil dan memulihkan hak-hak keluarga korban.
Semoga ada resolusi dan harapan perubahan berarti untuk hak perlindungan dan rasa aman bagi Orang Papua di tahun yang baru. (Ank)
Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    2 Comments

    1. yosep priyono 11 Januari 2014 at 19:54 - Reply

      Tolong jangan asal membuat berita yg sekedar memprovokasi. Jurnalisme hrs menunjukkan objektivitasnya tidak hanya sbg alat yg mmbwa kpntingan tertentu untuk tujuan menjatuhkan phak lain. Saya tau kejadian yg sebenarnya. Mohon kpda pmbaca jgn mdh percaya dgn berita tnpa klarifikasi. Terima kasih.

      • Yayasan Pusaka 24 Januari 2014 at 02:12

        Terima kasih atas komentarnya pak yosep priyono, mohon diinformasikan kejadian sebenarnya yang anda tahu.

    Leave A Comment Batalkan balasan

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    Warga Okaba, Merauke, yang sedang merayakan natal dan Tahun Baru 2014, mestinya penuh suka cita dan damai, tetapi berubah menjadi resah, menyusul kekerasan penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan oleh aparat polisi Polsek Okaba dan petugas Satpam perusahaan PT. Dharma Agro Lestari (DAL), milik Astra Group, dengan korban Roby, warga asal Kampung Sanggase, hingga meninggal dunia pada hari menjelang awal tahun baru 2014.
    Menurut keterangan yang dihimpun dari beberapa sumber. Awalnya korban Roby mabuk minuman dan diamankan petugas Polsek, selanjutnya Roby diketahui dipukul dan dianiaya oleh anggota Polsek bernama Max dan Satpam PT. DAL, bernama Andri Paat. Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat, tetapi diperkirakan korban sudah meninggal di tempat kejadian dengan luka lebam disekujur tubuh, badannya penuh darah dan diperkirakan mengalami geger otak.
    Belum ada kejelasan apa sebab musabab terjadinya tindakan penganiayaan, namun diduga kekerasan ini masih ada hubungannya dengan keberadaan perusahaan perkebunan tebu PT. Dharma Agro Lestari, Astra Group, yang sedang melakukan negosiasi perolehan tanah warga. Korban merupakan salah satu pihak yang menentang pemberian tanah kepada perusahaan Astra, sedangkan Andri Paat, warga setempat, yang deserse TNI, pada posisi pendukung perusahaan.
    Pihak keluarga korban masih belum bisa dihubungi untuk mendapatkan kejelasan tentang upaya hukum atas kasus kekerasan tersebut. Selain itu, nampaknya keluarga dan warga di Okaba mengalami tekanan dan ketakutan untuk melaporkan tindakan kekerasan yang tidak wajar dengan melibatkan aparat kepolisian tersebut.
    Aktivis Masyarakat di Merauke, Simon Balagaize, mengharapkan adanya penyelidikan dan penuntasan kasus tersebut dengan adil dan memulihkan hak-hak keluarga korban.
    Semoga ada resolusi dan harapan perubahan berarti untuk hak perlindungan dan rasa aman bagi Orang Papua di tahun yang baru. (Ank)
    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      2 Comments

      1. yosep priyono 11 Januari 2014 at 19:54 - Reply

        Tolong jangan asal membuat berita yg sekedar memprovokasi. Jurnalisme hrs menunjukkan objektivitasnya tidak hanya sbg alat yg mmbwa kpntingan tertentu untuk tujuan menjatuhkan phak lain. Saya tau kejadian yg sebenarnya. Mohon kpda pmbaca jgn mdh percaya dgn berita tnpa klarifikasi. Terima kasih.

        • Yayasan Pusaka 24 Januari 2014 at 02:12

          Terima kasih atas komentarnya pak yosep priyono, mohon diinformasikan kejadian sebenarnya yang anda tahu.

      Leave A Comment Batalkan balasan

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on