Manokwari-Melewati proses panjang dan melelahkan selama lebih kurang 3 tahun, pabrik semen Maruni akhirnya jadi juga dibangun. Upacara pemotongan kepala babi sesuai adat suku besar Arfak, Jumat (10/1), menandai dimulainya pembangunan pabrik smen Maruni.

Prosesi adat pemotongan babi oleh wakil pemilik ulayat dari keluarga besar suku Mansim, disaksikan langsung oleh Bupati Manokwari Dr. Bastian Salabai, kepala suku besar Arfak sekaligus pejabat bupati Kabupaten Pegaf Drs.Dominggus Mandacan dan vice general manager PT. SDIC Papua Cement Indonesia Mr. Wu Tianwey.

Ikut hadir dalam upacara adat tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Manokwari, Yosias Sariy, Kepala Suku Mansim, Frans Mansim, bersama sejumlah pimpinan SKPD Pemkab Manokwari serta puluhan masyarakat adat di Maruni.

Dalam sambutannya, Bupati Dr. Bastian Salabai menegaskan, kehadiran semen Maruni akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat Manokwari, terutama masyarakat disekitar lokasi pabrik.

“Pabrik semen ini akan membuka lapangan kerja yang besar dan peningkatan ekonomi untuk masyarakat Manokwari, terutama untuk keluarga suku nesar Mansim selaku pemilik ulayat,” ujar Salabai.

Karenanya semua pihak, terlebih masyarakat adat setempat diminta untuk mendukung pembangunan pabrik semen pertama di tanah Papua itu.

“Saya menghimbau keluarga besar suku Mansim tetap bersatu mendukung kehadiran pabrik semen Maruni. Saya sering bilan ini adalah perwujudan harga diri suku Mansim,” lanjut orang nomor satu ini.

Dengan telah dilakukan ritual adat, kepala suku besar Arfak, Dominggus Mandacan berharap, tidak akn timbul lagi permasalahan terkait hak ulayat di kemudian hari, sehingga pembangunan pabrik semen Maruni bisa berjalan lancar.

“Upacara adat ini adalah pertanda bahwa pembangunan pabrik semen Maruni sudah dimulai hari ini. Kita semua harus hargai adat kita. Ke depan, tidak boleh ada yang bicara lagi soal hak adat. Kita serahkan semua ke Pemda dan pihak perusahaan,” pesan Pejabat Bupati Kabupaten Pegaf ini.

Dominggus pun berkeyakinan, pabrik semen Maruni membawa berkat besar bagi kemajuan masyarakat suku besar Arfak selaku pemilik adat tanah Manokwari.

“Saya berharap prioritas utama adalah suku Mansim, kemudian masyarakat suku besar Arfak, selanjutnya masyarakat Papua baru kemudian masyarakat non Papua,” pesan Dominggus kepada pihak perusahaan.

Managemn PT. SDIC mengaku gembira karena keinginan berinvesatasi di Manokwari akhir terwujud juga. Perusahaan asal China ini berjanji akan selalu melibatkan masyarakat setempat bersama Pemda dalam setiap tahap pembangunan semen Maruni.

“Ini adalah kebanggaan bagi kami, kemuliaan bagi suku Mansim dan kejayaan bagi Papua. Kami akan bawa kesejahteraan bagi masyarakat disini. Sehingga semua orang di Papua bisa menggunakan semen produksi Manokwari,” tandas pimpinan PT. SDIC, Wu Tianwey dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan.

Pabrik semen Maruni adalah proyek padat modal yang diinisiasi oleh pemerintah pusat guna percepatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat.

Dijadwalkan, presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, akan mencanangkan pembangunan pabrik semen Maruni secara resmi pada 5 Februari mendatang, bersamaan dengan peresmian situs rohani pulau Mansinam. (BRV)

Sumber: Harian Umum Cahaya Papua, Sabtu, 11 Januari 2014.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Manokwari-Melewati proses panjang dan melelahkan selama lebih kurang 3 tahun, pabrik semen Maruni akhirnya jadi juga dibangun. Upacara pemotongan kepala babi sesuai adat suku besar Arfak, Jumat (10/1), menandai dimulainya pembangunan pabrik smen Maruni.

    Prosesi adat pemotongan babi oleh wakil pemilik ulayat dari keluarga besar suku Mansim, disaksikan langsung oleh Bupati Manokwari Dr. Bastian Salabai, kepala suku besar Arfak sekaligus pejabat bupati Kabupaten Pegaf Drs.Dominggus Mandacan dan vice general manager PT. SDIC Papua Cement Indonesia Mr. Wu Tianwey.

    Ikut hadir dalam upacara adat tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Manokwari, Yosias Sariy, Kepala Suku Mansim, Frans Mansim, bersama sejumlah pimpinan SKPD Pemkab Manokwari serta puluhan masyarakat adat di Maruni.

    Dalam sambutannya, Bupati Dr. Bastian Salabai menegaskan, kehadiran semen Maruni akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat Manokwari, terutama masyarakat disekitar lokasi pabrik.

    “Pabrik semen ini akan membuka lapangan kerja yang besar dan peningkatan ekonomi untuk masyarakat Manokwari, terutama untuk keluarga suku nesar Mansim selaku pemilik ulayat,” ujar Salabai.

    Karenanya semua pihak, terlebih masyarakat adat setempat diminta untuk mendukung pembangunan pabrik semen pertama di tanah Papua itu.

    “Saya menghimbau keluarga besar suku Mansim tetap bersatu mendukung kehadiran pabrik semen Maruni. Saya sering bilan ini adalah perwujudan harga diri suku Mansim,” lanjut orang nomor satu ini.

    Dengan telah dilakukan ritual adat, kepala suku besar Arfak, Dominggus Mandacan berharap, tidak akn timbul lagi permasalahan terkait hak ulayat di kemudian hari, sehingga pembangunan pabrik semen Maruni bisa berjalan lancar.

    “Upacara adat ini adalah pertanda bahwa pembangunan pabrik semen Maruni sudah dimulai hari ini. Kita semua harus hargai adat kita. Ke depan, tidak boleh ada yang bicara lagi soal hak adat. Kita serahkan semua ke Pemda dan pihak perusahaan,” pesan Pejabat Bupati Kabupaten Pegaf ini.

    Dominggus pun berkeyakinan, pabrik semen Maruni membawa berkat besar bagi kemajuan masyarakat suku besar Arfak selaku pemilik adat tanah Manokwari.

    “Saya berharap prioritas utama adalah suku Mansim, kemudian masyarakat suku besar Arfak, selanjutnya masyarakat Papua baru kemudian masyarakat non Papua,” pesan Dominggus kepada pihak perusahaan.

    Managemn PT. SDIC mengaku gembira karena keinginan berinvesatasi di Manokwari akhir terwujud juga. Perusahaan asal China ini berjanji akan selalu melibatkan masyarakat setempat bersama Pemda dalam setiap tahap pembangunan semen Maruni.

    “Ini adalah kebanggaan bagi kami, kemuliaan bagi suku Mansim dan kejayaan bagi Papua. Kami akan bawa kesejahteraan bagi masyarakat disini. Sehingga semua orang di Papua bisa menggunakan semen produksi Manokwari,” tandas pimpinan PT. SDIC, Wu Tianwey dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan.

    Pabrik semen Maruni adalah proyek padat modal yang diinisiasi oleh pemerintah pusat guna percepatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat.

    Dijadwalkan, presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, akan mencanangkan pembangunan pabrik semen Maruni secara resmi pada 5 Februari mendatang, bersamaan dengan peresmian situs rohani pulau Mansinam. (BRV)

    Sumber: Harian Umum Cahaya Papua, Sabtu, 11 Januari 2014.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on