Senin (10/2) Puluhan perwakilan warga dari 8 desa Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan aksi penutupan jalan utama pabrik UP PT. Surya Sawit Sejati (PT.SSS). Aksi ini dilakukan untuk mendesak perusahaan agar segera mengembalikan tanah warga yang dicaplok oleh PT.SSS.

Aksi ini dimulai pukul 7 pagi, warga dari beberapa desa mulai berkumpul dan langsung melakukan penutupan jalan masuk pabrik PT.SSS dengan bambu besar dan bebapa bilah kayu, tidak ketinggalan juga berdera merah putih berkibar ditengah penutup jalan yang dibuat secara bergotong royong oleh warga.

“Aksi kita lakukan karena perusahaan ini tidak berniat baik menyelesaikan persoalan ini, kami atas nama Kelompok Warga Bersatu sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk melakukan mediasi, namun surat itu tidak pernah ditindak-lanjuti” ujar Ali Badri, salah satu peserta aksi.

Dengan tegas warga mengatakan akan terus menutup jalan pabrik hingga ada keputusan dari perusahaan untuk mengembalikan tanah mereka. “Hingga ada keputusan (pengembalian lahan), jika sudah ada keputusan maka kami akan membuka jalan ini”, tambah Ali Badri.

Setelah sekitar satu jam menutup jalan pabrik, warga mendapat kabar dari Security PT.SSS bahwa beberapa orang perwakilan dari warga diundang oleh Presiden Direktur PT.SSS ke kantor untuk melakukan negosiasi, namun warga menolakdan dan meminta Presiden Direktur untuk datang ke lokasi aksi.

Setelah sekitar tiga puluh menit menunggu akhirnya Presiden Direktur datang menemui warga yang sudah menggelar terpal dibawah pepohonan sawit untuk tempat beristirahat. Kedatangan Presiden Direktur PT.SSS disambut oleh warga dengan cacian, “Pak Daniel (Presiden Direktur PT.SSS) pembohong, katanya mau menyelesaikan masalah ini tahun 2013 lalu, tapi ternyata hingga sekarang itu tidak terbukti” teriak salah satu peserta aksi.

Mendapati “sambutan” dari warga tersebut, Presiden Direktur PT.SSS hanya diam tidak dapat berkata apa-apa. “Kami sudah bosan dengan janji-janji palsu pak” teriak peserta aksi lainya.

Setelah mendengar keluhan dan tuntutan dari warga, Presiden Direktur PT.SSS kembali ke kantor untuk membicarakan hal ini dengan jajaran PT.SSS.

Beberapa perwakilan warga yang melakukan aksi yakni dari Desa Umpang, Runtu, Suayap, Sungai Rangit Jaya SP 6, Pangkalan Durin, Sungai Melawen, Mandala Jaya dan Kandusan Jaya. Hingga kini warga tetap menutup jalan dan mendirikan tenda di jalan pabrik PT.SSS.

Sumber: http://walhikalteng.org/warga-8-desa-blokir-pabrik-pt-sss/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Senin (10/2) Puluhan perwakilan warga dari 8 desa Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan aksi penutupan jalan utama pabrik UP PT. Surya Sawit Sejati (PT.SSS). Aksi ini dilakukan untuk mendesak perusahaan agar segera mengembalikan tanah warga yang dicaplok oleh PT.SSS.

    Aksi ini dimulai pukul 7 pagi, warga dari beberapa desa mulai berkumpul dan langsung melakukan penutupan jalan masuk pabrik PT.SSS dengan bambu besar dan bebapa bilah kayu, tidak ketinggalan juga berdera merah putih berkibar ditengah penutup jalan yang dibuat secara bergotong royong oleh warga.

    “Aksi kita lakukan karena perusahaan ini tidak berniat baik menyelesaikan persoalan ini, kami atas nama Kelompok Warga Bersatu sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk melakukan mediasi, namun surat itu tidak pernah ditindak-lanjuti” ujar Ali Badri, salah satu peserta aksi.

    Dengan tegas warga mengatakan akan terus menutup jalan pabrik hingga ada keputusan dari perusahaan untuk mengembalikan tanah mereka. “Hingga ada keputusan (pengembalian lahan), jika sudah ada keputusan maka kami akan membuka jalan ini”, tambah Ali Badri.

    Setelah sekitar satu jam menutup jalan pabrik, warga mendapat kabar dari Security PT.SSS bahwa beberapa orang perwakilan dari warga diundang oleh Presiden Direktur PT.SSS ke kantor untuk melakukan negosiasi, namun warga menolakdan dan meminta Presiden Direktur untuk datang ke lokasi aksi.

    Setelah sekitar tiga puluh menit menunggu akhirnya Presiden Direktur datang menemui warga yang sudah menggelar terpal dibawah pepohonan sawit untuk tempat beristirahat. Kedatangan Presiden Direktur PT.SSS disambut oleh warga dengan cacian, “Pak Daniel (Presiden Direktur PT.SSS) pembohong, katanya mau menyelesaikan masalah ini tahun 2013 lalu, tapi ternyata hingga sekarang itu tidak terbukti” teriak salah satu peserta aksi.

    Mendapati “sambutan” dari warga tersebut, Presiden Direktur PT.SSS hanya diam tidak dapat berkata apa-apa. “Kami sudah bosan dengan janji-janji palsu pak” teriak peserta aksi lainya.

    Setelah mendengar keluhan dan tuntutan dari warga, Presiden Direktur PT.SSS kembali ke kantor untuk membicarakan hal ini dengan jajaran PT.SSS.

    Beberapa perwakilan warga yang melakukan aksi yakni dari Desa Umpang, Runtu, Suayap, Sungai Rangit Jaya SP 6, Pangkalan Durin, Sungai Melawen, Mandala Jaya dan Kandusan Jaya. Hingga kini warga tetap menutup jalan dan mendirikan tenda di jalan pabrik PT.SSS.

    Sumber: http://walhikalteng.org/warga-8-desa-blokir-pabrik-pt-sss/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on