KAMIS, 3 APRIL 2014
JAMBI, KOMPAS — Detasemen Polisi Militer Jambi menetapkan enam anggota TNI sebagai tersangka penganiayaan seorang petani di kebun sawit konsesi PT Asiatic Persada/Agro Mandiri Semesta, Desa Bungku, Bajubang, Batanghari, Jambi. Kasus pada 5 Maret lalu itu berujung pada konflik yang menyebabkan satu warga tewas dan enam luka.Komandan Detasemen Polisi Militer Jambi Letkol Sihol Tambunan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 18 anggota TNI, termasuk meminta kesaksian keluarga korban pemukulan oleh aparat TNI. ”Dari semua anggota yang diperiksa untuk kasus ini, kami akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka,” kata Sihol, Rabu (2/4).Keenam prajurit itu merupakan anggota Komando Distrik Militer Batanghari 0415. Berkas penyidikan para tersangka siap dilimpahkan ke pengadilan militer. Selanjutnya, mereka akan menjalani persidangan.

Menurut Sihol, para tersangka terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap petani bernama Titus di Desa Bungku pada 5 Maret. Kekerasan itu berawal dari penjemputan Titus di rumahnya secara paksa oleh para oknum TNI. Penjemputan itu tanpa surat atau prosedur yang benar.

Pengakuan Titus, para tersangka membawa dia ke suatu tempat di kebun sawit PT AP/AMS. Mereka kemudian mengeroyoknya. Bahkan, ada oknum TNI yang menohok mulutnya menggunakan ujung senapan. Setelah itu, mereka membawa Titus ke posko sekuriti pabrik PT AP/AMS. Di sana, Titus dipaksa membuka baju dan tengkurap. ”Punggung saya kemudian dipukuli oleh para oknum dengan rotan di sebuah ruangan,” ujar Titus.

Tak jauh dari sana, warga yang mengetahui penangkapan Titus berdatangan ke lapangan di depan pabrik PT AP/AMS. Mereka mempertanyakan alasan penangkapan itu. Mereka juga menuntut petugas keamanan dan aparat untuk membebaskan Titus. Namun, warga yang datang malah ikut dianiaya di lapangan. Dalam peristiwa itu, seorang warga bernama Puji tewas setelah dilarikan ke rumah sakit di Jambi. Enam warga lain juga terluka, yaitu Khori, Kuris, Adi, Mael, Ucil, dan Dadang.

Terkait penganiayaan di lapangan pabrik, penyidik Kepolisian Daerah Jambi telah menetapkan lima petugas keamanan pabrik PT AP/AMS sebagai tersangka. Kepala Bidang Humas Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Almansyah mengatakan, kelima petugas tersebut berinisial DP, YY, AR, TD, dan AS. Mereka dikenai ancaman hukuman penjara 12 tahun atas pelanggaran Pasal 170 Ayat (2) KUHP terkait penganiayaan yang menyebabkan luka berat sampai menimbulkan kematian.

Komunitas adat.

Penganiayaan terhadap petani setempat merupakan buntut dari konflik yang terus memanas sejak tahun 1986 antara perusahaan dan komunitas adat suku Anak Dalam (SAD) Bathin IX di Kabupaten Batanghari. Komunitas ini adalah penduduk asli yang hidup dalam kawasan hutan di perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka hidup di sepanjang anak-anak sungai tersier.

Kehidupan masyarakat adat Bathin IX mulai terganggu setelah maraknya alih fungsi hutan menjadi kebun sawit pada tahun 1986. Akibatnya, masyarakat kehilangan sumber-sumber penghidupan yang selama ini diperoleh dari hutan. Bersamaan dengan itu pula, konflik masyarakat dan perusahaan selaku pengelola lahan meningkat.

Menurut Abunyani, konflik meruncing ketika masyarakat yang bertahan tinggal dalam area konsesi sawit perusahaan diusir pada Desember 2013. Masyarakat sempat mengadu kepada Gubernur Jambi dan mengungsi di pendapa kantor gubernur, halaman Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dan akhirnya di rumah adat Melayu di Kota Jambi. Namun, hingga mereka kembali lagi ke desa, konflik belum juga selesai.

Masyarakat hanya menuntut pengembalian tanah adat seluas 3.550 hektar. Perusahaan pernah menawari program kemitraan dengan masyarakat, tetapi masyarakat menolak karena menganggap tanah yang dimitrakan adalah milik komunitas adat setempat.

Mereka menuntut pengembalian tanah adat secara utuh untuk mereka kelola sendiri. ”Komunitas asli SAD Bathin IX tidak akan menerima kemitraan apa pun dari perusahaan kecuali perusahaan mengembalikan tanah adat yang kami miliki secara turun-temurun,” ujar Abunyani. (ITA)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    One Comment

    1. cheap jordans online 11 Juni 2014 at 00:42 - Reply

      regarding the things i describe as an “water shotgun” a that will fire 6 concurrent watery bouncy principal points. greater nutrient Butter essential oil read using this amazing treatment, the way pertains to cod liver fish oil, along with the way it is great for whiteheads. V|television system|tv sets|videos|video|television and radio|shows|home theater|tv show|tv on your computer}, don’t invariably sell all their advertising space so they offer those people gaps over and over again every expensive money off. achievable threars neutralized, uggs boots women He carried any men and women to higher keep each of our door,they said they visited the pup fall. through the problem show, Kimmel sought the kids how to handle each and every consumer debt to chinese suppliers, and a second child chirps, ugg boots for men “obliterate every body in singapore, Kimmel laughters and even jokingly cell phone calls everything “a unique belief, uggs boots for cheap just before you decide time for it later in the event, complete with mock seriousness, He suggests your children your house far east should be permitted to live..

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    KAMIS, 3 APRIL 2014
    JAMBI, KOMPAS — Detasemen Polisi Militer Jambi menetapkan enam anggota TNI sebagai tersangka penganiayaan seorang petani di kebun sawit konsesi PT Asiatic Persada/Agro Mandiri Semesta, Desa Bungku, Bajubang, Batanghari, Jambi. Kasus pada 5 Maret lalu itu berujung pada konflik yang menyebabkan satu warga tewas dan enam luka.Komandan Detasemen Polisi Militer Jambi Letkol Sihol Tambunan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 18 anggota TNI, termasuk meminta kesaksian keluarga korban pemukulan oleh aparat TNI. ”Dari semua anggota yang diperiksa untuk kasus ini, kami akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka,” kata Sihol, Rabu (2/4).Keenam prajurit itu merupakan anggota Komando Distrik Militer Batanghari 0415. Berkas penyidikan para tersangka siap dilimpahkan ke pengadilan militer. Selanjutnya, mereka akan menjalani persidangan.

    Menurut Sihol, para tersangka terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap petani bernama Titus di Desa Bungku pada 5 Maret. Kekerasan itu berawal dari penjemputan Titus di rumahnya secara paksa oleh para oknum TNI. Penjemputan itu tanpa surat atau prosedur yang benar.

    Pengakuan Titus, para tersangka membawa dia ke suatu tempat di kebun sawit PT AP/AMS. Mereka kemudian mengeroyoknya. Bahkan, ada oknum TNI yang menohok mulutnya menggunakan ujung senapan. Setelah itu, mereka membawa Titus ke posko sekuriti pabrik PT AP/AMS. Di sana, Titus dipaksa membuka baju dan tengkurap. ”Punggung saya kemudian dipukuli oleh para oknum dengan rotan di sebuah ruangan,” ujar Titus.

    Tak jauh dari sana, warga yang mengetahui penangkapan Titus berdatangan ke lapangan di depan pabrik PT AP/AMS. Mereka mempertanyakan alasan penangkapan itu. Mereka juga menuntut petugas keamanan dan aparat untuk membebaskan Titus. Namun, warga yang datang malah ikut dianiaya di lapangan. Dalam peristiwa itu, seorang warga bernama Puji tewas setelah dilarikan ke rumah sakit di Jambi. Enam warga lain juga terluka, yaitu Khori, Kuris, Adi, Mael, Ucil, dan Dadang.

    Terkait penganiayaan di lapangan pabrik, penyidik Kepolisian Daerah Jambi telah menetapkan lima petugas keamanan pabrik PT AP/AMS sebagai tersangka. Kepala Bidang Humas Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Almansyah mengatakan, kelima petugas tersebut berinisial DP, YY, AR, TD, dan AS. Mereka dikenai ancaman hukuman penjara 12 tahun atas pelanggaran Pasal 170 Ayat (2) KUHP terkait penganiayaan yang menyebabkan luka berat sampai menimbulkan kematian.

    Komunitas adat.

    Penganiayaan terhadap petani setempat merupakan buntut dari konflik yang terus memanas sejak tahun 1986 antara perusahaan dan komunitas adat suku Anak Dalam (SAD) Bathin IX di Kabupaten Batanghari. Komunitas ini adalah penduduk asli yang hidup dalam kawasan hutan di perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka hidup di sepanjang anak-anak sungai tersier.

    Kehidupan masyarakat adat Bathin IX mulai terganggu setelah maraknya alih fungsi hutan menjadi kebun sawit pada tahun 1986. Akibatnya, masyarakat kehilangan sumber-sumber penghidupan yang selama ini diperoleh dari hutan. Bersamaan dengan itu pula, konflik masyarakat dan perusahaan selaku pengelola lahan meningkat.

    Menurut Abunyani, konflik meruncing ketika masyarakat yang bertahan tinggal dalam area konsesi sawit perusahaan diusir pada Desember 2013. Masyarakat sempat mengadu kepada Gubernur Jambi dan mengungsi di pendapa kantor gubernur, halaman Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dan akhirnya di rumah adat Melayu di Kota Jambi. Namun, hingga mereka kembali lagi ke desa, konflik belum juga selesai.

    Masyarakat hanya menuntut pengembalian tanah adat seluas 3.550 hektar. Perusahaan pernah menawari program kemitraan dengan masyarakat, tetapi masyarakat menolak karena menganggap tanah yang dimitrakan adalah milik komunitas adat setempat.

    Mereka menuntut pengembalian tanah adat secara utuh untuk mereka kelola sendiri. ”Komunitas asli SAD Bathin IX tidak akan menerima kemitraan apa pun dari perusahaan kecuali perusahaan mengembalikan tanah adat yang kami miliki secara turun-temurun,” ujar Abunyani. (ITA)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      One Comment

      1. cheap jordans online 11 Juni 2014 at 00:42 - Reply

        regarding the things i describe as an “water shotgun” a that will fire 6 concurrent watery bouncy principal points. greater nutrient Butter essential oil read using this amazing treatment, the way pertains to cod liver fish oil, along with the way it is great for whiteheads. V|television system|tv sets|videos|video|television and radio|shows|home theater|tv show|tv on your computer}, don’t invariably sell all their advertising space so they offer those people gaps over and over again every expensive money off. achievable threars neutralized, uggs boots women He carried any men and women to higher keep each of our door,they said they visited the pup fall. through the problem show, Kimmel sought the kids how to handle each and every consumer debt to chinese suppliers, and a second child chirps, ugg boots for men “obliterate every body in singapore, Kimmel laughters and even jokingly cell phone calls everything “a unique belief, uggs boots for cheap just before you decide time for it later in the event, complete with mock seriousness, He suggests your children your house far east should be permitted to live..

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on