KUALA KAPUAS (Jumat, 16 Mei 2014), Ribuan buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit, Jumat (16/5) mendatangi kantor Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka menuntut dua rekannya yang ditahan polisi agar dilepaskan. Selain itu mereka juga mengeluhkan hak-hak kerja mereka yang tak diperhatikan perusahaan.

Para buruh itu diawasi oleh tiga pleton pasukan Dalmas dibantu petugas Kodim 1011 Kapuas. Buruh berasal dari PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan PT Livere Agro Kapuas (LAK) demo dengan melakukan orasi persis di depan pintu masuk Kantor Bupati. Namun sebelum berorasi mereka langsung diterima oleh Sekda Kapuas, Ir  Sanijan Toembak.

Akhmad Syamsuri, koordinator aksi demo dalam orasinya mengatakan, mereka berharap kepada Pemda Kabupaten Kapuas agar dapat memperjuangkan hak-hak mereka sebagai buruh. “Kami selama ini kurang diperhatikan oleh perusahaan. Banyak pemotongan hak-hak kerja, upah kami juga kurang layak,” katanya.

Kepada pihak kepolisian agar dapat segera melepas dua orang rekan mereka yang saat ini ditahan oleh Polres Kapuas. Selama ini perusahaan seakan tidak mau tahu soal kesejahteraan karyawan, baik tentang penetapan status sampai dengan upah yang kini masih dianggap kurang. Belum lagi jaminan keselamatan kerja, karena sebagian besar dari karyawan yang saat ini ada di kedua perusahaan besar swasta (PBS) tersebut masih belum ter terdaftar pada lembaga penjamin kesehatan,karena status mereka yang tak jelas.

Dikatakan, sebenarnya mereka tidak ingin melakukan aksi demo semacam ini,namun karena semakin lama keberadaan mereka kurang diperdulikan dan pihak perusahaan semakin semena-mena memperlakukan mereka,maka demo terpaksa mereka lakukan untuk meminta perlindungan dari Pemda Kapuas.

Sekda Kapuas, Ir Sanijan Toembak ketika dikonfirmasi mengatakan, sebagai sekda dia mencatat semua keinginan yang disampaikan oleh para buruh dan akan segera disampaikan kepada Bupati Kapuas, Ir.Ben Brahim S Bahat MT.

“Masalah itu segera akan saya laporkan kepada Bupati dan selanjutnya menunggu apa yang akan diperintahkan beliau. Setidaknya kita akan segera memanggil pihak manajemen perusahaan yang mempunyai kewenangan didalam mengambil keputusan,” ucap  Sanijan Toembak.
Terkait dengan penahanan dua orang buruh PT LAK, Kapolres Kapuas AKBP Rully Agus Pramono mengatakan, proses hukum dua buruh tersebut sudah masuk ke tahap P-21.

Polres tidak bisa memenuhi keinginan para buruh, karena kasus tersebut sudah berjalan tiga bulan yang lalu dan itu murni serta terbukti mereka telah melakukan penganiayaan dengan pengeroyokan.  [106/N-6]

Sumber: suarapembaruan.com

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    KUALA KAPUAS (Jumat, 16 Mei 2014), Ribuan buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit, Jumat (16/5) mendatangi kantor Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka menuntut dua rekannya yang ditahan polisi agar dilepaskan. Selain itu mereka juga mengeluhkan hak-hak kerja mereka yang tak diperhatikan perusahaan.

    Para buruh itu diawasi oleh tiga pleton pasukan Dalmas dibantu petugas Kodim 1011 Kapuas. Buruh berasal dari PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan PT Livere Agro Kapuas (LAK) demo dengan melakukan orasi persis di depan pintu masuk Kantor Bupati. Namun sebelum berorasi mereka langsung diterima oleh Sekda Kapuas, Ir  Sanijan Toembak.

    Akhmad Syamsuri, koordinator aksi demo dalam orasinya mengatakan, mereka berharap kepada Pemda Kabupaten Kapuas agar dapat memperjuangkan hak-hak mereka sebagai buruh. “Kami selama ini kurang diperhatikan oleh perusahaan. Banyak pemotongan hak-hak kerja, upah kami juga kurang layak,” katanya.

    Kepada pihak kepolisian agar dapat segera melepas dua orang rekan mereka yang saat ini ditahan oleh Polres Kapuas. Selama ini perusahaan seakan tidak mau tahu soal kesejahteraan karyawan, baik tentang penetapan status sampai dengan upah yang kini masih dianggap kurang. Belum lagi jaminan keselamatan kerja, karena sebagian besar dari karyawan yang saat ini ada di kedua perusahaan besar swasta (PBS) tersebut masih belum ter terdaftar pada lembaga penjamin kesehatan,karena status mereka yang tak jelas.

    Dikatakan, sebenarnya mereka tidak ingin melakukan aksi demo semacam ini,namun karena semakin lama keberadaan mereka kurang diperdulikan dan pihak perusahaan semakin semena-mena memperlakukan mereka,maka demo terpaksa mereka lakukan untuk meminta perlindungan dari Pemda Kapuas.

    Sekda Kapuas, Ir Sanijan Toembak ketika dikonfirmasi mengatakan, sebagai sekda dia mencatat semua keinginan yang disampaikan oleh para buruh dan akan segera disampaikan kepada Bupati Kapuas, Ir.Ben Brahim S Bahat MT.

    “Masalah itu segera akan saya laporkan kepada Bupati dan selanjutnya menunggu apa yang akan diperintahkan beliau. Setidaknya kita akan segera memanggil pihak manajemen perusahaan yang mempunyai kewenangan didalam mengambil keputusan,” ucap  Sanijan Toembak.
    Terkait dengan penahanan dua orang buruh PT LAK, Kapolres Kapuas AKBP Rully Agus Pramono mengatakan, proses hukum dua buruh tersebut sudah masuk ke tahap P-21.

    Polres tidak bisa memenuhi keinginan para buruh, karena kasus tersebut sudah berjalan tiga bulan yang lalu dan itu murni serta terbukti mereka telah melakukan penganiayaan dengan pengeroyokan.  [106/N-6]

    Sumber: suarapembaruan.com

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on