Pihak terkait di lapangan bencana longsor Degeuwo, Paniai Papua, pada selasa 8 Juli 2014 telah menghentikan pencarian dan evakuasi. Tiga orang korban longsor di pertambangan rakyat Degeuwo Paniai masih belum diketemukan oleh tim gabungan TNI/Polri, Badan penanggulangan Bencana Daerah dan Tim SAR. Karena masih belum diketemukan, pencarian 3 orang tersebut akhirnya dihentikan.

Danramil 1705 Paniai Kapten Kolonel Infantri Junaidi, selasa (08/07/2014, menyatakan bahwa pencarian yang dilakukan sejak 2-8 Juli memang belum berhasil mengevakuasi semua korban longsor. Oleh karena itu pencarian dihentikan, dan ketiga korban tersebut dinyatakan hilang.

Berikut ini adalah nama para korban yang sudah diangkat dari bawah timbunan longsor tersebut:

Korban selamat:

1. Udin (36), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

2. Fred Yokbun (29), warga Kampung Kalibobo, Nabire

Korban meninggal:

1. Suprianto (28), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

2. Arifin (30), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

3. Mardi (32), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

4. Alapa (29), warga Nabire

5. Iwan (30), warga Nabire

6. Lukman (30), warga Kampung Sanoba, Nabire

7. Subaedi, warga Nabire

8. Awaludin (24), warga Kelurahan Karang Mulia, Nabire

9. M. Nasaroh (24), warga Nabire

10. Ahmad (27) warga Kelurahan Kalibobo, Nabire

Sampai saat ini belum diketahui pihak mana yang harus bertanggungjawab atas tragedi ini. Sebab, perburuan dari produsen emas ke daerah ini, memakai berbagai cara agar tetap mengeruk hasil alam dari sini. Walau pembongkaran gunung sepanjang sungai ini melanggar aturan, diantaranya kawasan moratorium, usaha ilegal ini tetap berjalan karena diduga ada oknum tertentu yang membekenginya.

Akibat kejadian longsor tersebut, masyarakat adat setempat bersuara. Ketua Umum LPMA SWAMEMO, Thobias Bagubau, menyatakan Pemerintah Kabupaten Paniai segera mencabut semua ijin pertambangan yang sudah diberikan kepada pengusaha yang tidak sesuai (bertentangan) dengan peraturan perundang-undangan, demikian saat Jumpa Pers di Kantor Foker LSM Papua, Waena, Jayapura Papua 7 Juli 2014.

Sumber foto: Majalah Selangkah

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pihak terkait di lapangan bencana longsor Degeuwo, Paniai Papua, pada selasa 8 Juli 2014 telah menghentikan pencarian dan evakuasi. Tiga orang korban longsor di pertambangan rakyat Degeuwo Paniai masih belum diketemukan oleh tim gabungan TNI/Polri, Badan penanggulangan Bencana Daerah dan Tim SAR. Karena masih belum diketemukan, pencarian 3 orang tersebut akhirnya dihentikan.

    Danramil 1705 Paniai Kapten Kolonel Infantri Junaidi, selasa (08/07/2014, menyatakan bahwa pencarian yang dilakukan sejak 2-8 Juli memang belum berhasil mengevakuasi semua korban longsor. Oleh karena itu pencarian dihentikan, dan ketiga korban tersebut dinyatakan hilang.

    Berikut ini adalah nama para korban yang sudah diangkat dari bawah timbunan longsor tersebut:

    Korban selamat:

    1. Udin (36), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

    2. Fred Yokbun (29), warga Kampung Kalibobo, Nabire

    Korban meninggal:

    1. Suprianto (28), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

    2. Arifin (30), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

    3. Mardi (32), warga Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire

    4. Alapa (29), warga Nabire

    5. Iwan (30), warga Nabire

    6. Lukman (30), warga Kampung Sanoba, Nabire

    7. Subaedi, warga Nabire

    8. Awaludin (24), warga Kelurahan Karang Mulia, Nabire

    9. M. Nasaroh (24), warga Nabire

    10. Ahmad (27) warga Kelurahan Kalibobo, Nabire

    Sampai saat ini belum diketahui pihak mana yang harus bertanggungjawab atas tragedi ini. Sebab, perburuan dari produsen emas ke daerah ini, memakai berbagai cara agar tetap mengeruk hasil alam dari sini. Walau pembongkaran gunung sepanjang sungai ini melanggar aturan, diantaranya kawasan moratorium, usaha ilegal ini tetap berjalan karena diduga ada oknum tertentu yang membekenginya.

    Akibat kejadian longsor tersebut, masyarakat adat setempat bersuara. Ketua Umum LPMA SWAMEMO, Thobias Bagubau, menyatakan Pemerintah Kabupaten Paniai segera mencabut semua ijin pertambangan yang sudah diberikan kepada pengusaha yang tidak sesuai (bertentangan) dengan peraturan perundang-undangan, demikian saat Jumpa Pers di Kantor Foker LSM Papua, Waena, Jayapura Papua 7 Juli 2014.

    Sumber foto: Majalah Selangkah

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on