PAPALES (Papua Pasti Lepas) Mengabarkan/Nabire– PAM Satuan Elit Brimob perwakilan Kabupaten Biak di areal perkebunan kelapa sawit PT.Nabire Baru di KM 16 Wami, Distrik Yaur-Nabire. Pam Brimob tersebut, sudah sering membuat ulah di areal tersebut, pam yang awalnya diminta oleh pihak PT.Nabire untuk menjaga aset perusahan perkebunan ini, semakin hari semakin arogan dan diskriminatif.Beberapa waktu lalu salah seorang, pemilik ulayat lokasi perkebunan kelapa sawit yang dikerjakan oleh pt.nabire baru, kembali di todong dan di teror oleh anggota pam brimob kelapa sawit.
Kejadian terjadi pada (Kamis,17/7/2014) jam, 15:10 wp, kejadian berawal, ketika; “Imanuel Monei (Pemilik Ulayat)”, hendak menegur pihak perusahan (PT.Nabire Baru), tentang pekerjaan barak/mes kariawan yang dikerjakan oleh salah seorang contraktor. Imanuel menegur pihak perusahan karena, dia menilai pihak perusahan melanggar aturan kesepakatan MoU yang dibuat antara pihak perusahan dengan pemilik ulayat. Menurut penuturan Imanuel Monei saat di temui media ini, dia mengatakan bahwa; perusahan melanggar kesepakan yang mana diatur didalam MoU di beberapa poin yang dibuat bahwa; ” Segala pekerjaan (Mes,rumah tinggal, dll) yang bernilai proyek, itu dikerjakan oleh pemilik areal lewat koperasi yang dibuat, dan tidak diperbolehkan dikerjakan oleh pihak manapun selain pemilik ulayat. Namun perusahan mengabaikan aturan tersebut, dengan memberikan proyek kepada salah seorang contraktor.
Hal tersebut membuat, imanuel monei menegur pihak perusahan dan mengatakan bahwa pihak perusahan harus menghentikan pekerjaan tersebut, karena melanggar komitmen dengan pemilik ulayat. Tak ditanggapi oleh pihak perusahan, malah memanggil Anggota Pam Brimob, untuk menangkap imanuel. Beberapa saat kemudian anggota brimob satu peleton, datang kepada imanuel dengan bersenjata lengkap, dan menodongkan senjata kepada imanuel monei sambil mengatakan; “Kamu pergi atau kami tembak di tempat, kamu Orang Papua yang tidak tahu diri, dan mau bikin tahu-tahu, sebentar kamu bocor-bocor nanti “. Karena merasa terancam akhirnya imanuel meninggalkan tempat kejadian, dan bepesan untuk perusahan menghentikan aktivitas pekerjaan, sampai pihak perusahan harus bertanggung jawab tentang apa yang sudah dilakukan.
Sejak kejadian tersebut, pemilik ulayat sudah mengambil langkah, dengan menghentikan kegiatan pekerjaan PT.Nabire Baru, dan sudah terhitung tiga hari dihentikan. Dan meminta DPR Nabire untuk memanggil pihak perusahan,Kapolres Nabire sebagai penanggung jawab brimob-brimob tersebut untuk meminta mempertanggung jawabkan persoalan tersebut. Sekedar informasi; kejadian anggota Pam Brimob aniaya warga ini bukan yang pertama kalinya, sudah beberapa kali kejadian pemilik ulayat dan kariawan yang bekerja diperkebunan tersebut di aniaya oleh anggota-anggota brimob, (Lihat: http://sukuyerisiam.blogspot.com/2013/09/masyarakat-pribumi-suku-besar-yerisiam.html), dan (http://www.nabire.net/oknum-anggota-brimob-aniaya-karyawan-pt-nabire-baru/).
Terhitung dari tahun 2013, sejak brimob hadir diareal perkebunan sawit, sudah 8 kasus sadis yang dilakuakn oleh anggota brimob namun tak dipublikasiakan. (Stevan)
Sumber: http://papalesmengabarkan.blogspot.com/2014/07/brimob-todong-masyarakat-adat.html
Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    PAPALES (Papua Pasti Lepas) Mengabarkan/Nabire– PAM Satuan Elit Brimob perwakilan Kabupaten Biak di areal perkebunan kelapa sawit PT.Nabire Baru di KM 16 Wami, Distrik Yaur-Nabire. Pam Brimob tersebut, sudah sering membuat ulah di areal tersebut, pam yang awalnya diminta oleh pihak PT.Nabire untuk menjaga aset perusahan perkebunan ini, semakin hari semakin arogan dan diskriminatif.Beberapa waktu lalu salah seorang, pemilik ulayat lokasi perkebunan kelapa sawit yang dikerjakan oleh pt.nabire baru, kembali di todong dan di teror oleh anggota pam brimob kelapa sawit.
    Kejadian terjadi pada (Kamis,17/7/2014) jam, 15:10 wp, kejadian berawal, ketika; “Imanuel Monei (Pemilik Ulayat)”, hendak menegur pihak perusahan (PT.Nabire Baru), tentang pekerjaan barak/mes kariawan yang dikerjakan oleh salah seorang contraktor. Imanuel menegur pihak perusahan karena, dia menilai pihak perusahan melanggar aturan kesepakatan MoU yang dibuat antara pihak perusahan dengan pemilik ulayat. Menurut penuturan Imanuel Monei saat di temui media ini, dia mengatakan bahwa; perusahan melanggar kesepakan yang mana diatur didalam MoU di beberapa poin yang dibuat bahwa; ” Segala pekerjaan (Mes,rumah tinggal, dll) yang bernilai proyek, itu dikerjakan oleh pemilik areal lewat koperasi yang dibuat, dan tidak diperbolehkan dikerjakan oleh pihak manapun selain pemilik ulayat. Namun perusahan mengabaikan aturan tersebut, dengan memberikan proyek kepada salah seorang contraktor.
    Hal tersebut membuat, imanuel monei menegur pihak perusahan dan mengatakan bahwa pihak perusahan harus menghentikan pekerjaan tersebut, karena melanggar komitmen dengan pemilik ulayat. Tak ditanggapi oleh pihak perusahan, malah memanggil Anggota Pam Brimob, untuk menangkap imanuel. Beberapa saat kemudian anggota brimob satu peleton, datang kepada imanuel dengan bersenjata lengkap, dan menodongkan senjata kepada imanuel monei sambil mengatakan; “Kamu pergi atau kami tembak di tempat, kamu Orang Papua yang tidak tahu diri, dan mau bikin tahu-tahu, sebentar kamu bocor-bocor nanti “. Karena merasa terancam akhirnya imanuel meninggalkan tempat kejadian, dan bepesan untuk perusahan menghentikan aktivitas pekerjaan, sampai pihak perusahan harus bertanggung jawab tentang apa yang sudah dilakukan.
    Sejak kejadian tersebut, pemilik ulayat sudah mengambil langkah, dengan menghentikan kegiatan pekerjaan PT.Nabire Baru, dan sudah terhitung tiga hari dihentikan. Dan meminta DPR Nabire untuk memanggil pihak perusahan,Kapolres Nabire sebagai penanggung jawab brimob-brimob tersebut untuk meminta mempertanggung jawabkan persoalan tersebut. Sekedar informasi; kejadian anggota Pam Brimob aniaya warga ini bukan yang pertama kalinya, sudah beberapa kali kejadian pemilik ulayat dan kariawan yang bekerja diperkebunan tersebut di aniaya oleh anggota-anggota brimob, (Lihat: http://sukuyerisiam.blogspot.com/2013/09/masyarakat-pribumi-suku-besar-yerisiam.html), dan (http://www.nabire.net/oknum-anggota-brimob-aniaya-karyawan-pt-nabire-baru/).
    Terhitung dari tahun 2013, sejak brimob hadir diareal perkebunan sawit, sudah 8 kasus sadis yang dilakuakn oleh anggota brimob namun tak dipublikasiakan. (Stevan)
    Sumber: http://papalesmengabarkan.blogspot.com/2014/07/brimob-todong-masyarakat-adat.html
    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on