Sungai Kerumutan di Pelalawan sangat rentan tercemar. Pasalnya, Pabrik Kelapa Sawit PT Makmur Andalan Sawit sangat dekat dengan sungai itu. Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Makmur Andalan Sawit (MAS) yang berada di Jalan Sepakat, kecamatan Pangkalan Lesung, berbatasan dengan wilayah Kecamatan Bandar Petalangan, berpotensi kuat mencemari Sungai Kerumutan. Pasalnya, keberadaan PKS-nya, berdekatan dengan bibir sungai. Tidak itu saja, pendirian PKS yang baru saja berdiri ini, menyalahi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Tokoh Adat Petalangan yang bergelar Batin Bunut, Arifin, Rabu (10/9/14) mengungkapkan kekecewaannya atas aktivitas PKS PT MAS yang hanya berjarak sejengkal dengan bibir sungai Kerumutan. Menurutnya, disinyalir kelangsungan ekosistem dan habitat sungai Kerumutan terancam punah.

“Menurut saya, sudah jelas keberadaan PKS ini menyalahi amdal. Sungai tersebut sejak zaman tidak enak hingga sekarang ini merupakan hak-hak masyarakat adat. Di sungai itu, masyarakat mencari nafkah, mandi serta aktivitas lainnya. Sejak PKS ini berdiri, tidak ada itikad baik manajemen untuk berdiskusi maupun komunikasi dengan komunal adat di kawasan Petalangan ini,” terang Arifin. Dirinya dan masyarakat adat lainnya tidak menampik atas masuknya para investor berinvestasi di kawasan Petalangan, hanya saja mereka dituntut untuk menghormati hak-hak masyarakat adat. “Kita selama ini dengan tangan terbuka menerima para investor yang berlabuh di negeri ini, dengan catatan mereka juga harus menghormati tatanan dan kehidupan masyarakat adat disini,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Desa Tambun, Hendri T mengakui bahwa untuk menuju desanya, masyarakat mesti melewati PKS PT MAS tersebut. Artinya, PKS keberadaannya sangat dekat dengan desa Tambun. Namun celakanya, selama ini hanya masyarakat yang mencoba membuka diri dan menerima keberadaan perusahaan.

“Hanya niat baik kita saja mencoba untuk membangun komunikasi dengan perusahaan. Jika ditunggu dari niat mereka, sama sekali tidak ada. Nah, layaknya tamu yang berkunjung ke negeri kita, mestinya mengucapkan salam dan menebar senyum. Ini malah akan menebar limbah beracun ke negeri kami. Terkait keberadaan sungai Kerumutan, memang menjadi aktivitas masyarakat sehari-hari. Namun, setelah PKS PT MAS ini hadir, warga mulai takut-takut untuk beraktivitas disungai, takut terkena zat kimia yang berbahaya,” ungkap Kades Hendri.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke manajemen PKS PT MAS, melalui manajernya Syukur, ia mengakui bahwa jarak PKS dengan sungai Kerumutan amat dekat. Bahkan, menurut Syukur yang mengaku telah berhenti bekerja di PT MAS ini dengan gamblang dan jujur mengakui bahwa limbah PKS memang dibuang ke sungai Kerumutan.

“Sebelumnya saya mohon maaf karena sudah tidak di PT MAS lagi. Namun saya akan sampaikan informasi yang saya ketahui. Memang, ovel load limbah PKS itu dibuang ke sungai Kerumutan. Jika dikaji amdal, kita akui memang menyalahi, karena jarak PKS yang sangat dekat dengan sungai. Bahkan, sewaktu saya masih di PT MAS masyarakat setempat sudah berulang kali melakukan aksi dan mempertanyakan limbah PKS tersebut,” ungkap Syukur, saat dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya.

Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan, Syamsul, mengaku akan mengumpulkan data terlebih dahulu dilapangan terkait laporan pencemaran limbah PKS PT MAS. “Dalam waktu dekat kita akan pantau dan turun langsung ke lokasi PKS tersebut,” ujarnya.

http://riauterkini.com/lingkungan.php?arr=80506&judul=

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sungai Kerumutan di Pelalawan sangat rentan tercemar. Pasalnya, Pabrik Kelapa Sawit PT Makmur Andalan Sawit sangat dekat dengan sungai itu. Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Makmur Andalan Sawit (MAS) yang berada di Jalan Sepakat, kecamatan Pangkalan Lesung, berbatasan dengan wilayah Kecamatan Bandar Petalangan, berpotensi kuat mencemari Sungai Kerumutan. Pasalnya, keberadaan PKS-nya, berdekatan dengan bibir sungai. Tidak itu saja, pendirian PKS yang baru saja berdiri ini, menyalahi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

    Tokoh Adat Petalangan yang bergelar Batin Bunut, Arifin, Rabu (10/9/14) mengungkapkan kekecewaannya atas aktivitas PKS PT MAS yang hanya berjarak sejengkal dengan bibir sungai Kerumutan. Menurutnya, disinyalir kelangsungan ekosistem dan habitat sungai Kerumutan terancam punah.

    “Menurut saya, sudah jelas keberadaan PKS ini menyalahi amdal. Sungai tersebut sejak zaman tidak enak hingga sekarang ini merupakan hak-hak masyarakat adat. Di sungai itu, masyarakat mencari nafkah, mandi serta aktivitas lainnya. Sejak PKS ini berdiri, tidak ada itikad baik manajemen untuk berdiskusi maupun komunikasi dengan komunal adat di kawasan Petalangan ini,” terang Arifin. Dirinya dan masyarakat adat lainnya tidak menampik atas masuknya para investor berinvestasi di kawasan Petalangan, hanya saja mereka dituntut untuk menghormati hak-hak masyarakat adat. “Kita selama ini dengan tangan terbuka menerima para investor yang berlabuh di negeri ini, dengan catatan mereka juga harus menghormati tatanan dan kehidupan masyarakat adat disini,” tegasnya.

    Terpisah, Kepala Desa Tambun, Hendri T mengakui bahwa untuk menuju desanya, masyarakat mesti melewati PKS PT MAS tersebut. Artinya, PKS keberadaannya sangat dekat dengan desa Tambun. Namun celakanya, selama ini hanya masyarakat yang mencoba membuka diri dan menerima keberadaan perusahaan.

    “Hanya niat baik kita saja mencoba untuk membangun komunikasi dengan perusahaan. Jika ditunggu dari niat mereka, sama sekali tidak ada. Nah, layaknya tamu yang berkunjung ke negeri kita, mestinya mengucapkan salam dan menebar senyum. Ini malah akan menebar limbah beracun ke negeri kami. Terkait keberadaan sungai Kerumutan, memang menjadi aktivitas masyarakat sehari-hari. Namun, setelah PKS PT MAS ini hadir, warga mulai takut-takut untuk beraktivitas disungai, takut terkena zat kimia yang berbahaya,” ungkap Kades Hendri.

    Sementara itu, saat dikonfirmasi ke manajemen PKS PT MAS, melalui manajernya Syukur, ia mengakui bahwa jarak PKS dengan sungai Kerumutan amat dekat. Bahkan, menurut Syukur yang mengaku telah berhenti bekerja di PT MAS ini dengan gamblang dan jujur mengakui bahwa limbah PKS memang dibuang ke sungai Kerumutan.

    “Sebelumnya saya mohon maaf karena sudah tidak di PT MAS lagi. Namun saya akan sampaikan informasi yang saya ketahui. Memang, ovel load limbah PKS itu dibuang ke sungai Kerumutan. Jika dikaji amdal, kita akui memang menyalahi, karena jarak PKS yang sangat dekat dengan sungai. Bahkan, sewaktu saya masih di PT MAS masyarakat setempat sudah berulang kali melakukan aksi dan mempertanyakan limbah PKS tersebut,” ungkap Syukur, saat dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya.

    Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan, Syamsul, mengaku akan mengumpulkan data terlebih dahulu dilapangan terkait laporan pencemaran limbah PKS PT MAS. “Dalam waktu dekat kita akan pantau dan turun langsung ke lokasi PKS tersebut,” ujarnya.

    http://riauterkini.com/lingkungan.php?arr=80506&judul=

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on