Bupati Kabupaten Paniai, Hengky Kayame mengingatkan agar lokasi penambangan Kali Degeuwo, Baya Biru, Tayaga di Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai tidak dijadikan Dolly atau tempat prostitusi. “Dolly di Surabaya itu sudah tutup. Jadi jangan bikin Dolly lagi di Degeuwo, itu saya tidak mau karena di Papua tidak ada Dolly, yang ada itu kegiatan pendulangan,” kata Hengki Kayame kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Senin (29/9).

Menurut Kayame, aktivitas prostitusi dan peredaran minuman keras (Miras) di lokasi penambangan sudah sangat meresahkan masyarakat setempat, terlebih pemerintah daerah. “Untuk penambangan emas silahkan saja, tapi yang kami tolak keras adalah bentuk prostitusi dan peredaran minuman keras. Itu yang kami tidak mau,” katanya.

Bupati Kayame bilang, akibat banyaknya “warung remang-remang” di lokasi pertambangan membuat masyarakat enggan melakukan aktivitas pendulangan di malam hari, dan memilih untuk menghabiskan uang hasil penjualan emas di warung-warung itu. “Jadi masyarakat hanya lakukan pendulangan pada pagi hingga siang hari, sementara malam harinya mereka pergi mengunjungi warung-warung tersebut, hal ini yang membuat uang hasil penjualan emas selalu habis untuk Miras dan Pekerja Seks Komersial (PSK),” kata Kayame.

Sebelumnya. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Paniai, Alberth Kayame mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan instansi teknis lainnya akan segera menertibkan kawasan pertambangan Degeuwo. “Saya baru satu tahun menjabat, sekarang sedang siap untuk lakukan penertiban semua jenis usaha dan perusahaan di Degeuwo. Jadi, pemerintah daerah periode ini tidak diam, sudah godok Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum, dan tim gabungan siap eksekusi,” bahkan, berbagai persoalan Degeuwo terlalu lama dibiarkan selama belasan tahun tidak ditangani secara serius, ucap Bupati yang baru 1 tahun menjabat itu.

“Banyak SIUP tidak jelas, usaha haram dibuka di semua lokasi, masyarakat di sana selalu mengeluh, sudah begitu tidak ada pemasukan ke kas daerah. Itu fakta, maka sekarang kami tertibkan supaya semua jelas, semua pihak dapat hasil,” kata Kayeme.

Sumber: Bupati Paniai : Jangan Bikin Dolly Di Degeuwo

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Bupati Kabupaten Paniai, Hengky Kayame mengingatkan agar lokasi penambangan Kali Degeuwo, Baya Biru, Tayaga di Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai tidak dijadikan Dolly atau tempat prostitusi. “Dolly di Surabaya itu sudah tutup. Jadi jangan bikin Dolly lagi di Degeuwo, itu saya tidak mau karena di Papua tidak ada Dolly, yang ada itu kegiatan pendulangan,” kata Hengki Kayame kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Senin (29/9).

    Menurut Kayame, aktivitas prostitusi dan peredaran minuman keras (Miras) di lokasi penambangan sudah sangat meresahkan masyarakat setempat, terlebih pemerintah daerah. “Untuk penambangan emas silahkan saja, tapi yang kami tolak keras adalah bentuk prostitusi dan peredaran minuman keras. Itu yang kami tidak mau,” katanya.

    Bupati Kayame bilang, akibat banyaknya “warung remang-remang” di lokasi pertambangan membuat masyarakat enggan melakukan aktivitas pendulangan di malam hari, dan memilih untuk menghabiskan uang hasil penjualan emas di warung-warung itu. “Jadi masyarakat hanya lakukan pendulangan pada pagi hingga siang hari, sementara malam harinya mereka pergi mengunjungi warung-warung tersebut, hal ini yang membuat uang hasil penjualan emas selalu habis untuk Miras dan Pekerja Seks Komersial (PSK),” kata Kayame.

    Sebelumnya. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Paniai, Alberth Kayame mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan instansi teknis lainnya akan segera menertibkan kawasan pertambangan Degeuwo. “Saya baru satu tahun menjabat, sekarang sedang siap untuk lakukan penertiban semua jenis usaha dan perusahaan di Degeuwo. Jadi, pemerintah daerah periode ini tidak diam, sudah godok Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum, dan tim gabungan siap eksekusi,” bahkan, berbagai persoalan Degeuwo terlalu lama dibiarkan selama belasan tahun tidak ditangani secara serius, ucap Bupati yang baru 1 tahun menjabat itu.

    “Banyak SIUP tidak jelas, usaha haram dibuka di semua lokasi, masyarakat di sana selalu mengeluh, sudah begitu tidak ada pemasukan ke kas daerah. Itu fakta, maka sekarang kami tertibkan supaya semua jelas, semua pihak dapat hasil,” kata Kayeme.

    Sumber: Bupati Paniai : Jangan Bikin Dolly Di Degeuwo

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on