Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon secara resmi membuka Konferensi Masyarakat Adat Sedunia, (Senin (22/9/2014), di Markas Besar PBB New York Amerika Serikat. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelenggarakan konferensi masyarakat adat untuk pertama kali. Sidang Umum PBB ke-69 tahun 2014, Konferensi WCIP (World Conference on Indigenous Peoples) ini, dalam pidatonya, Sekjend PBB, Ban Ki-Moon menyampaikan peran penting masyarakat adat dalam pembangunan global.

“Musyawarah dan keputusan akan bergema di masyarakat internasional dengan efek nyata dalam kehidupan masyarakat adat. Keberhasilan Konferensi ini merupakan bagian integral kemajuan bagi seluruh umat manusia,” kata Ban, Senin (22/9/2014). Tambah Sekjend PBB, masyarakat adat sangat khawatir terhadap isu-isu yang menjadi agenda global. Mereka memiliki hubungan yang sangat erat dengan bumi, yang masa depannya ada pada Konferensi Tinggi Tinggi KTT Iklim yang digelar pada Selasa 23 September 2014.

“Saya sudah melakukan pembicaraan dengan para Pemimpin masyarakat adat di Costa Rica. Mereka sangat khawatir tentang tanah, sumber daya alam dan hak mereka,” ujarnya. Bulan lalu, menurut Ban, ia juga mengunjungi Selandia Baru dan bertemu Pemimpin Maori. “Mereka sangat menghormati alam untuk membangun kesejahteraan. Dirinya begitu terkesan dengan hortikultura mereka yang bernilai jutaan dolar, pengelolaan sampah dan perusahaan produksi energi,” katanya.

Ban Ki-Moon bilang, dirinya sangat setuju akan pentingnya janji pemerintah tetapi lebih penting lagi untuk melihat aksi. “Saya mendorong agar Dokumen Hasil Konferensi berisikan komitmen nyata untuk menjembatani antara janji-janji dan hasil,” pungkasnya.

Pada kesempaan membuka secara resmi konferensi WCIP tersebut, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menegaskan akan mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat adat di seluruh dunia, terutama yang menyangkut hak pengelolaan tanah dan sumber daya alam.

“Saya mendengar apa yang dirasakan oleh para pemimpin masyarakat adat. Mereka khawatir dengan tanah, sumber daya alam yang menjadi hak-hak mereka. Saya mengulang janji saya untuk mengatasi pemisahan yang dihadapi masyarakat adat di seluruh dunia,” ujarnya saat menyampaikan pidato di pembukaan konferensi masyarakat adat ke-1 di markas besar PBB, Senin (22/9/2014) waktu setempat.

PBB telah mengadopsi deklarasi tentang hak masayarakat adat. Deklarasi itu memuat standar minimum mengenai kelangsungan hidup, martabat, dan kelangsungan hidup masyarakat adat. PBB mendukung secara penuh keberadaan masyarakat adat atau indigineous people yang keberadaanya perlu diakui sebagai bagian menjaga kelestarian lingkungan.

Tentang Masyarakat Adat di PBB

Tahun dan Dekade Internasiona l Masyarakat Adat Dunia PBB menetapkan bahwa tahun 1993 sebagai tahun internasional bagi masyarakat adat di dunia. Pada upacara pembukaan di New York, para pemimpin masyarakat adat berbicara di podium Sidang Umum PBB untuk pertama kalinya dalam sejarah PBB. Rigoberta Menchu Tum, seorang suku India Maya, yang pada tahun 1992 mendapat penghargaan Nobele untuk perdamaian, ditunjuk sebagai Duta Goodwill PBB untuk tahun tersebut.

Pada tahun 1994, Sidang Umum PBB meluncurkan Dekade Internasional untuk masyarakat adat dunia (1995-2004) untuk meningkatkan komitmen PBB mempromosikan dan melindungi hak-hak masyarak at adat di seluruh dunia sebagai bagian dari perayaan dekade tersebut, beberapa agen-agen khusus PBB bekerja sama dengan masyarakat adat untuk merancang dan melakukan proyek-proyek kesehatan, pendidikan, perumahan, lapangan kerja, pembangunan dan lingkungan yang mempromosikan dan melindungi masyarakat adat beserta tradisi budaya, nilai-nilai dan praktek kehidupan sehari-hari.

Meskipun kesempatan masyarakat adat untuk berpartisipasi dalam kegiatan PBB semakin bertambah dibandingkan sebelumnya, masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat adat semakin rumit, baik secara politik seperti misalnya menyangkut Draft Deklarasi, maupun dari secara teknik seperti misalnya untuk issu budaya dan hak milik intelektual. Karena itu upaya membangun kemitraan antara institusi-institusi PBB dengan organisasi masyarakat adat menjadi penting agar dapat mengatasi hambatan-hambatan yang ada.

Berikut ini adalah organisasi masyarakat adat yang memiliki status konsultatif dalam Dewan Ekonomi dan Sosial PBB:

1. Aboriginal and Torres Strait Islander Commission

2. Asociaćion Kunas Unidos por Nabguana

3. Four Directions Council

4. Grand Council of the Crees (Quebec)

5. Indian Council of South America

6. Indian Law Resource Center

7. Indigenous World Association

8. International Indian Treaty Council

9. International Organization of Indigenous Resources Development

10. Inuit Circumpolar Conference

11. National Aboriginal and Islander Legal Service Secretariat

12. National Indian Youth Council

13. Saami Council

14. Sejekto Cultural Association of Costa Rica

15. Yachay Wasi

16. World Council of Indigenous Peoples

Permohonan untuk memperoleh status konsultatif diproses oleh Seksi LSM Departemen Masalah Ekonomi, Sosial dan Budaya di PBB, Ney York. Kontak person di seksi tersebut adalah Hanifa Mezoui, tel (212) 963 4842, Fax (212) 963 92 48. Kontak person

LSM di Jenewa adalah Raymonde Martineau, di kantor Direktur Jenderel, Tel + 41- 22-917 21 27, Fax + 41+22+917 05 83, E-mail [email protected] Oraganisasi yang ingin mendaftar untuk memperoleh status konsul tatif harus mengisi sebuah kuesioner yang kemudian diserahkan kepada Komite LSM. Komite ini akan membuat rekomendasi kepada Dewan Ekonomi Sosial dan Budaya yang memberikan keputusan final atas permohonan organisasi yang bersangkutan. Untuk informasi lebih lanjut, lihat website UN di www.unog.ch (PBB dan LSM)

http://www.un.org/en/ga/69/meetings/indigenous/programme.shtml

https://papersmart.unmeetings.org/ga/69th-session/hlm-world-conference-on-indigenous-peoples/programme/

http://webtv.un.org/

dari berbagai sumber oleh: Arkilaus Baho

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon secara resmi membuka Konferensi Masyarakat Adat Sedunia, (Senin (22/9/2014), di Markas Besar PBB New York Amerika Serikat. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelenggarakan konferensi masyarakat adat untuk pertama kali. Sidang Umum PBB ke-69 tahun 2014, Konferensi WCIP (World Conference on Indigenous Peoples) ini, dalam pidatonya, Sekjend PBB, Ban Ki-Moon menyampaikan peran penting masyarakat adat dalam pembangunan global.

    “Musyawarah dan keputusan akan bergema di masyarakat internasional dengan efek nyata dalam kehidupan masyarakat adat. Keberhasilan Konferensi ini merupakan bagian integral kemajuan bagi seluruh umat manusia,” kata Ban, Senin (22/9/2014). Tambah Sekjend PBB, masyarakat adat sangat khawatir terhadap isu-isu yang menjadi agenda global. Mereka memiliki hubungan yang sangat erat dengan bumi, yang masa depannya ada pada Konferensi Tinggi Tinggi KTT Iklim yang digelar pada Selasa 23 September 2014.

    “Saya sudah melakukan pembicaraan dengan para Pemimpin masyarakat adat di Costa Rica. Mereka sangat khawatir tentang tanah, sumber daya alam dan hak mereka,” ujarnya. Bulan lalu, menurut Ban, ia juga mengunjungi Selandia Baru dan bertemu Pemimpin Maori. “Mereka sangat menghormati alam untuk membangun kesejahteraan. Dirinya begitu terkesan dengan hortikultura mereka yang bernilai jutaan dolar, pengelolaan sampah dan perusahaan produksi energi,” katanya.

    Ban Ki-Moon bilang, dirinya sangat setuju akan pentingnya janji pemerintah tetapi lebih penting lagi untuk melihat aksi. “Saya mendorong agar Dokumen Hasil Konferensi berisikan komitmen nyata untuk menjembatani antara janji-janji dan hasil,” pungkasnya.

    Pada kesempaan membuka secara resmi konferensi WCIP tersebut, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menegaskan akan mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat adat di seluruh dunia, terutama yang menyangkut hak pengelolaan tanah dan sumber daya alam.

    “Saya mendengar apa yang dirasakan oleh para pemimpin masyarakat adat. Mereka khawatir dengan tanah, sumber daya alam yang menjadi hak-hak mereka. Saya mengulang janji saya untuk mengatasi pemisahan yang dihadapi masyarakat adat di seluruh dunia,” ujarnya saat menyampaikan pidato di pembukaan konferensi masyarakat adat ke-1 di markas besar PBB, Senin (22/9/2014) waktu setempat.

    PBB telah mengadopsi deklarasi tentang hak masayarakat adat. Deklarasi itu memuat standar minimum mengenai kelangsungan hidup, martabat, dan kelangsungan hidup masyarakat adat. PBB mendukung secara penuh keberadaan masyarakat adat atau indigineous people yang keberadaanya perlu diakui sebagai bagian menjaga kelestarian lingkungan.

    Tentang Masyarakat Adat di PBB

    Tahun dan Dekade Internasiona l Masyarakat Adat Dunia PBB menetapkan bahwa tahun 1993 sebagai tahun internasional bagi masyarakat adat di dunia. Pada upacara pembukaan di New York, para pemimpin masyarakat adat berbicara di podium Sidang Umum PBB untuk pertama kalinya dalam sejarah PBB. Rigoberta Menchu Tum, seorang suku India Maya, yang pada tahun 1992 mendapat penghargaan Nobele untuk perdamaian, ditunjuk sebagai Duta Goodwill PBB untuk tahun tersebut.

    Pada tahun 1994, Sidang Umum PBB meluncurkan Dekade Internasional untuk masyarakat adat dunia (1995-2004) untuk meningkatkan komitmen PBB mempromosikan dan melindungi hak-hak masyarak at adat di seluruh dunia sebagai bagian dari perayaan dekade tersebut, beberapa agen-agen khusus PBB bekerja sama dengan masyarakat adat untuk merancang dan melakukan proyek-proyek kesehatan, pendidikan, perumahan, lapangan kerja, pembangunan dan lingkungan yang mempromosikan dan melindungi masyarakat adat beserta tradisi budaya, nilai-nilai dan praktek kehidupan sehari-hari.

    Meskipun kesempatan masyarakat adat untuk berpartisipasi dalam kegiatan PBB semakin bertambah dibandingkan sebelumnya, masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat adat semakin rumit, baik secara politik seperti misalnya menyangkut Draft Deklarasi, maupun dari secara teknik seperti misalnya untuk issu budaya dan hak milik intelektual. Karena itu upaya membangun kemitraan antara institusi-institusi PBB dengan organisasi masyarakat adat menjadi penting agar dapat mengatasi hambatan-hambatan yang ada.

    Berikut ini adalah organisasi masyarakat adat yang memiliki status konsultatif dalam Dewan Ekonomi dan Sosial PBB:

    1. Aboriginal and Torres Strait Islander Commission

    2. Asociaćion Kunas Unidos por Nabguana

    3. Four Directions Council

    4. Grand Council of the Crees (Quebec)

    5. Indian Council of South America

    6. Indian Law Resource Center

    7. Indigenous World Association

    8. International Indian Treaty Council

    9. International Organization of Indigenous Resources Development

    10. Inuit Circumpolar Conference

    11. National Aboriginal and Islander Legal Service Secretariat

    12. National Indian Youth Council

    13. Saami Council

    14. Sejekto Cultural Association of Costa Rica

    15. Yachay Wasi

    16. World Council of Indigenous Peoples

    Permohonan untuk memperoleh status konsultatif diproses oleh Seksi LSM Departemen Masalah Ekonomi, Sosial dan Budaya di PBB, Ney York. Kontak person di seksi tersebut adalah Hanifa Mezoui, tel (212) 963 4842, Fax (212) 963 92 48. Kontak person

    LSM di Jenewa adalah Raymonde Martineau, di kantor Direktur Jenderel, Tel + 41- 22-917 21 27, Fax + 41+22+917 05 83, E-mail [email protected] Oraganisasi yang ingin mendaftar untuk memperoleh status konsul tatif harus mengisi sebuah kuesioner yang kemudian diserahkan kepada Komite LSM. Komite ini akan membuat rekomendasi kepada Dewan Ekonomi Sosial dan Budaya yang memberikan keputusan final atas permohonan organisasi yang bersangkutan. Untuk informasi lebih lanjut, lihat website UN di www.unog.ch (PBB dan LSM)

    http://www.un.org/en/ga/69/meetings/indigenous/programme.shtml

    https://papersmart.unmeetings.org/ga/69th-session/hlm-world-conference-on-indigenous-peoples/programme/

    http://webtv.un.org/

    dari berbagai sumber oleh: Arkilaus Baho

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on