Liputan6.com, Jambi-Sejumlah Orang Rimba mendatangi Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Masyarakat adat tersebut mengajukan protes terkait kawasan hidup mereka seluas 6.900 hektare di kawasan Sungai Terab, Kabupaten Sarolangun yang dirampas oleh PT Wana Perintis.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Rabu (3/9/2014), kini pihak perusahaan menjadikan kawasan hidup Orang Rimba tersebut sebagai hutan tanaman industri. Padahal sebelumnya kawasan itu terdapat hasil hutan non-kayu berupa jernang, getah balam, rotan, dan manau. Hasil hutan itu merupakan sumber kehidupan ekonomi Orang Rimba di kawasan Sungai Terab.

Marituha salah seorang masyarakat adat Sungai Terab mengaku akan mengambil kembali lahan yang menjadi sumber mata pencarian mereka. “Kembalikan mata pencarian kami, seperti jernang, balam, rotan dan manau. Kalau tidak, kami akan ambil sendiri,” kata Marituha. Meski telah dirampas sejak 5 tahun dan sudah dilaporkan, Dinas Kehutanan Jambi baru akan memprosesnya. Apalagi lahan PT Wana Perintis itu mengantongi izin dari Kementerian Kehutanan.

Sementara itu, protes terkait dugaan korupsi pembangunan RSUD Raden Mattaher di Jambi oleh sejumlah mahasiswa berakhir ricuh. Sejumlah preman langsung menghadang massa dari mahasiswa yang tengah beraksi. Beberapa demonstran bahkan sempat dipukuli oleh sejumlah preman hingga mengalami luka-luka. Meski sudah ada polisi, para preman tetap menghajar demonstran.

Massa mengaku kaget dengan penghadangan sekelompok orang yang diduga terkait dengan proyek renovasi rumah sakit milik pemerintah yang mencapai Rp 200 miliar itu. Sementara polisi belum mengetahui dari mana kelompok yang menyerang para demonstran. (Ado)

http://news.liputan6.com/read/2100629/mata-pencarian-hilang-orang-rimba-datangi-dinas-kehutanan-jambi

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Liputan6.com, Jambi-Sejumlah Orang Rimba mendatangi Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Masyarakat adat tersebut mengajukan protes terkait kawasan hidup mereka seluas 6.900 hektare di kawasan Sungai Terab, Kabupaten Sarolangun yang dirampas oleh PT Wana Perintis.

    Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Rabu (3/9/2014), kini pihak perusahaan menjadikan kawasan hidup Orang Rimba tersebut sebagai hutan tanaman industri. Padahal sebelumnya kawasan itu terdapat hasil hutan non-kayu berupa jernang, getah balam, rotan, dan manau. Hasil hutan itu merupakan sumber kehidupan ekonomi Orang Rimba di kawasan Sungai Terab.

    Marituha salah seorang masyarakat adat Sungai Terab mengaku akan mengambil kembali lahan yang menjadi sumber mata pencarian mereka. “Kembalikan mata pencarian kami, seperti jernang, balam, rotan dan manau. Kalau tidak, kami akan ambil sendiri,” kata Marituha. Meski telah dirampas sejak 5 tahun dan sudah dilaporkan, Dinas Kehutanan Jambi baru akan memprosesnya. Apalagi lahan PT Wana Perintis itu mengantongi izin dari Kementerian Kehutanan.

    Sementara itu, protes terkait dugaan korupsi pembangunan RSUD Raden Mattaher di Jambi oleh sejumlah mahasiswa berakhir ricuh. Sejumlah preman langsung menghadang massa dari mahasiswa yang tengah beraksi. Beberapa demonstran bahkan sempat dipukuli oleh sejumlah preman hingga mengalami luka-luka. Meski sudah ada polisi, para preman tetap menghajar demonstran.

    Massa mengaku kaget dengan penghadangan sekelompok orang yang diduga terkait dengan proyek renovasi rumah sakit milik pemerintah yang mencapai Rp 200 miliar itu. Sementara polisi belum mengetahui dari mana kelompok yang menyerang para demonstran. (Ado)

    http://news.liputan6.com/read/2100629/mata-pencarian-hilang-orang-rimba-datangi-dinas-kehutanan-jambi

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on