Suku adat Amazon mengusir penebang gelap. Masyarakat adat di wilayah Amazon di Brasil memutuskan untuk ‘main hakim sendiri’ dengan mengusir para penebang kayu ilegal dari tanah adat mereka, setelah menuduh pemerintah tidak mampu melindungi mereka.

Kantor berita Reuters mengatakan kelompok dari suku adat Ka’apor mengikat para pembalak dan membakar truk serta gergaji mereka sebelum mengusir mereka. Kayu yang ditemukan juga dihancurkan. Suku Indian Ka’apor merupakan pemilik sah tanah di wilayah itu bersama dengan empat suku adat lainnya. Kelima suku mengatakan mereka sudah bosan menunggu pemerintah untuk bertindak guna menghentikan penebangan liar.

Seorang pemimpin suku Ka’apor, Irakadju, kepada wartawan kantor berita Reuters mengatakan dia meminta bantuan tentara ketika berada di kawasan mereka tahun lalu namun tentara itu pergi. “Kami lelah menunggu pemerintah,” tegasnya dan para perambah hutan itu juga memukuli para orang tua dan menembak tiga warga dengan salah seorang yang terluka sempat sekarat. Anggota suka adat membakar truk, gergaji dan perlengkapan lain yang dipakai para pembalak.

Kelompok masyarakat adat juga mendirikan kamp-kamp pemantauan untuk mencegah para penebang gelap kembali ke sana. Insiden di wilayah masyarakat adat di negara bagian Maranhao di daerah timur laut itu terjadi bulan lalu tapi baru dilaporkan sekarang oleh, bbc.co.uk, mengutip dari reuters (5 September 2014).

Badan masyarakat adat Brasil, Funai, telah meminta agar keamanan diperketat di wilayah masyarakat Indian Alto Turiacu untuk mencegah terjadinya pertikaian dengan kekerasan. Wilayah-wilayah masyarakat adat di seluruh hutan Amazon memang sering kali diduduki oleh para penebang hutan ilegal dan pengeruk emas.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Suku adat Amazon mengusir penebang gelap. Masyarakat adat di wilayah Amazon di Brasil memutuskan untuk ‘main hakim sendiri’ dengan mengusir para penebang kayu ilegal dari tanah adat mereka, setelah menuduh pemerintah tidak mampu melindungi mereka.

    Kantor berita Reuters mengatakan kelompok dari suku adat Ka’apor mengikat para pembalak dan membakar truk serta gergaji mereka sebelum mengusir mereka. Kayu yang ditemukan juga dihancurkan. Suku Indian Ka’apor merupakan pemilik sah tanah di wilayah itu bersama dengan empat suku adat lainnya. Kelima suku mengatakan mereka sudah bosan menunggu pemerintah untuk bertindak guna menghentikan penebangan liar.

    Seorang pemimpin suku Ka’apor, Irakadju, kepada wartawan kantor berita Reuters mengatakan dia meminta bantuan tentara ketika berada di kawasan mereka tahun lalu namun tentara itu pergi. “Kami lelah menunggu pemerintah,” tegasnya dan para perambah hutan itu juga memukuli para orang tua dan menembak tiga warga dengan salah seorang yang terluka sempat sekarat. Anggota suka adat membakar truk, gergaji dan perlengkapan lain yang dipakai para pembalak.

    Kelompok masyarakat adat juga mendirikan kamp-kamp pemantauan untuk mencegah para penebang gelap kembali ke sana. Insiden di wilayah masyarakat adat di negara bagian Maranhao di daerah timur laut itu terjadi bulan lalu tapi baru dilaporkan sekarang oleh, bbc.co.uk, mengutip dari reuters (5 September 2014).

    Badan masyarakat adat Brasil, Funai, telah meminta agar keamanan diperketat di wilayah masyarakat Indian Alto Turiacu untuk mencegah terjadinya pertikaian dengan kekerasan. Wilayah-wilayah masyarakat adat di seluruh hutan Amazon memang sering kali diduduki oleh para penebang hutan ilegal dan pengeruk emas.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on