Paniai, Jubi–Pemerintah Kabupaten Paniai “tancap gas” untuk menertibkan aktivitas pertambangan emas di sepanjang Sungai Degeuwo, Distrik Bogobaida. Upaya penertiban diawali dengan sosialisasi regulasi dan Peraturan Bupati (Perbup) yang siap diterapkan segera. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Paniai, Alberth Kayame, ST, MT, mengatakan, pihaknya bekerjasama instansi teknis terkait lain akan segera menertibkan kawasan Degeuwo.

“Saya baru satu tahun menjabat, sekarang sedang siap untuk lakukan penertiban semua jenis usaha dan perusahaan di Degeuwo. Jadi, pemerintah daerah periode ini tidak diam, sudah godok Perbup sebagai dasar hukum, dan tim gabungan siap eksekusi,” tuturnya saat diwawancarai tabloidjubi.com di Enarotali, Sabtu (20/9).

Dari catatan Alberth, pelbagai persoalan Degeuwo memang terlalu lama dibiarkan. Selama belasan tahun tidak ditangani secara serius. “Banyak IUP tidak jelas, usaha haram dibuka di semua lokasi, masyarakat di sana selalu mengeluh, sudah begitu tidak ada pemasukan ke kas daerah. Itu fakta, maka sekarang kami tertibkan supaya semua jelas, semua pihak dapat hasil,” ungkap alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.

Perbup, kata dia, dibuat dengan mendapat data yang kuat dari berbagai komponen mengenai kegiatan pendulangan emas di Degeuwo. Tak terkecuali berbagai keluhan dari masyarakat dan laporan LSM. “Semua itu data bagi kami untuk menjadi pijakan dalam menyusun Perbup agar Degeuwo dapat diatur,” tegas Alberth.

Sebelumnya, Bupati Paniai, Hengki Kayame, SH, MH, menyatakan siap menerbitkan Perbup yang selanjutnya diberlakukan bagi pemerintah, masyarakat, pengusaha dan semua pihak dalam rangka penertiban kawasan pertambangan emas Degeuwo.

“Saya tidak akan kompromi lagi, tetap pertegas dalam penertiban. Semua hal diatur dalam Perbup supaya Degeuwo ditertibkan dari berbagai masalah,” ujarnya pada Sosialisasi Sistem Pertambangan dan Peraturan Bupati Paniai, Selasa (16/9) di aula Uwatawogi Enarotali.

Pemerintah daerah menurutnya, punya kewenangan untuk menertibkan pertambangan emas Degeuwo dengan dasar Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang dalam pelaksanaannya diatur dengan Perbup Paniai.

“Bukan rahasia lagi jika selama ini banyak masalah di kawasan Degeuwo, makanya kami siap tertibkan. Cabut ijin-ijin ilegal, dan semua harus ijin baru,” tegas Hengki. Untuk itu, pihaknya minta siapapun tidak politisir Degeuwo. Semua harus bersinergis untuk menertibkan dan mengatur pertambangan emas Degeuwo. “Kita sama-sama atur baik Degeuwo demi kepentingan semua, jangan satu pihak saja kenyang. Pengusaha, masyarakat dan pemerintah harus rasakan hasil,” ujar Bupati Paniai.

Ditegaskan, penertiban Degeuwo dimulai dengan proses perijinan yang resmi dari Pemerintah Kabupaten Paniai sesuai amanat Perbup. “Kita keluarkan ijin usaha baru, dan otomatis ijin lama tidak berlaku lagi,” tegas Bupati Hengki Kayame.

Judul    : Degeuwo Ditertibkan dengan Perbup

Penulis : Markus You on September 21, 2014 at 12:10:34 WP

Editor   : Victor Mambor

Sumber:

http://tabloidjubi.com/2014/09/21/degeuwo-ditertibkan-dengan-perbup/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    2 Comments

    1. Johannes 21 Oktober 2014 at 11:51 - Reply

      Berdasarkan pengamatan dilapangan yang terjadi saat ini adalah bahwa aparat pemerintah Daerah Kabupaten Paniai yang terkait tidak melakukan secara tegas atau tindakan nyata untuk melakukan penertiban lokasi degewo, bahkan tersebar isue bahwa aparat malah menggandeng pihak penambang liar yang dipimpin oleh pendatang dari makasar yang juga menjalankan bisnis helicopter di Nabire untuk menjalankan bisnis penambangan di degewo dengan didukung oleh aparat..

      Sangat menyedihkan nasib saudara-saudara kita dari suku Mee, Wolani dan ekari yang berada di lokasi tersebut, tidak didukung oleh pemerintah saja penambangan liar sudah menyengsarakan masyarakat apalagi tambah didukung oleh aparat pemerintah.
      Sampai kapankah pembiaran ini berlanjut, adakah aparat yang bersih yang mau melihat kembali masyarakat?

      Mari kita sama-sama membuka hati dan pikiran kita untuk melihat kembali permasalahan penambangan liar ini dengan akal yang sehat dan bukan untuk memenuhi kepentingan probadi dan perorangan.

      Salam membangun Papua dari Saya

      Johannes

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Paniai, Jubi–Pemerintah Kabupaten Paniai “tancap gas” untuk menertibkan aktivitas pertambangan emas di sepanjang Sungai Degeuwo, Distrik Bogobaida. Upaya penertiban diawali dengan sosialisasi regulasi dan Peraturan Bupati (Perbup) yang siap diterapkan segera. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Paniai, Alberth Kayame, ST, MT, mengatakan, pihaknya bekerjasama instansi teknis terkait lain akan segera menertibkan kawasan Degeuwo.

    “Saya baru satu tahun menjabat, sekarang sedang siap untuk lakukan penertiban semua jenis usaha dan perusahaan di Degeuwo. Jadi, pemerintah daerah periode ini tidak diam, sudah godok Perbup sebagai dasar hukum, dan tim gabungan siap eksekusi,” tuturnya saat diwawancarai tabloidjubi.com di Enarotali, Sabtu (20/9).

    Dari catatan Alberth, pelbagai persoalan Degeuwo memang terlalu lama dibiarkan. Selama belasan tahun tidak ditangani secara serius. “Banyak IUP tidak jelas, usaha haram dibuka di semua lokasi, masyarakat di sana selalu mengeluh, sudah begitu tidak ada pemasukan ke kas daerah. Itu fakta, maka sekarang kami tertibkan supaya semua jelas, semua pihak dapat hasil,” ungkap alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.

    Perbup, kata dia, dibuat dengan mendapat data yang kuat dari berbagai komponen mengenai kegiatan pendulangan emas di Degeuwo. Tak terkecuali berbagai keluhan dari masyarakat dan laporan LSM. “Semua itu data bagi kami untuk menjadi pijakan dalam menyusun Perbup agar Degeuwo dapat diatur,” tegas Alberth.

    Sebelumnya, Bupati Paniai, Hengki Kayame, SH, MH, menyatakan siap menerbitkan Perbup yang selanjutnya diberlakukan bagi pemerintah, masyarakat, pengusaha dan semua pihak dalam rangka penertiban kawasan pertambangan emas Degeuwo.

    “Saya tidak akan kompromi lagi, tetap pertegas dalam penertiban. Semua hal diatur dalam Perbup supaya Degeuwo ditertibkan dari berbagai masalah,” ujarnya pada Sosialisasi Sistem Pertambangan dan Peraturan Bupati Paniai, Selasa (16/9) di aula Uwatawogi Enarotali.

    Pemerintah daerah menurutnya, punya kewenangan untuk menertibkan pertambangan emas Degeuwo dengan dasar Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang dalam pelaksanaannya diatur dengan Perbup Paniai.

    “Bukan rahasia lagi jika selama ini banyak masalah di kawasan Degeuwo, makanya kami siap tertibkan. Cabut ijin-ijin ilegal, dan semua harus ijin baru,” tegas Hengki. Untuk itu, pihaknya minta siapapun tidak politisir Degeuwo. Semua harus bersinergis untuk menertibkan dan mengatur pertambangan emas Degeuwo. “Kita sama-sama atur baik Degeuwo demi kepentingan semua, jangan satu pihak saja kenyang. Pengusaha, masyarakat dan pemerintah harus rasakan hasil,” ujar Bupati Paniai.

    Ditegaskan, penertiban Degeuwo dimulai dengan proses perijinan yang resmi dari Pemerintah Kabupaten Paniai sesuai amanat Perbup. “Kita keluarkan ijin usaha baru, dan otomatis ijin lama tidak berlaku lagi,” tegas Bupati Hengki Kayame.

    Judul    : Degeuwo Ditertibkan dengan Perbup

    Penulis : Markus You on September 21, 2014 at 12:10:34 WP

    Editor   : Victor Mambor

    Sumber:

    http://tabloidjubi.com/2014/09/21/degeuwo-ditertibkan-dengan-perbup/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      2 Comments

      1. Johannes 21 Oktober 2014 at 11:51 - Reply

        Berdasarkan pengamatan dilapangan yang terjadi saat ini adalah bahwa aparat pemerintah Daerah Kabupaten Paniai yang terkait tidak melakukan secara tegas atau tindakan nyata untuk melakukan penertiban lokasi degewo, bahkan tersebar isue bahwa aparat malah menggandeng pihak penambang liar yang dipimpin oleh pendatang dari makasar yang juga menjalankan bisnis helicopter di Nabire untuk menjalankan bisnis penambangan di degewo dengan didukung oleh aparat..

        Sangat menyedihkan nasib saudara-saudara kita dari suku Mee, Wolani dan ekari yang berada di lokasi tersebut, tidak didukung oleh pemerintah saja penambangan liar sudah menyengsarakan masyarakat apalagi tambah didukung oleh aparat pemerintah.
        Sampai kapankah pembiaran ini berlanjut, adakah aparat yang bersih yang mau melihat kembali masyarakat?

        Mari kita sama-sama membuka hati dan pikiran kita untuk melihat kembali permasalahan penambangan liar ini dengan akal yang sehat dan bukan untuk memenuhi kepentingan probadi dan perorangan.

        Salam membangun Papua dari Saya

        Johannes

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on