Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit. Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit.

Pelalawan, Riau, 30/9 (Antara)–Agar petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri mampu mempertahankan perolehan pendapatan menunggu lima tahun untuk bisa memanen tandan buah segar (TBS), saat ini perusahaan holding di bawah bendera Raja Garuda Emas pimpinan Sukanto Tanoto aktif memberikan penyuluhan sebagai persiapan menyongsong replanting yang akan dilakukan mulai tahun 2015.

Salah satu lokasi kebun petani plasma yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi replanting (mengganti tanaman yang tidak lagi produktif dengan tanaman baru) adalah Kebun Ukui yang berada di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan di Balai Pertemuan Kebun Ukui, Sabtu 27 September 2014 lalu dengan menghadirkan pakar pertaniandari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Dr Ir Gembong KRMH Danudiningrat.

Head Plasma Asian Agri Pangarapen Gurusinga didampingi Koordinator SSL Ariston Noverry Fau dan Humas Lidia Veronika saat meninjau langsung pelaksanaan penyuluhan menjelaskan, persiapan petani plasma menghadapi replanting diperlukan agar mereka tidak kehilangan pendapatan setelah 20 tahun menikmati hasil panen kelapa sawit. Orang Asian Agri bilang, selama 20 tahun menikmati hasil panen, tentunya mereka membutuhkan pendampingan ketika dilakukan replanting. Sejak replanting dan penanaman bibit baru dilakukan hingga kebun petani plasma menghasilkan panen, membutuhkan waktu tunggu selama lima tahun. “Selama waktu tunggu itu tentu mereka perlu kelangsungan perolehan pendapatan,” kata Pangarapen.

Supaya petani plasma tetap memperoleh pendapatan tanpa menguras uang tabungan, lanjut Pangarapen, mereka diajari cara bercocok tanam yang produktif di sela-sela tanaman kelapa sawit setelah proses replanting selesai dilakukan. Dengan bercocok tanam di sela-sela sawit dengan tanaman produktif tanpa mengganggu pertumbuhan hingga selama lima tahun, kehidupan petani plasma diharapkan tetap sejahtera.

Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit (antarasumut)

Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit (antarasumut)

Beberapa tanaman pendamping yang cocok ditanam di sela kebun kelapa sawit, menurut Dr Ir Gembong KRMH Danudiningrat antara lain dengan menanam kedelai, jagung, ubi, talas, tebu, jahe, dan tanaman hortikultura lainnya yang berumur pendek. “Dengan perawatan dan pemberian pupuk organik yang tepat, hasil tanaman sela di kebun sawit akan melimpah ruah, bahkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani plasma,” ujar Gembong.

Selain bercocok tanam, katanya, beternak lembu atau kambing juga bisa dilakukan di areal kebun sawit dengan membuat kandang di pojok lahan,” kata Gembong. Sementara untuk makanan ternak dapat diambil dari tanaman gulma yang tumbuh di sekitar kebun dicampur daun sawit yang diramu secara khusus hingga tahan berhari-hari. “Kotoran ternak pun tidak berbau,” ujar Gembong.

Di kesempatan itu, Koordinator SSL Asian Agri Ariston Noverry Fau menjelaskan, selain terus bermitra dengan 29.000 petani plasma melalui skema KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota) yang mencakup lahan seluas 60.000 hektar yang tersebar di Riau, Jambi dan Sumatera Utara, manajemen Asian Agri juga membina 25.000 petani swadaya.

“Ini sebagai wujud komitmen kepedulian lingkungan dengan para petani sawit di sekitar kebun dan pabrik di tengah upaya perusahaan meningkatkan kinerja,” kata Ariston seraya menjelaskan, luas areal binaan kebun sawit swadaya Asian Agri sudah mencapai 8.544 hektar, dengan rincian di Sumut 3.008 ha, Riau 3.453 ha dan Jambi 2.083 ha sehingga ditargetkan tahun 2016 mencapai 20 ribu hektar.

Ariston menegaskan, tidak dipungkiri, kerjasama dengan petani plasma dan swadaya menguntungkan Asian Agri karena usaha kelompok atau group perusahaan mendapat kepastian pasokan TBS untuk PKS (pabrik kelapa sawit). “Pada prinsipnya Asian Agri ingin tumbuh bersama petani yang secara global nantinya juga akan menguntungkan Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen utama dan ekspor produk sawit di dunia,” katanya.

Sumber: Asian Agri Bantu Petani Swadaya Peremajaan Kebun Sawit

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit. Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit.

    Pelalawan, Riau, 30/9 (Antara)–Agar petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri mampu mempertahankan perolehan pendapatan menunggu lima tahun untuk bisa memanen tandan buah segar (TBS), saat ini perusahaan holding di bawah bendera Raja Garuda Emas pimpinan Sukanto Tanoto aktif memberikan penyuluhan sebagai persiapan menyongsong replanting yang akan dilakukan mulai tahun 2015.

    Salah satu lokasi kebun petani plasma yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi replanting (mengganti tanaman yang tidak lagi produktif dengan tanaman baru) adalah Kebun Ukui yang berada di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan di Balai Pertemuan Kebun Ukui, Sabtu 27 September 2014 lalu dengan menghadirkan pakar pertaniandari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Dr Ir Gembong KRMH Danudiningrat.

    Head Plasma Asian Agri Pangarapen Gurusinga didampingi Koordinator SSL Ariston Noverry Fau dan Humas Lidia Veronika saat meninjau langsung pelaksanaan penyuluhan menjelaskan, persiapan petani plasma menghadapi replanting diperlukan agar mereka tidak kehilangan pendapatan setelah 20 tahun menikmati hasil panen kelapa sawit. Orang Asian Agri bilang, selama 20 tahun menikmati hasil panen, tentunya mereka membutuhkan pendampingan ketika dilakukan replanting. Sejak replanting dan penanaman bibit baru dilakukan hingga kebun petani plasma menghasilkan panen, membutuhkan waktu tunggu selama lima tahun. “Selama waktu tunggu itu tentu mereka perlu kelangsungan perolehan pendapatan,” kata Pangarapen.

    Supaya petani plasma tetap memperoleh pendapatan tanpa menguras uang tabungan, lanjut Pangarapen, mereka diajari cara bercocok tanam yang produktif di sela-sela tanaman kelapa sawit setelah proses replanting selesai dilakukan. Dengan bercocok tanam di sela-sela sawit dengan tanaman produktif tanpa mengganggu pertumbuhan hingga selama lima tahun, kehidupan petani plasma diharapkan tetap sejahtera.

    Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit (antarasumut)

    Guru Besar UGM Prof Dr Ir Gembong Danuningrat memberikan pelatihan para petani plasma kelapa sawit binaan Asian Agri di Balai Pertemuan Kebun Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau tentang cara bercocok tanam yang tepat di sela-sela tanaman sawit (antarasumut)

    Beberapa tanaman pendamping yang cocok ditanam di sela kebun kelapa sawit, menurut Dr Ir Gembong KRMH Danudiningrat antara lain dengan menanam kedelai, jagung, ubi, talas, tebu, jahe, dan tanaman hortikultura lainnya yang berumur pendek. “Dengan perawatan dan pemberian pupuk organik yang tepat, hasil tanaman sela di kebun sawit akan melimpah ruah, bahkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani plasma,” ujar Gembong.

    Selain bercocok tanam, katanya, beternak lembu atau kambing juga bisa dilakukan di areal kebun sawit dengan membuat kandang di pojok lahan,” kata Gembong. Sementara untuk makanan ternak dapat diambil dari tanaman gulma yang tumbuh di sekitar kebun dicampur daun sawit yang diramu secara khusus hingga tahan berhari-hari. “Kotoran ternak pun tidak berbau,” ujar Gembong.

    Di kesempatan itu, Koordinator SSL Asian Agri Ariston Noverry Fau menjelaskan, selain terus bermitra dengan 29.000 petani plasma melalui skema KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota) yang mencakup lahan seluas 60.000 hektar yang tersebar di Riau, Jambi dan Sumatera Utara, manajemen Asian Agri juga membina 25.000 petani swadaya.

    “Ini sebagai wujud komitmen kepedulian lingkungan dengan para petani sawit di sekitar kebun dan pabrik di tengah upaya perusahaan meningkatkan kinerja,” kata Ariston seraya menjelaskan, luas areal binaan kebun sawit swadaya Asian Agri sudah mencapai 8.544 hektar, dengan rincian di Sumut 3.008 ha, Riau 3.453 ha dan Jambi 2.083 ha sehingga ditargetkan tahun 2016 mencapai 20 ribu hektar.

    Ariston menegaskan, tidak dipungkiri, kerjasama dengan petani plasma dan swadaya menguntungkan Asian Agri karena usaha kelompok atau group perusahaan mendapat kepastian pasokan TBS untuk PKS (pabrik kelapa sawit). “Pada prinsipnya Asian Agri ingin tumbuh bersama petani yang secara global nantinya juga akan menguntungkan Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen utama dan ekspor produk sawit di dunia,” katanya.

    Sumber: Asian Agri Bantu Petani Swadaya Peremajaan Kebun Sawit

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on