Gelar Tikar Adat, Kepala Suku Mbaham Matta Ucapkan Selamat Kepada Presiden Indonesia

0
555
screensot@Pimpinan Suku Mbaham Matta Hak Adat Diakui Metrotvnews.com fak fak
[email protected] Suku Mbaham Matta Hak Adat Diakui Metrotvnews.com fak fak
screensot@Pimpinan Suku Mbaham Matta  Hak Adat Diakui   Metrotvnews.com fak fak
[email protected] Suku Mbaham Matta Hak Adat Diakui Metrotvnews.com fak fak

Kepala Suku Mbaham Matta, Zeth Gwas Gwas menggelar tikar adat disaat pelantikan presiden dan Wakil Presiden Indonesia (Jokowi-JK) 20 Oktober 2014. Sambil mengikuti prosesi dari Jakarta via radio, masyarakat adat di Papua Barat ini menyematkan harapan bagi presiden baru Indonesia.

Di wilayahnya perayaan pelantikan orang nomor satu di Indonesia tersebut dilakukan dengan menggelar tikar adat dan berdikusi masalah-masalah daerah yang akan disampaikan langsung kepada presiden.

Gelar tikar adat tersebut tak luput dari liputan media (metrotv). Ketua Umum Dewan Adat Mbaham Matta, Zeth berharap adanya penghormatan dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat. Harapan tersebut dia sampaikan pas mengikuti prosesi pelantikan Jokowi-JK lewat media radio.

Nampak warga adat setempat yang hadir sambil makan pinang dan saling berdiskusi soal-soal hak mereka, terutama menyangkut projek MP3Ei yang di daerah dinamai produk RTRWP. Masyarakat adat cemas, galau dan gelisah karena proses yang dilakukan tidak melibatkan mereka sehingga dikhawatirkan mengancam tatanan orang-orang adat.

screensot@Pimpinan Suku Mbaham Matta  Hak Adat Diakui   Metrotvnews.com fak fak
[email protected] Suku Mbaham Matta Hak Adat Diakui Metrotvnews.com fak fak

Masalah tersebut diantaranya antara lain soal rencana tata ruang wilayah kabupaten kota dan provinsi papua barat yang mengancam punahnya hutan dan kampung-kampung adat masyarakat papua.

“Bahwa memimpin Negara ini harus menunjukkan ahlak yang mulia menuju peradaban yang baru” tegas Kepala Suku Mbaham Matta.

Dihubungi PUSAKA, Tuan Zeth bilang acara tikar adat tersebut berlangsung selama seharian penuh. Kami smua duduk, sambil makan pinang dan diskusi sampai malam. Masyarakat antusias hadir pada diskusi tersebut. (Arkilaus Baho)