Jakarta – Oki Satrio, seorang anggota Sunda Wiwitan, kelompok penganut kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa, bercerita soal dikriminasi menyakitkan yang mereka alami selama ini. Dia menikah dengan Dewi Kunti, dan selama 17 tahun dilarang mendapatkan hak-hak administrasi kependudukan.

“Sejak usia empat-lima tahun, anak-anak kami itu didiskriminasi. Anak-anak kami ditelanjangi untuk dilihat disunat apa enggak oleh guru agamanya. Karena dalam perspektif mayoritas, Sunda itu Islam dan Islam itu Sunda,” ‎kata Oki dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (18/10).

Belakangan, karena kuatnya tekanan dan diskriminasi yang dirasakan, banyak warga penganut yang merasa terjebak dalam ketaknyamanan. Bahkan banyak yang tak berani mengaku dirinya adalah seorang penganut Sunda Wiwitan, kata Oki.

Dia mengaku pihaknya memiliki harapan besar pada pemerintahan Jokowi-JK, yang di kampanye pilpres lalu dibela oleh kelompok-kelompok adat di Jawa Barat. Dia berkisah bahwa saat pilpres, tak ada parpol yang bergerak masif kecuali yang mewakili pasangan Prabowo-Hatta. Kebetulan Jawa Barat dipimpin Ahmad Heryawan yang merupakan Politisi PKS.

“Kami semua warga adat bergerak, bukan untuk memenangkan Jokowi tapi memperkecil kekalahan. Karena kami melihat kalau tak gerak, kami makin akan dihabisi. Harapannya, di pemerintahan Jokowi-JK, kami diakui. Minimal diberi tempat di rumah kami sendiri,” ujar Oki (beritasatu.com)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jakarta – Oki Satrio, seorang anggota Sunda Wiwitan, kelompok penganut kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa, bercerita soal dikriminasi menyakitkan yang mereka alami selama ini. Dia menikah dengan Dewi Kunti, dan selama 17 tahun dilarang mendapatkan hak-hak administrasi kependudukan.

    “Sejak usia empat-lima tahun, anak-anak kami itu didiskriminasi. Anak-anak kami ditelanjangi untuk dilihat disunat apa enggak oleh guru agamanya. Karena dalam perspektif mayoritas, Sunda itu Islam dan Islam itu Sunda,” ‎kata Oki dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (18/10).

    Belakangan, karena kuatnya tekanan dan diskriminasi yang dirasakan, banyak warga penganut yang merasa terjebak dalam ketaknyamanan. Bahkan banyak yang tak berani mengaku dirinya adalah seorang penganut Sunda Wiwitan, kata Oki.

    Dia mengaku pihaknya memiliki harapan besar pada pemerintahan Jokowi-JK, yang di kampanye pilpres lalu dibela oleh kelompok-kelompok adat di Jawa Barat. Dia berkisah bahwa saat pilpres, tak ada parpol yang bergerak masif kecuali yang mewakili pasangan Prabowo-Hatta. Kebetulan Jawa Barat dipimpin Ahmad Heryawan yang merupakan Politisi PKS.

    “Kami semua warga adat bergerak, bukan untuk memenangkan Jokowi tapi memperkecil kekalahan. Karena kami melihat kalau tak gerak, kami makin akan dihabisi. Harapannya, di pemerintahan Jokowi-JK, kami diakui. Minimal diberi tempat di rumah kami sendiri,” ujar Oki (beritasatu.com)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on