Aktivis Lingkungan di Bintuni Tewas Misterius di Atas Spead Boad

0
693

Bintuni, 28 November 2014, pada tanggal 28 November 2014 jam 08.00 Wit, rombongan aktifis Lingkungan bersama Yunus harus kembali kekampung untuk melakukan penguatan terhadap masyarakat akan hasil kerja-kerja dirinya bersama LSM, namun sayang pada pagi itu terkejutlah mereka karena musiba menghampiri mereka bahwa sesosok mayat yang tergapar tidak bernyawa diatas kendaraan laut itu adalah Yunus.

Dari informasi yang kami himpun, korban hendak menuju laut mempersiapkan kelengkapan spiet untuk kemudian bertolak ke kampung wagura distri kuri. Selang satu jam kira-kira tepatnya jam 7.00 Waktu Bintuni, dimana yang bersangkutan belum juga melaporkan hasil kerjanya kepada Pak Romilus maka secara langsung pihaknya mencek sendiri ke TKP karena menungu air yang sudah pasang namun spiet tersebut belum juga muncul namun setibanya di TKP Korban sudah tidak bernyawa.

Tim juga mencoba untuk mengecek hasil visum dokter, ternyata informasi yang bersangkutan meninggal tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada dirinya.sehingga denga demikian kematiannya menjadi hal yang misterius.

Sebelum Tewas

Pada tanggal 03 Juli 2014 di Hotel Stengkol terjadi pertemuan para pihak yang mengasilkan beberapa poin kesepakatan diataranya tentang penyelidikan lapangan oleh Timdu di Wilayah Konsesi PT.Wukirasari dan ditandatanggani bersama oleh Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Dinas Kehutanan Kabupaten Teluk Bintuni, Kepolisian Resort Teluk Bintuni, Manajemen PT.Wukirasari diwakili oleh Direktur Utama Iwan tanjono dan Masyarakat adat Kampung Wagura, Otremta dan refideso. Keberhasilan ini sudah tentu bukan hasil PBMH sendiri melainkan Yunus juga telah memberikan andil mendukung kerja-kerja ini.

Berdasarkan Surat kesepakatan bersama pada tanggal 24-25 November di Kampung Wagura, Otremmta dan Refideso yang digagas dari TIMDU yang dipimping oleh Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat melakukan penyelidikan bersama dan PBMH termasuk JASOIL. Almarhum Yunus juga ikut dalam kegiatan tersebut dan pada tanggal 25 Timdu mengumumkan bahwa ada terjadi perambahan Hutan oleh Manajemen PT.Wukirasari tepatnya pada RKT 2014. Setelah 2 hari dilapangan Timdu dan LSM PBMH JASOIL pada ahirnya harus kembali ke Kota mengunakan spiet dan Yunus juga ikut kembali ke kota mengantar Tim.

Yunus Semasa Hidup

Yunus Refideso, Usia 17 Tahun.Yunus bersal dari kampung Otremta Distrik Kuri Kabupaten Teluk Bintuni. Dia tidak sempat menyelesaikan pendidikan sekolah dasar akibat ketidak mampuan orang tuanya sehingga tumbuh kembangnya sebagai seorang anak boleh dibilang tidak sama dengan anak-anak lain yang karena status ekonomi mampu bersekola.Yunus Karena tidak menamatkan pendidikan SD,maka kerjanya dikampung hanya serabutan asalkan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Yunus adalah anak yang penurut dan rajin bekerja apabila di suru oleh orang yang lebih dewasa.

Selama ini almarhum terlibat sebagai relawan pada Perkumpulan Bin Madag Hom Teluk Bintuni sebagai pembantu draiver spiet milik Bapak romilus tatuta, yang sering digunakan untuk kerja-kerja pendampingan di basis dalam perjalanan melakukan pendampinggan dan advokasi kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT Wukirasari di Kampung Wagura, Otremta dan Refideso Distrik Kuri Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat.

Keterlibatan Almarhum cukup memainkan peran strategis dibidangnya sebagai dukungan dan bukan hanya di laut saja, dia juga bekerja pada saat tim ke lapangan dia senantiasa mendampingi dan membantu para aktivis lingkungan dan hak-hak masyarakat adat untuk memikul dan menjaga barang-barang merekaketika berada dilapangan.

Perkumpulan Bin Madag Hom Teluk Bintuni selama melakukan pendampinggan dan Advokasi kurang lebih satu tahun boleh di katakan berhasil karena telah menyeret semua pihak terkait untuk duduk bersama-sama membicarakan langka-langka penanganan laju kerusakan hutan di Distrik Kuri Kampung Wagura, Otremmta dan Refideso.

Berita duka itu mengejutkan bagi seluruh pegiat hak-hak adat di Tanah Papua khususnya kawan-kawan Perkumpulan Bin Madag Hom Teluk Bintuni. Kepada PUSAKA, Direktur Bin Madag Hom Anis Akwan bilang, kematian relawan sejawatnya begitu misterius. Untuk itu hanya bisa berharap kepada waktu untuk mengkungkapkan semuanya! Selamat Jalan Ade ku..! Doa kami menyertaimu, semoga Yesus Sang Kepala Gerakan senang tiasa menyertai almarhum di alam sana dan diberikan tempat yang layak atas perbuatan dan pengabdian Yunus selama berkiprah dalam memperjuangkan hak-hak Kaum yang tertindas, demikian pesan duka dari Direktur Bin Madag Hom. Selamat Jalan Pejuang Papua.

(Arkilaus Baho)