Badan Pangan Dunia (FAO) mencanangkan tahun 2014 sebagai Tahun Pertanian Keluarga. Hal itu disampaikan lewat siaran pers yang dilansir detikfood (05/11/2014). Ketua Panitia BOF4 & Family Farming 2014 Ani Purwati menjelaskan bahwa acara tahunan ini akan menyoroti pentingnya pertanian keluarga untuk menghasilkan pangan organik dan lokal yang sehat.

Dia menegaskan, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan bisa merenungkan kembali pola makan dan makanan yang dikonsumsinya. Apakah makanan tersebut organik, lokal, dan sehat, apakah proses produksinya memerhatikan kepentingan dan kesejahteraan keluarga petani, dan sebagainya,” tutur Ani.

Lanjut Ani, di seluruh dunia diperkirakan 3 miliar orang tinggal di pedesaan dan kebanyakan adalah keluarga petani. Dari angka tersebut, 1,5 miliar perempuan dan laki-laki hidup dari 404 juta lahan pertanian kecil (luasnya kurang dari 2 hektar).

Sekitar 410 juta orang mengumpulkan hasil hutan dan padang rumput, 100-200 juta orang menjadi penggembala, dan 100 juta orang merupakan nelayan kecil. Sebanyak 370 juta jiwa adalah masyarakat asli yang sebagian besar bertani, sedangkan 800 juta orang bercocok tanam di kota.

Terkait kegiatan dimaksud, Direktur Program AOI Sri Nuryati berpendapat pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebab, sampai saat ini harga hasil pertanian organik, terutama beras dan sayuran, masih lebih tinggi daripada komoditas konvensional.

“Pertanian keluarga memiliki nilai strategis karena mempunyai fungsi ekonomis, sosial, budaya, lingkungan, dan kewilayahan. Dalam pertanian keluarga, perempuan maupun laki-laki menyumbang pangan dunia sebesar 70%,” kata Ika N. Krisnayanti, Divisi Hubungan Internasional API.

BOF4 & Family Farming 2014 akan diisi dengan berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya adalah pameran produk organik dan lokal, seminar ‘Pentingnya Peran Perempuan dalam Pertanian Keluarga’, serta talkshow ‘Peta Rasa Pangan Lokal’ dan ‘Gaya Hidup Organik untuk Generasi Muda’.

Kelompencapir, semacam acara cerdas cermat dengan tema pertanian yang dicetuskan pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, pun akan dihidupkan kembali di ajang ini. Selain itu akan ada klinik organik serta kegiatan mengenal dan menikmati aneka minuman kesehatan dari madu.

Para orang tua dapat mengikuti demo masak interaktif serta tips dan trik membuat smoothies dan jus. Anak-anakpun akan disibukkan dengan kegiatan penanaman pohon, lomba mewarnai, membuat permen dari sari buah, serta membuat kerajinan dari koran bekas. Para pengunjung juga akan dihibur dengan pentas seni dan musik tradisional.

Sri berharap, acara tahunan ini dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif menerapkan pola hidup organik. “Dengan demikian, kesehatan masyarakat, lingkungan, serta kesejahteraan petani bisa tercapai,” ungkap Sri.

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Badan Pangan Dunia (FAO) mencanangkan tahun 2014 sebagai Tahun Pertanian Keluarga. Hal itu disampaikan lewat siaran pers yang dilansir detikfood (05/11/2014). Ketua Panitia BOF4 & Family Farming 2014 Ani Purwati menjelaskan bahwa acara tahunan ini akan menyoroti pentingnya pertanian keluarga untuk menghasilkan pangan organik dan lokal yang sehat.

    Dia menegaskan, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan bisa merenungkan kembali pola makan dan makanan yang dikonsumsinya. Apakah makanan tersebut organik, lokal, dan sehat, apakah proses produksinya memerhatikan kepentingan dan kesejahteraan keluarga petani, dan sebagainya,” tutur Ani.

    Lanjut Ani, di seluruh dunia diperkirakan 3 miliar orang tinggal di pedesaan dan kebanyakan adalah keluarga petani. Dari angka tersebut, 1,5 miliar perempuan dan laki-laki hidup dari 404 juta lahan pertanian kecil (luasnya kurang dari 2 hektar).

    Sekitar 410 juta orang mengumpulkan hasil hutan dan padang rumput, 100-200 juta orang menjadi penggembala, dan 100 juta orang merupakan nelayan kecil. Sebanyak 370 juta jiwa adalah masyarakat asli yang sebagian besar bertani, sedangkan 800 juta orang bercocok tanam di kota.

    Terkait kegiatan dimaksud, Direktur Program AOI Sri Nuryati berpendapat pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebab, sampai saat ini harga hasil pertanian organik, terutama beras dan sayuran, masih lebih tinggi daripada komoditas konvensional.

    “Pertanian keluarga memiliki nilai strategis karena mempunyai fungsi ekonomis, sosial, budaya, lingkungan, dan kewilayahan. Dalam pertanian keluarga, perempuan maupun laki-laki menyumbang pangan dunia sebesar 70%,” kata Ika N. Krisnayanti, Divisi Hubungan Internasional API.

    BOF4 & Family Farming 2014 akan diisi dengan berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya adalah pameran produk organik dan lokal, seminar ‘Pentingnya Peran Perempuan dalam Pertanian Keluarga’, serta talkshow ‘Peta Rasa Pangan Lokal’ dan ‘Gaya Hidup Organik untuk Generasi Muda’.

    Kelompencapir, semacam acara cerdas cermat dengan tema pertanian yang dicetuskan pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, pun akan dihidupkan kembali di ajang ini. Selain itu akan ada klinik organik serta kegiatan mengenal dan menikmati aneka minuman kesehatan dari madu.

    Para orang tua dapat mengikuti demo masak interaktif serta tips dan trik membuat smoothies dan jus. Anak-anakpun akan disibukkan dengan kegiatan penanaman pohon, lomba mewarnai, membuat permen dari sari buah, serta membuat kerajinan dari koran bekas. Para pengunjung juga akan dihibur dengan pentas seni dan musik tradisional.

    Sri berharap, acara tahunan ini dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif menerapkan pola hidup organik. “Dengan demikian, kesehatan masyarakat, lingkungan, serta kesejahteraan petani bisa tercapai,” ungkap Sri.

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on