Kisah Negara Nauru Punya Tambang Fosfat Tapi Kini Sulit Minum Air Kelapa Segar Karena Lingkungan Rusak

0
1437

Nauru adalah sebuah pulau kecil (sekitar delapan mil persegi) setengah jalan antara Hawaii dan Selandia Baru dibuat sebagian besar dari kotoran burung. Penemu Eropa menamakannya Pleasant Island pada 1798. Pulau yang luar biasa indah. Kemudian fosil kotoran burung dapat ditambang sebagai fosfat, yang bernilai ekonomi tinggi. Berikut ini kisah orang Nauru yang dikutip dari strangehistory dan merdeka.com dari era kaya hingga kini miskin.

Abad kesembilan belas, pedagang Eropa memasok senjata kesini dan orang Nauru kerap berantam satu sama lain. Pada 1888 Jerman campur tangan untuk mengakhiri perang dan ancaman bahwa para pemimpin suku akan dieksekusi. Lebih dari tujuh ratus senjata dan senapan diserahkan kepada pihak berwenang.

Pulau ini tetap dibawah naungan Kekaisaran Jerman sampai 1914 ketika diduduki oleh Australia atas nama Sekutu. Pada tahun 1919 Inggris menciptakan Komisi Fosfat Inggris yang menguasai pulau tersebut untuk kepentingan Australia, Selandia Baru dan lebih luas. Meskipun tidak mengutamakan kepentingan orang Nauru. Pada tahun 1923 Australia mengambil alih Nauru. Pada tahun 1942 Jepang menduduki dan Nauru memiliki masa terburuk. Wabah kusta kornis. Pada tahun 1945 sebuah amanah bersama Selandia Baru, Australia dan Inggris didirikan, maka pada tahun 1968 pulau itu akhirnya diberikan kemerdekaan.

Dari 1968 mereka sudah sedikit bahagia sebab kaya raya. Setelah semua tambang habis, mereka sekarang berkaca pada diri mereka sendiri. Jangan pernah memberikan anak-anak Anda sebuah sumur minyak. Pada tahun 2006 fosfat telah habis. Ingin mengambil uang, para pengacara berhasil gugat Inggris, Australia dan Selandia Baru untuk eksploitasi berlebihan. Tapi kompensasi tidak berlangsung baik. Dan kemudian putus asa. Pada tahun 2003, pulau ini mendapat pantauan dari AS karena membantu para pembelot Korea Utara melarikan diri. 90% dari Nauruans sekarang menganggur dan sebagian besar dari mereka yang memiliki pekerjaan berutang kepada pihak berwenang (semacam invisible hand) Adam Smith.

Ketika Naura memperoleh kemerdekaan dari Inggris di tahun 1968, penduduk setempat kemudian memulai tambangnya sendiri. Negara seluas 21 kilometer persegi tersebut kemudian dieksplorasi secara maksimal. Di tahun 1980, Nauru menjadi negara terkaya sejagat jika dilihat dari pendapatan per kapita. Pencapaian besar untuk negara kecil.

Penemuan fosil kotoran burung yang berusia lebih dari seribu tahun telah mengubah negara ini selamanya. Pupuk kompos alami itu telah memicu pembuatan tambang pertama oleh perusahaan asing.

Dari negara kaya, Nauru kini jadi negara pengutang

Pada awal 1980 persediaan fosfat atau kotoran burung yang kemudian dijadikan kompos mulai menipis. hal ini yang kemudian mempengaruhi pemasukan negara. Beberapa tahun kemudian, Nauru akhirnya bangkrut. Pemerintah yang telah melakukan investasi yang buruk kemudian melakukan pinjaman.

“Banyak uang diinvestasikan pada sesuatu yang tidak menghasilkan,” kata kepala Geosciences di University of Sydney, Professor John Connell kepada ABC. Dia kemudian memberi contoh, salah satunya membangun gedung-gedung di luar negeri, seperti Nauru House di Melbourne, hotel, pabrik fosfat di India dan Philipina yang kemudian tidak bisa bertahan.

Dengan opsi keuangan yang sedikit, pada 2001, Nauru membuat perjanjian dengan Australia untuk melakukan pinjaman yang membuatnya menjadi ketergantungan. Untuk tahun ini, jumlah pinjaman pinjaman telah mencapai USD 27.1 atau sekitar Rp 325 miliar.

Foya-foya ibarat dollar untuk kertas toilet

Nauru yang menjadi negara kaya mendadak kemudian mengubah pola hidup warganya. Banyak penduduk lokal yang kemudian meninggalkan pekerjaannya dan menghabiskannya dengan berlibur dan melakukan perjalanan ke luar negeri dan mengimpor mobil spot mewah seperti Lamborghini.

“Sangat sulit bagi warga lokal untuk berpikir menginvestasikan uangnya. Ibaratnya dollar bahkan pernah digunakan sebagai kertas toilet,” kata salah seorang penduduk Nauru kepada BBC.

“Itu seperti setiap hari pasti ada pesta.”

Selain alam rusak dan mengutang, tingkat obesitas tertinggi sejagat

Banyak dari mereka yang kemudian meninggalkan kehidupan tradisional dan mulai mengonsumsi makanan tidak sehat, alkohol dan rokok. Harapan hidup mereka menurun hingga usia 50 tahun, di mana mereka menderita diabetes, serangan jantung dan penyakit kronis lainnya. WHO pada tahun 2007 mengumumkan, 94,5 persen penduduk Nauru menderita kelebihan berat badan, dan 71.7 persen menderita obesitas. Kasus ini merupakan yang tertinggi di dunia, sebelum diambil oleh meksikopada 2013. Saat ini, Nauru memiliki prefalansi diabetes tipe dua tetinggi di dunia, menjangkiti 31 persen orang dewasa.

Penambangan fosfat telah merusak alam Nauru

Dengan banyaknya pertambangan di negara tersebut, yang kini ditinggalkan hanyalah lingkungan yang rusak yang menghasilkan pembusukan. Kerusakan sangat parah, sehingga sebesar 75 persen wilayah Nauru tidak layak huni.  Salah satu mantan menteri Nauru, James Aingimea (84) mengatakan, jika melihat dampak penambangan, dia berharap fosfat tidak pernah ditemukan.

“Saya berharap Nauru bisa seperti sebelumnya. Ketika saya kecil, semuanya sangat indah. Waktu itu masih ada pohon. Hijau di mana-mana, dan kita dapat memakan kelapa segar dan suku. Sekarang saya melihat apa yang terjadi, saya mau menangis.”