Pemkab Kuansing menggelar Loka Karya Tanah Ulayat. Terkait banyaknya kasus sengketa tanah ulayat yang telah ikut merubah tatanan sosial.  Sengketa tanah ulayat di Kabupaten Kuansing tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak kasus kini terkait tanah ulayat ini telah merubah tatanan sosial kehidupan dimasyarakat. Berbagai macam kasus terkait itu.

Untuk mengatasi polemik tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui dinas kehutanan hari ini, Rabu(5/11/14) melaksanakan kegiatan Loka Karya Tanah Ulayat, yang dilangsungkan di Gedung Narosa Teluk Kuantan.  Acara itu bertujuan agar masyarakat adat memahami pengelolaan tanah ulayat, inventarisasi tanah ulayat, hak-hak atas tanah ulayat. Sehingga kedepan akan disusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tanah Ulayat.

“Dengan adanya perda, maka hak dan kewajiban kenegerian atas tanah ulayat akan diakomodir dan diakui secara hukum,” ujar Bupati Kuansing, melalui Asisten I, Erlianto.

Dihadapan para pemuka adat dan pemuka masyarakat kenegerian yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, Erlianto menegaskan, tanah bagi masyarakat Kuansing, mempunyai kedudukan yang sangat penting. Tanah merupakan satu-satuya benda kekayaan yang bersifat tetap dalam keadaannya, bahkan lebih menguntungkan.

“Masyarakat hukum adat dapat menggunakan tanah ulayat untuk kesejahteraan dari seluruh masyarakat hukum adat,” sebut Erlianto.

Dijelaskannya, tanah ulayat merupakan kepunyaan bersama yang diyakini sebagai peninggalan nenek moyang kepada kelompok yang merupakan masyarakat hukum adat sebagai unsur pendukung utama bagi kehidupan dan penghidupan kelompok tersebut. Kendatipun demikian, diakui Erlianto, pemerintah daerah setakad ini belum mengakui secara hukum terhadap hak ulayat.

“Pemerintah pusat dalam memberikan izin belum mengakomodir keberadaan tanah ulayat yang ada, sehingga muncul permasalahan kepemilikan tanah antara kenegerian dan pemegang izin,” jelasnya. (riauterkini.com)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pemkab Kuansing menggelar Loka Karya Tanah Ulayat. Terkait banyaknya kasus sengketa tanah ulayat yang telah ikut merubah tatanan sosial.  Sengketa tanah ulayat di Kabupaten Kuansing tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak kasus kini terkait tanah ulayat ini telah merubah tatanan sosial kehidupan dimasyarakat. Berbagai macam kasus terkait itu.

    Untuk mengatasi polemik tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui dinas kehutanan hari ini, Rabu(5/11/14) melaksanakan kegiatan Loka Karya Tanah Ulayat, yang dilangsungkan di Gedung Narosa Teluk Kuantan.  Acara itu bertujuan agar masyarakat adat memahami pengelolaan tanah ulayat, inventarisasi tanah ulayat, hak-hak atas tanah ulayat. Sehingga kedepan akan disusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tanah Ulayat.

    “Dengan adanya perda, maka hak dan kewajiban kenegerian atas tanah ulayat akan diakomodir dan diakui secara hukum,” ujar Bupati Kuansing, melalui Asisten I, Erlianto.

    Dihadapan para pemuka adat dan pemuka masyarakat kenegerian yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, Erlianto menegaskan, tanah bagi masyarakat Kuansing, mempunyai kedudukan yang sangat penting. Tanah merupakan satu-satuya benda kekayaan yang bersifat tetap dalam keadaannya, bahkan lebih menguntungkan.

    “Masyarakat hukum adat dapat menggunakan tanah ulayat untuk kesejahteraan dari seluruh masyarakat hukum adat,” sebut Erlianto.

    Dijelaskannya, tanah ulayat merupakan kepunyaan bersama yang diyakini sebagai peninggalan nenek moyang kepada kelompok yang merupakan masyarakat hukum adat sebagai unsur pendukung utama bagi kehidupan dan penghidupan kelompok tersebut. Kendatipun demikian, diakui Erlianto, pemerintah daerah setakad ini belum mengakui secara hukum terhadap hak ulayat.

    “Pemerintah pusat dalam memberikan izin belum mengakomodir keberadaan tanah ulayat yang ada, sehingga muncul permasalahan kepemilikan tanah antara kenegerian dan pemegang izin,” jelasnya. (riauterkini.com)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on