Jakarta – Greenpeace Indonesia dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) bersama para pemangku kepentingan lain membuat peta pekebun kelapa sawit mandiri yang berkelanjutan. Pembuatan peta untuk mewujudkan target nol deforestasi dalam sektor industri kelapa sawit di Indonesia.

Koordinator Solusi untuk kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Acmad Saleh Suhada mengungkapkan strategi ini dapat meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) pekebun kelapa sawit mandiri menjadi hingga 36 juta/ton/ha/tahun melalui efisiensi lahan tanpa ekspansi agresif. Dengan demikian target peningkatan produktivitas dan pengembangan ekonomi dan penyelematan lingkungan dapat berjalan seiring.

“Saat ini industri minyak sawit global sedang bertransformasi termasuk juga pekebun mandiri skala kecil. Pekebun kelapa sawit mandiri dapat menjadi pemangku kepentingan yang utana dalam konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Achmad di tengah lokakarya ‘Membangun Peta Jalan Pekebun Kelapa Sawit Mandiri yang Berkelanjutan’ di Jakarta, Senin (10/11).

Menurut Achmad peningkatan produksi hanyalah satu fokus dari lima strategi bersama peta jalan tersebut. Strategi lainnya yaitu pemetaan prioritas langkah-langkah dalam pengembangan inovasi pertanian, pengembangan pupuk organik, dan mengurangi ketergantungan pada petisida kimia.

Fokus penting lainnya adalah penghormatan terhadap para pekerja dan pekebun kelapa sawit mandiri melalui pelatihan teknis, pemupukan, penyemprotan dan metode pemanenan sehingga pekerja dapat lebih efektif, efisien, serta tepat guna dalam meningkatkan produktifitas.

Koordinator SPKS Mansuetus Darto Alyshanu mengungkapkan pekebun mandiri memiliki komitmen besar dalam menyelamatkan hutan dan gambut Indonesia. “Saya berharap komitmen tersebut dapat mewujudkan target nol deforestasi untuk pekebun mandiri dengan meningkatkan nilai produktifitas, kapasitas serta memperkuat kelembagaannya,” ujar dia.

Mansuetus mengatakan peta jalan ini diharapkan dapat meraih respons positif dari pasar sehingga transformasi yang utuh dapat mewujudkan akses langsung antara para pekebun dan pembeli. Ia pun menambahkan tiga fokus lain dari straregi bersama ini meliputi pemenuhan aspek legal dalam kepemilikan lahan, pendekatan FPIC (Free and Prior Informed Consent) terkait penggunaan lahan oleh pihak lain, serta komitmen tidak membuka lahan pada kawasan hutan dan gambut. Hal ini sesuai dengan definisi nilai karbon tinggi dan nilai konservasi tinggi.

Mansuetus mengatakan dari data Ditjen Perkebunan Kementrian Pertanian, pada 2013 lahan pekebun skala kecil mencapai 5,8 juta ha. Rinciannya 4 juta ha kebun mandiri dan 1,8 juta kebun plasma. Dimana luas rata-rata 2 ha/ rumah tangga.

Sementara produksi CPO oleh pekebun skala kecil sepanjang 2012 mencapai 8,78 juta ton atau mencapai 33,13% dari total produksi CPO nasional sebesar 26,5 juta ton pada tahun yang sama.

http://www.beritasatu.com/kesra/223964-greenpeace-dan-spks-buat-peta-jalan-kebun-sawit-berkelanjutan.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jakarta – Greenpeace Indonesia dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) bersama para pemangku kepentingan lain membuat peta pekebun kelapa sawit mandiri yang berkelanjutan. Pembuatan peta untuk mewujudkan target nol deforestasi dalam sektor industri kelapa sawit di Indonesia.

    Koordinator Solusi untuk kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Acmad Saleh Suhada mengungkapkan strategi ini dapat meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) pekebun kelapa sawit mandiri menjadi hingga 36 juta/ton/ha/tahun melalui efisiensi lahan tanpa ekspansi agresif. Dengan demikian target peningkatan produktivitas dan pengembangan ekonomi dan penyelematan lingkungan dapat berjalan seiring.

    “Saat ini industri minyak sawit global sedang bertransformasi termasuk juga pekebun mandiri skala kecil. Pekebun kelapa sawit mandiri dapat menjadi pemangku kepentingan yang utana dalam konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Achmad di tengah lokakarya ‘Membangun Peta Jalan Pekebun Kelapa Sawit Mandiri yang Berkelanjutan’ di Jakarta, Senin (10/11).

    Menurut Achmad peningkatan produksi hanyalah satu fokus dari lima strategi bersama peta jalan tersebut. Strategi lainnya yaitu pemetaan prioritas langkah-langkah dalam pengembangan inovasi pertanian, pengembangan pupuk organik, dan mengurangi ketergantungan pada petisida kimia.

    Fokus penting lainnya adalah penghormatan terhadap para pekerja dan pekebun kelapa sawit mandiri melalui pelatihan teknis, pemupukan, penyemprotan dan metode pemanenan sehingga pekerja dapat lebih efektif, efisien, serta tepat guna dalam meningkatkan produktifitas.

    Koordinator SPKS Mansuetus Darto Alyshanu mengungkapkan pekebun mandiri memiliki komitmen besar dalam menyelamatkan hutan dan gambut Indonesia. “Saya berharap komitmen tersebut dapat mewujudkan target nol deforestasi untuk pekebun mandiri dengan meningkatkan nilai produktifitas, kapasitas serta memperkuat kelembagaannya,” ujar dia.

    Mansuetus mengatakan peta jalan ini diharapkan dapat meraih respons positif dari pasar sehingga transformasi yang utuh dapat mewujudkan akses langsung antara para pekebun dan pembeli. Ia pun menambahkan tiga fokus lain dari straregi bersama ini meliputi pemenuhan aspek legal dalam kepemilikan lahan, pendekatan FPIC (Free and Prior Informed Consent) terkait penggunaan lahan oleh pihak lain, serta komitmen tidak membuka lahan pada kawasan hutan dan gambut. Hal ini sesuai dengan definisi nilai karbon tinggi dan nilai konservasi tinggi.

    Mansuetus mengatakan dari data Ditjen Perkebunan Kementrian Pertanian, pada 2013 lahan pekebun skala kecil mencapai 5,8 juta ha. Rinciannya 4 juta ha kebun mandiri dan 1,8 juta kebun plasma. Dimana luas rata-rata 2 ha/ rumah tangga.

    Sementara produksi CPO oleh pekebun skala kecil sepanjang 2012 mencapai 8,78 juta ton atau mencapai 33,13% dari total produksi CPO nasional sebesar 26,5 juta ton pada tahun yang sama.

    http://www.beritasatu.com/kesra/223964-greenpeace-dan-spks-buat-peta-jalan-kebun-sawit-berkelanjutan.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on