Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Nia Elvina menyatakan blusukan yang dilakukan beberapa menteri Kabinet Kerja hanya menyelesaikan persoalan pada level mikro.

“Atau hanya sebatas aksi-aksi insidentil,” katanya di Jakarta, Selasa dikutip dari antaranews. Ia menilai blusukan menteri kurang tepat pada saat persoalan bangsa sudah sangat jelas yaitu kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelas atas dan bawah.

“Tindakan para menteri yang blusukan ini, maknanya akan dipahami oleh masyarakat sebagai tindakan yang hanya ingin meningkatkan image,” katanya.

Kritik dari sosiolog kepada menteri ini bahwa mereka harus memahami dengan baik persoalan-persoalan mendasar pada kabinet sebelumnya yang tidak bisa menyelesaikan persoalan makro, seperti program pembangunan masyarakat yang stagnan, koperasi mati suri, program reforma agraria yang stagnan, serta reformasi birokrasi yang belum berjalan.

“Jika para menteri memahami persoalan ini, maka program-program mereka akan berjalan dengan baik dan didukung oleh birokrasi di pusat dan daerah dan tentunya masyarakat luas,” katanya.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Nia Elvina menyatakan blusukan yang dilakukan beberapa menteri Kabinet Kerja hanya menyelesaikan persoalan pada level mikro.

    “Atau hanya sebatas aksi-aksi insidentil,” katanya di Jakarta, Selasa dikutip dari antaranews. Ia menilai blusukan menteri kurang tepat pada saat persoalan bangsa sudah sangat jelas yaitu kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelas atas dan bawah.

    “Tindakan para menteri yang blusukan ini, maknanya akan dipahami oleh masyarakat sebagai tindakan yang hanya ingin meningkatkan image,” katanya.

    Kritik dari sosiolog kepada menteri ini bahwa mereka harus memahami dengan baik persoalan-persoalan mendasar pada kabinet sebelumnya yang tidak bisa menyelesaikan persoalan makro, seperti program pembangunan masyarakat yang stagnan, koperasi mati suri, program reforma agraria yang stagnan, serta reformasi birokrasi yang belum berjalan.

    “Jika para menteri memahami persoalan ini, maka program-program mereka akan berjalan dengan baik dan didukung oleh birokrasi di pusat dan daerah dan tentunya masyarakat luas,” katanya.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on